CIAMIS, deJurnal,- Universitas Galuh (Unigal) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Perguruan tinggi swasta terbesar di Priangan Timur ini berhasil meraih Juara 1 Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) Tingkat LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2026 pada kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Subkategori Pengelolaan Media Sosial.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Unigal dalam membangun komunikasi publik yang efektif, terintegrasi, dan mampu menghadirkan informasi yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui media sosial, berbagai capaian akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga prestasi mahasiswa terus diperkenalkan kepada publik secara konsisten.
Kepala Badan Penerimaan Mahasiswa Baru, Informasi dan Komunikasi (BPMBIK) Universitas Galuh, Bdn. Ririn Lestari, SST., M.Kes, mengatakan Anugerah Humas Diktisaintek bukan sekadar perlombaan membuat konten media sosial, melainkan bentuk apresiasi terhadap perguruan tinggi yang mampu menyampaikan dampak nyata pendidikan tinggi kepada masyarakat.
“Esensi penghargaan ini bukan hanya tentang media sosial yang menarik, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu mengomunikasikan bahwa pendidikan tinggi benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat. Kegiatan tridarma, prestasi, inovasi, hingga pengabdian harus diketahui publik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi semakin meningkat,” ujarnya Sabtu (11/07/2026)
Menurutnya, proses seleksi berlangsung sangat ketat. Tahapan dimulai sejak Juni 2026 melalui penyusunan proposal yang memiliki bobot penilaian 60 persen, kemudian dilanjutkan presentasi dengan bobot 40 persen pada Juli.
Ia menjelaskan, dari 31 perguruan tinggi swasta di bawah LLDIKTI Wilayah IV, hanya lima perguruan tinggi yang lolos ke tahap presentasi untuk kategori Pengelolaan Media Sosial.
“Anugerah Humas Diktisaintek memiliki dua kategori yang bisa diikuti PTS, yaitu pengelolaan media sosial dan pengelolaan laman atau website. Tahun ini kami fokus mengikuti kategori pengelolaan media sosial,” katanya.
Berawal dari Pembentukan BPMBIK
Ririn mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Salah satu fondasi utamanya adalah pembentukan Badan Penerimaan Mahasiswa Baru, Informasi dan Komunikasi (BPMBIK) sekitar dua tahun lalu dimana salah satu fungsinya yakni sebagai pusat komunikasi resmi Universitas Galuh.
Sebelumnya, informasi mengenai aktivitas kampus tersebar di berbagai saluran sehingga belum memiliki arah komunikasi yang seragam. Setelah BPMBIK dibentuk, seluruh informasi dikelola secara terpusat agar menghasilkan satu narasi yang sama.
“Kami ingin seluruh komunikasi kampus memiliki satu suara. Semua informasi resmi berasal dari satu pusat komunikasi sehingga publik mendapatkan informasi yang utuh, akurat, dan konsisten,” jelasnya.
Mengedepankan Rasa Memiliki terhadap Kampus
Di balik keberhasilan itu, Ririn menegaskan strategi yang diterapkan tidak hanya berbicara soal algoritma media sosial maupun desain visual.
Ia menyebut budaya kerja dan rasa memiliki terhadap Universitas Galuh menjadi modal utama seluruh tim.
“Yang paling penting adalah rasa memiliki terhadap Unigal. Kami ingin semua orang bangga dengan kampus ini dan bersama-sama memperkenalkan berbagai prestasi yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat,” ujarnya.
Langkah awal yang dilakukan BPMBIK adalah memetakan pola komunikasi seluruh fakultas melalui Focus Group Discussion (FGD), kemudian menghimpun masukan dari mahasiswa, alumni, hingga organisasi kemahasiswaan.
Dari proses tersebut lahirlah konsep One University, One Voice yakni seluruh fakultas, program studi, dan unit kerja menggunakan identitas komunikasi yang selaras sehingga citra Universitas Galuh tetap konsisten di berbagai platform digital.
“Kami tidak membawahi fakultas, tetapi menjadi partner. Kami bersama-sama menyusun strategi komunikasi agar seluruh konten memiliki identitas yang sama,” katanya.
Media Sosial Tak Sekadar Promosi Mahasiswa Baru
Ririn menegaskan media sosial Universitas Galuh tidak hanya difungsikan sebagai sarana promosi penerimaan mahasiswa baru.
Menurutnya, akun resmi kampus justru lebih diarahkan untuk membangun citra institusi melalui publikasi prestasi dosen, mahasiswa, penelitian, inovasi, pengabdian masyarakat, hingga berbagai aktivitas akademik.
“Kami ingin masyarakat mengenal Unigal dari karya dan kontribusinya. Semakin banyak masyarakat mengetahui apa yang dilakukan kampus, maka kepercayaan publik juga akan semakin meningkat,” katanya.
Kritik Publik Jadi Bahan Evaluasi
Keberhasilan meraih Juara 1 juga tidak lepas dari keterbukaan BPMBIK terhadap berbagai masukan masyarakat.
Ririn mengaku timnya secara aktif memantau komentar maupun respons publik di media sosial sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi.
“Unigal berkomitmen tidak resisten terhadap kritik. Semua masukan kami tampung dan kami sampaikan kepada pimpinan agar ditindaklanjuti sesuai prosedur yg berlaku. Itu menjadi bagian dari proses perbaikan komunikasi publik,” ujarnya.
Prestasi Ini Baru Awal
Meski berhasil mengungguli sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Telkom University dan Universitas Teknologi Bandung pada kategori tersebut, Ririn menegaskan pihaknya tidak ingin cepat berpuas diri.
Baginya, penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan tolok ukur untuk mengetahui posisi Universitas Galuh dalam pengelolaan komunikasi publik.
“Kami tidak mengejar validasi. Kami mengikuti kompetisi ini untuk mengukur sejauh mana kualitas komunikasi publik yang kami bangun.” katanya.
Masih Banyak Prestasi Unigal Belum Terekspos
Di akhir wawancara, Ririn mengungkapkan bahwa berbagai capaian yang selama ini dipublikasikan melalui media sosial baru sebagian kecil dari prestasi yang dimiliki Universitas Galuh.
Ia menilai masih banyak karya dosen, mahasiswa, serta program-program unggulan yang belum sempat diperkenalkan kepada masyarakat luas karena keterbatasan sumber daya komunikasi.
“Sesungguhnya apa yang sudah kami tampilkan di media sosial masih sedikit dibandingkan prestasi yang dimiliki Universitas Galuh. Justru ini menjadi tantangan kami ke depan agar semakin banyak masyarakat mengetahui kontribusi Unigal bagi pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















