Senin, 15 April 2024
BerandadeNewsSekjen Gas : Kabupaten Garut, Kota Ramah Anak?

Sekjen Gas : Kabupaten Garut, Kota Ramah Anak?

Dejurnal.com, Garut – Predikat Kabupaten Garut sebagai Kabupaten Ramah Anak dan Kabupaten Layak Anak sungguh tidak berbanding lurus dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pasalnya, belum lama di grup medsos tersebar banyaknya info anak yang hilang, salah satunya anak sekolah yang hikang sejak tanggal (04/09/2019) dan belum ditemukan, kondisi ini membuat resah beberapa orang tua murid.

Selain adanya beberapa kasus anak hilang, banyaknya anak yang belum merasakan indahnya masa anak-anak karena harus bergelut dengan kenyataan pun masih marak.

Salah satu contoh hasil temuan dejurnal.com di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, ada dua orang anak, satu laki – laki kelas 6 SD dan satu perempuan kelas 3 SD yang berjualan menawarkan jajanan hampir tiap hari ke Dinas Pendidikan.

Hasil wawancara Dejurnal.com, di depan Kantor Dinas Pendidika Kabupaten Garut, kedua Anak SD tersebut berstatus adik kakak, semenjak ditinggal oleh almarhum bapaknya, mereka setiap hari jalan kaki untuk berjualan keliling sambil menawarkan jajanan sampai Pemda Garut, berharap ada yang mau beli jajanan / daganganya sehingga dapat imbalan dari si empunya dagangan.

Kakak (kelas 6 SD ) mengutarakan, aya nu miwarang pangicalkeun mun seep mah dipasihan dua puluh rebu, kanggo mamah, bapa tos maot (ada yang nyuruh untuk menjualkan jajanan kalau habis dikasih Rp 20 ribu, buat Mamah, Bapak sudah meninggal).

Sekjen GAS Mulyono Kadhafi yang itu berada di lokasi Dinas Pendidikan melihat dua anak tersebut dan membeli dagangannya.

Mulyono pun berkomentar, jujur dirinya tidak kuat mendengar ada beberapa anak yang hilang dan sekarang melihat anak-anak berjualan.

“Semestinya anak – anak seumur tersebut, menikmati dunia pendidikan / kosentrasi dalam belajar, malah memikirkan dan terbebani mencari kehidupan sendiri untuk memberikan nafkah kepada ibunya karena bapanya sudah wafat dan untuk membiayai sekolahnya, sungguh miris padahal Kabupayen Garut meraih predikat Kabupaten Ramah Anak dan Kabupaten Layak Anak,” ungkap Mulyono.

Ramah Anak gimana? Lanjut Mulyono, di kantor Dinas Pendidikan sendiri, masih ada anak SD hanya untuk menyambung hidupnya sendiri, karena ayahnya sudah wafat sehingga berjualan. Jadi selama ini apa yang klaim dan dibangga – banggakan jadi Kota Layak Anak, terus adanya Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak, dan Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Semua itu seakan – akan sirna kalau melihat anak SD tersebut jualan / dagang hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup dan sekolah,” Pungkas Mulyono.

Menyikapi hal ini, belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut *** Yohaness.

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI