• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

PKBM Assalam Jadi Solusi Warga Kurang Mampu

bydejurnalcom
Sabtu, 5 Oktober 2019
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com – Bandung

Keberadaan pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM ) Assalam yang beralamat di desa Karangtunggal Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung cukup menjadi penopang jenjang pendidikan bagi warga yang kurang mampu yang terancam putus sekolah karena faktor eko nomi.

BacaJuga :

Derry Bangga Sindangrasa Didukung Semua Pihak, Kekuatan Utamanya Ada pada Masyarakat

Sindangrasa Melaju ke Nasional, Dukungan Penuh Mengalir dari Jabar hingga Ciamis

Buang Gengsi, Organisator Kemanusiaan Pilih Jualan Sate: Bosan Mendengar Janji Pejabat, Buktinya Nol Besar

PKBM Assalam didirikan tahun 2007 oleh mendiang H Asep Sutisna (alm) salah seorang tokoh pendidikan di wilayah Cicalengka .

Sejalan dengan keberdirianya sudah tak terhitung menghasilkan beberapa angkatan lulusan dan tak sedikit dari para alumnus pendidikan kesetaraan tersebut telah banyak yang berhasil bekerja di instansi pemerintah ,karyawan swata maupun menjadi pengusaha sukses. Ujar Endang Sukayat salah seorang pengurus PKBM Assalam.

Menurut Enang, semenjak ia menjadi bagian pengurus PKBM Assalam sekitar tahun 2015 , sudah 5 angkatan dengan status sudah mandiri.

Enang menerangkan, PKBM Assalam mempunyai jenjang paket A,B dan C. Saat ini tercatat sekitar 250 orang dan mayoritas dari kecamatan Paseh terutama yang paling mendominasi Warga belajar dari dari kampung Legok pego Desa Drawati, namun ada pula warga belajar dari wilayah luar kab Bandung yang menjadi penghuni asrama yayasan yatim piatu di wilayah desa kec Paseh yang memanpaatkan menjadi siswa PKBM Assalam.

Mereka memanpaatkan program kesetaraan di paket tersebut dengan waktu belajar hari Sabtu atau Minggu dengan waktu lama belajar 2 jam.
“pihak kami tak memungut biaya sepeserpun ,alias gratis”. Tambahnya.

Lebih lanjut Enang menambahkan, adapun para tutor mayoritas para guru honor yang bertugas pada sekolah sekolah di wilayah pendidikan kec Paseh.

Sementara Ijasah untuk para siswa secara legalisasi berdasar pendidikan non formal (PNF) diberikan dari Dinas pendidikan dan kebudayaan kab Bandung.Dengan standarisasi
nomer pokok satuan pendidikan nasional.NPSPN,”terang Enang Sukayat disela kesibukanya saat menerima rombongan tim asesor badan akreditasi Nasional BAN dari Jakarta.

Sementara diungkapkan Engkos kepala sekolah SDN Legok pego.
Untuk tahun ini sekitar 20 siswa nya lulusan sekolahnya menjadi siswa PKBM Assalam ini,Berawal terdorong rasa keprihatinan saya berusaha mempasilitasi para lulusan sekolahnya agar mau memanpaatkan jenjang pendidikan kesetaraan disini.

Mengingat para lulusan terdahulu banyak enggan melanjutkan pendidikan lagi karena paktor kondisi medan wilayah pemukimanya tang cukup terpencil.ditambah kondisi ekonomi di wilayah kp legokpego yang masih terbilang terisolir,karena rentang kendali jarak menempuh kesekolah formal yang jauh ditambah medan jalan yang cukup sulit hingga memakan biaya ongkos kendaraan (ojek) cukup besar ,sekitar rp 50 ribu satu kali ongkos pergi.sementara mayoritas di wilayah Legokpego masyarakatnya bermata pencaharian buruh tani serta keseharian banyak berada di kebun.
Saya berusaha untuk mendorong agar mereka mau menimba ilmu pendidikan melalui jalur kesetaraan ini.
Agar mereka tak merasa percuma selama menempuh pendidikan apalagi dengan mengantongi bukti ijasah secara legal yang dapat berguna untuk masa depan mereka.,”Ujar Engkos

Sementara itu Tita Rostika selaku ketua lembaga penyelengara PKBM Assalam.
Selama ini penyelenggaran pendidikan kesetaraan setiap tahunya berjalan lancar.
Hanya mungkin mengenai kendala saat menjelang ujian,dimana warga belajar kadang susah datang dengan sendirinya ,padahal sebelumnya dilakukan pemberitahuan,akhirnya pihak kami harus jemput bola dengan mendatangi ke setiap rumah masing masing,”Tutur Tita

Masih menurut Tita,dirinya besar harapan semoga PKBM Assalam ini kedepan lebih maju lagi,selain itu dapat mewujudkan cita cita mendiang suaminya selaku pendirinya.
” Almarhum suami ingin mendirikan pendidikan sekolah menengah pertama formal SMP atau kesetaraan semisal MTs di wilayah desa Karanggtunggal ini”
Semoga apa yang menjadi bagian harapan mendiang suami, dapat terwujud,”Pungkas ketua Lembaga PKBM Assalam ini yang diamini oleh Lilis Sumarni selaku sekretarisnya.***

@taryana budiman

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Normalisasi Citarum Menyempit, Banyak Warga Resah

Next Post

Bulan Kedua, Para Anggota DPRD Garut Telat Gajian

Related Posts

Persib  Tundukkan Port FC 3-1, Maung Bandung Awali Perjuangan dengan Kemenangan
deNews

Persib Tundukkan Port FC 3-1, Maung Bandung Awali Perjuangan dengan Kemenangan

Kamis, 8 Oktober 2026
Hampir 6 Tahun Tinggal di Rumah tak layak huni , Supian-Hena Menanti Rutilahu: Kami Berharap Ada Perhatian Pemerintah
GerbangDesa

Hampir 6 Tahun Tinggal di Rumah tak layak huni , Supian-Hena Menanti Rutilahu: Kami Berharap Ada Perhatian Pemerintah

Kamis, 8 Oktober 2026
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Propam Polres Purwakarta Tes Urine 52 Personel
Hukum dan Kriminal

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Propam Polres Purwakarta Tes Urine 52 Personel

Kamis, 8 Oktober 2026
Derry Bangga Sindangrasa Didukung Semua Pihak, Kekuatan Utamanya Ada pada Masyarakat
deNews

Derry Bangga Sindangrasa Didukung Semua Pihak, Kekuatan Utamanya Ada pada Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026
Sindangrasa Melaju ke Nasional, Dukungan Penuh Mengalir dari Jabar hingga Ciamis
deNews

Sindangrasa Melaju ke Nasional, Dukungan Penuh Mengalir dari Jabar hingga Ciamis

Kamis, 8 Oktober 2026
Buang Gengsi, Organisator Kemanusiaan Pilih Jualan Sate: Bosan Mendengar Janji Pejabat, Buktinya Nol Besar
deBisnis

Buang Gengsi, Organisator Kemanusiaan Pilih Jualan Sate: Bosan Mendengar Janji Pejabat, Buktinya Nol Besar

Kamis, 8 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Lantik 7.550 PPPK Paruh Waktu, Bupati Bandung Komitmen Perjuangkan Status Penuh

Senin, 8 Desember 2025

BAZNAS Ciamis Terima Kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Majalengka, Bahas Penguatan Program Infaq Desa dan Digitalisasi Zakat

Selasa, 22 April 2025

Polsek Cilawu dan Tim Gabungan Lakukan Pencarian Elang Guntur, Pendaki Hilang di Gunung Cikuray Garut

Kamis, 15 Mei 2025
Ketua Panitia HPN 2025 PWI Kabupaten Bandung Edi Kusnaedi.

Seminar Kehumasan PWI Kabupaten Bandung, Begini Harapan Ketua Panitia

Selasa, 20 Mei 2025

Kang KulKul Balon Kades Bobojong Gratiskan Fogging Untuk Warga

Sabtu, 11 Januari 2020
Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Setiawan S.I.K., S.H., M.H.

Kapolda Jabar Ucapakan Selamat Back to Back Persib: Rayakan Kemenangan Dengan Suka Ria dan Tertib

Sabtu, 24 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste