Jumat, 12 April 2024
BerandadeHumanitiSitorus : Anak Yatim Garut, Tanpa Daksa dan Diterlantarkan, Apa Kata Dunia?

Sitorus : Anak Yatim Garut, Tanpa Daksa dan Diterlantarkan, Apa Kata Dunia?

Dejurnal.com, Garut – Ditengah Garut yang dikenal sebagai Kota Ramah Anak, Kota Sayang Anak dan peraih WTP 4 kali, ternyata masih banyak anak yatim dan warga terlantar yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut. Anak yatim yang terlantar serta memiliki disabilitas ditemukan Tim Gerakan Peduli Masyarakat Miskin (GPM2) Kampung Ciudian RT 05 / RW 01 Desa Ciudian Kecamatan Singajaya. “Saya sangat miris melihat kondisi Garut seperti ini, dimana Garut yang disebut kota santri dan ramah anak nyatanya ada anak yatim ditelantarkan, Hendi dengan kondisi fisik maaf tidak sempurna disabilitas, kini jadi tulang punggung keluarga, harus menanggung beban begitu berat,” ujar salah satu tim GPM2, Sitorus. Hasil penelusuran kami, lanjut ia, sejak ditinggal sang ayah yang sudah almarhum dimana kondisi ibunya saat ini sering sakit sakitan dan kakaknya Riki Putra (25 Tahun) sejak SD mengalami sakit polio sudah puluhan tahun menderita sakit, tanpa bantuan dari pemerintah selama ini hanya dari tetangga dekat saja belum ada donatur lain bahkan keluarga ini tidak pernah menerima bantuan PKH dan bantuan lainnya juga. “Buat apa kebanggaan dan prestasi / penghargaan dan buat apa dibuat kebijakan dan aturan baik Perda atau Perbup kalau masih ada anak yatim tanpa daksa diterlantarkan? Ini menujukan lemahnya kinerja Pemda Garut khususnya terhadap rakyat kecil, apa nanti kata dunia,” Ujarnya. Sitorus melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Hendi sang adik bekerja sebagai kuli / kerja serabutan kayu terkadang manggul batu, dalam kondisi fisik disabilitas, sungguh mengerikan tidak berbanding lurus dengan kemegahan Para Pejabat Pemda dan Anggota DPRD Kab. Garut. Padahal begitu besar bantuan dari Pemerintahan Pusat kemana selama ini, nyatanya Hendi, Riki , Bu Popon tidak tersentuh, terpantau dan tidak terawasi selama ini, dan sejauh apa pengawasan yang ada. “Pemda yang menggembar-gemborkan program ramah anak bebas stunting, peduli warga miskin nyatanya di Singajaya masih ada anak yatim terlantar dalam kondisi kesakitan bahkan puluhan tahun dibiarkan begitu saja,” tandasnya. Lebih lanjut Sitorus mengatakan, Hendi dan Riki Putra adalah anak yatim dari Pasangan suami isteri (Pasutri) keluarga Almarhum Bapak Omon dan Ibu Empon Warga Kampung Ciudian RT 05 / RW 01 Desa Ciudian Kecamatan Singajaya, saat ini membutuhkan bantuan uluran tangan dari para donatur, bahkan masih banyak lagi warga yang hidup jauh dari kata sejahtera salah satunya Nenek Encum (70 Tahun) dalam kondisi sakit dan memprihatinkan) di Kampung Ciudian. “Mana kepedulian masyarakat dan Pemda Garut selama ini terhadap warganya yang menderita,” Tegas Sitorus. Terkait hal itu, Camat Singajaya Heri saat dikonfirmasi dejurnal.com merasa kaget adanya informasi tersebut. “Coba nanti saya kordinasikan dengan Kepala Desa dan diusulkan ke Dinas Sosial Kab. Garut,” ujarnya singkat.***Yohaness

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI