• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Pemerintah Serius Atasi Stunting

bydejurnalcom
Sabtu, 9 November 2019
Reading Time: 3 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com – Bandung

Pemerintah Pusat saat ini tengah gencar melakukan penangan kasus stunting. Khususnya Kabupaten Bandung saat ini terus melakukan sosialisasi di 31 Kecamatan di bantu para pendamping desa.

BacaJuga :

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis, Kesepakatan 10 Partai Dinanti

Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

“Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup manusia dan membangun dari pinggiran dengan memperkuat desa dalam kerangka kesatuan merupakan jabaran dari nawacita ke – 5 dibayangi dengan kehadiran masalah stunting yang masih mengancam, karena stunting merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan seumurannya,” jelas Ahmad Husaeni Selaku Pendamping Desa yang bertugas di Kecamatan Ibun, usai melaksanakan kegiatan rembug desa sehat di Desa Neglasari Kec. Ibun, Sabtu (9/11).

Menurut Ahmad, pemerintah saat ini tengah gencar menyikapi dan menindaklanjuti permasalahan stunting. Karena hasil riset kesehatan dasar mencapai 37,2 persen, jadi stunting bukan persoalan sepele,” ujarnya.

Ahmad menerangkan, untuk wilayah Kecamatan Ibun saja sudah terdapat data stunting dari tiap desa, namun belum bisa dikemukakan ke publik mengingat saat ini sedang dilakukan validasi data oleh pihak kesehatan.

“Kami pendamping saat ini sedang mendorong desa untuk melaksanakan Rembug desa Sehat (RDS) baru 10 desa, tinggal dua desa lagi, “terangnya.

Ahmad Husaeni memaparkan, bahwa stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang lain pada umumnya, yang seusia.

“Adapun langkah asal saat ini untuk pencegahan stunting pihak desa membentuk Kader Pembangunan Manusia (KPM) kemudian membentuk Forum Rembug Desa Sehat, dan selanjutnya setelah terbentuk kepengurusan melaksanakan pendataan untuk menindaklanjuti hasil temuan dilapangan aebagai rencana aksi”. Jelasnya.

Ahmad menambahkan, sesuai dasar hukum, Permendes No. 19 tahun 2017 dan Permendes No. 11 tahun 2019. Sebagai rujukan belanja desa untuk penanganan stunting, tentang prioritas pembangunan desa.

Sementara itu Kepala Desa Neglasari Kecamatan Ibun Ujang Wahyudin mengatakan, terkait penanganan stunting dalam hal ini kami dari pihak desa serius dalam mengambil langkah, dibuktikan saat ini langsung membentuk Forum Rembug Desa Sehat dan sudah terpilih kepengurusanya melalui musyawarah.

Untuk pelaksanaan kegiatan akan mengaplikasikan anggaran nanti berapa biaya yang akan dibutuhkan untuk penyelesaian persoalan ini.

“Saya selaku kepala desa mengharapkan masyarakat desa Neglasari Sehat, makanya berbagai upaya capaian pembangunan telah dan sedang dilaksanakan, realisasi kinerja pembangunan Sabermas, Pamsimas, Rutilahu, pipanisasi, dan pembangunan infrastruktur, guna kepentingan masyarakat, ” kata Kades satu cucu ini.

Pada tahun ini saja pembangunan Rutilahu mencapai 66 unit yang bersumber dari dana provinsi, Kabupaten, Bansos dan raksa desa.

“Ini sebagai wujuk karya nyata kami dalam upaya pengentasan kemiskinan sekaligua upaya membangun manusia, semoga kiprah ini sangat dirasakan manfaat nya oleh masyarakat,” terang kades yang akrab disapa Ujang.

Selanjutnya, keberadaan Puskesos di desa kami sangat membantu terhadap kinerja pemerintah desa, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat, juga sisi sosial yang sangat menyentuh, sebab Puskesos merupakan pusat kesejahteraan sosial yang dibentuk oleh desa. Jelasnya

“Kenapa dikatakan membantu”, kata Ujang, mulai dari bidang kesehatan sudah beberapa kali melakukan perbaikan JKN KIS dan pengajuan integrasi KIS, pengobatan gratis, pembagian susu gratis melalui Puskesos, selain pembagian PMT yang dibakukan kader posyandu.

Kemudian tahun kemarin rutilahu 5 unit dan tahun sekarang 8 unit, lalu kegiatan bhakti sosial khitanan masal, santunan yatim dan jompo, kemaren kerjasama dengan polsek ibun, keberhasilan puskesos ini keberadaanya sangat membantu pemerinrahan kami,” tandas Ujang.

Ujang menerangkan, adanya masalah stunting pun kendati sudah di bentuk FDS tak terlepas dari sosial, sehingga hadirnya Puskesos di desa membantu pemerintahan jelas manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, sehingga wajar jika puskesos kami menyandang gelar prestasi yang dihadiahkan oleh SLRT Kab. Bandung, selebihnya bisa menggaet CSR perusahaan juga.

“itu salah satu bentuk upaya yang telah dilakukan untuk pencegahan stunting, sudah dilakukan pemeriksaan ibu hamil juga sebanyak 50 orang, dan nanti akan kami suplai PMT untuk ibu hamil nya,” pungkasnya.***

Taryana budiman

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

H. Toto : Bupati Cellica Hanya Doyan Selfi Serta Tak Becus Kerja

Next Post

Rapat Paripurna Pengantar KUAPPAS Digelar

Related Posts

Cegah Mafia Tanah, Kejari Purwakarta Jalin Kerja Sama dengan 29 Kepala Desa
GerbangDesa

Cegah Mafia Tanah, Kejari Purwakarta Jalin Kerja Sama dengan 29 Kepala Desa

Jumat, 9 Oktober 2026
Kapolres Purwakarta  Usai Salat Jumat,  Berbagi Kepedulian untuk Sesama
deHumaniti

Kapolres Purwakarta Usai Salat Jumat, Berbagi Kepedulian untuk Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026
LT-3 Pramuka Kabupaten Bandung 2026, Saeful Bachri Tekankan Lima Pilar Pembentukan Karakter Penggalang
deNews

LT-3 Pramuka Kabupaten Bandung 2026, Saeful Bachri Tekankan Lima Pilar Pembentukan Karakter Penggalang

Jumat, 9 Oktober 2026
PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis,  Kesepakatan 10 Partai Dinanti
deNews

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis, Kesepakatan 10 Partai Dinanti

Jumat, 9 Oktober 2026
Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah  Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh
dehukum

Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh

Jumat, 9 Oktober 2026
UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis
deNews

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

Ketua GOW Ciamis Tekankan Peran Perempuan dalam Menguatkan Empat Pilar Kebangsaan

Jumat, 3 Oktober 2025

Sebelum Lapor ke Polres Garut, Caleg Gerindra Mengadu ke Birbakum

Rabu, 29 Mei 2019

Karang Taruna Kecamatan Ciamis Perkuat Peran Pemuda Lewat Peningkatan Kapasitas Kader Se-Kecamatan

Jumat, 5 Desember 2025

Pemda Garut Tutup Mata dan Telinga Kait Kasus Carik Desa

Sabtu, 10 Agustus 2019

Wabup Putri Sebut Akan Ada Kejutan Dalam Perhelatan Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

Rabu, 12 November 2025

Pengelolaan Dana Desa 2024, Ini Kata Kepada Desa Ciherang

Selasa, 18 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste