Selasa, 21 Mei 2024
BerandadeNewsDiresmikan Presiden Terowongan Nanjung Belum Maksimal Atasi Banjir

Diresmikan Presiden Terowongan Nanjung Belum Maksimal Atasi Banjir

Dejurnal. com, Bandung —Kabupaten Bandung- dejurnal.com-Terowongan Nanjung Curug Jompong di Desa Lagadar Kecamatan Margaasih diresmikan Preseden Joko Widodo, Rabu (29/1/2020).

Jokowi menyebutkan, banjir di wilayah Bandung Selatan khususnya Kabupaten Bandung akibat luapan Sungai Citarum bisa segera teratasi, bila penanganannya dilakukan secara maksimal dari wilayah hulu hingga hilir Citarum.

Menurutnya, jika terowongan Nanjung, danau Retensi Cieunteng, Retensi Gedebage, danau Retensi Andir, Floodway Cisangkuy, dan yang lainnya beres100 persen, maka dampak banjir berkurang.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menilai, terowongan tersebut dan beberapa pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, tidak berarti menghilangkan banjir sama sekali. “Genangan tetap ada, namun terjadi percepatan surut dan pengurangan luas terdampak berdampak cukup signifikan dalam pengendalian banjir Bandung Selatan,” ujar Dadang Naser.

Sebelum dibangun terowongan dan infrastruktur pengendalian banjir lainnya Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang, terendam seluas 490 hektar. Menurut Dadang, kini wilayah tersebut tergenang seluas sekitar 80 hektar.

Dadang menambahkan, tahun lalu sekitar 159 ribu kepala keluarga terdampak, saat ini tercatat sekitar 77 ribu yang terdampak.

Menurut Dadang, konsep awal pembangunan terowongan yaitu mempercepat aliran air Sungai Citarum saat musim hujan dan menjaga genangan tetap ada dari Curug Jompong sampai Baleendah.

Upaya pengendalian banjir Bandung Selatan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga membebaskan lahan untuk memunculkan kembali situ yang hilang. Salah satunya
Situ Kamojang yang dulu, kata bupati sudah dimiliki masyarakat dan bersertifikat, kini dibeli seluas 10 hektar.

Selain itu, tutur Dadang , Pemda juga membeli 5 hektar kolam retensi yang ada di Cidawolong Biru Majalaya. Begitu pun di Cikasungka Soreang cincin, sudah belanja lahan seluas 3,5 hektar.

Upaya tersebut, kata bupati direspon PUPR untuk pengerjaan fisiknya. Sementara pengerjaan yang akan diselesaikan di tahun 2020 ini adalah Kolam Retensi Andir.*** Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI