Jumat, 12 April 2024
BerandadeNewsHukum dan KriminalPutusan PN Subang, Kuasa Hukum LSM Pendekar Naik Banding

Putusan PN Subang, Kuasa Hukum LSM Pendekar Naik Banding

Dejurnal.com, Subang – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Subang, propinsi Jawa Barat memvonis terdakwa Wahyudin (Ketua LSM Pendekar) 1 Tahun 8 bulan penjara. Vonis hakim ini lebih berat padahal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 1 tahun penjara.Kuasa Hukum LSM Pendekar Subang, Irwan Yustiarta IV, SH saat di temui dejurnal.com di sela- sela kesibukannya mengatakan, putusan ini dua-duanya dikomulatifkan terutama penggunaan senjata api jenis softgun. Dalam faktanya di persidangan hanya satu saksi yang menyatakan adanya penggunaan senjata tersebut tanpa didukung saksi lain dan terdakwa membantahnya.”Catatan pertama, ini artinya Testimonium de auditu jadi satu saksi bukanlah saksi Testimonium de auditu yaitu kesaksian atau keterangan karena mendengar dari orang lain. Pada prinsipnya Testimonium de auditu tidak dapat diterima sebagai alat bukti,” ujarnya, Jumat (17/1/2020).Catatan kedua dari nilai kerugian nya di taksir sekitar Rp 350 ribu, karena sidang ini bersamaan dengan tedakwa lainnya anggota LSM Pendekar di vonis 6 bulan dengan tututan Jaksa Penutut Umum 1 Tahun. “Namun kenapa berbeda kepada saudara Wahyudin tuntutan Jaksa Penuntut Umum 1 Tahun di putus Hakim PN Subang, 1 Tahun 8 bulan dengan dasar komulatif dua-duanya terbukti,” ujarnya.Oleh karena itu, Pihak Kuasa Hukum Irwan Yustiarsta langsung menyatakan Banding.”Secara Etika Profesi kami banding kalau harus pikir-pikir kami tidak profesional,” tandasnya.Kuasa Hukum LSM Pendekar Subang, Irwan Yustiarta IV, SH menyatakan bahwa kedua dasar pertimbangannya komulatif terutama penggunaan sejata api dan pengerusakan dan terdakwa di persidangan membantah keterangan saksi mengunakan sejata api jenis Softgun.”Dari adanya dugaan penggunaan softgun yang kata saksi ditodongkan dan juga adanya samurai itu hanya di putar-putar diatas mobil dan tidak ada korban terluka,” jelasnya.Sebelumnya, kami minta keadilan Equality Before The Law artinya kesetaraan hukum bagi semua orang. “Mau dia anak pejabat, mau dia anak masyarakat biasa”.Pertanyaan nya, adalah layakah klien kami harus dihukum seberat beratnya ? Sedangkan perbandingannya putusan Pengadilan Negeri Majalengka, terhadap anak Bupati Majalengka menggunakan senjata api hanya 2 bulan.”Sedangkan klien kami, tidak menggunakan senjata api dan senjata tajam yang mencederai seseorang apalagi sampai membunuh orang tersebut. Tidak ada fakta dalam persidangan itu,” ungkap Irwan Yustiarsta.*** Asep

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI