Senin, 15 April 2024
BerandadeNewsWarga Desa Jalupang Tolak Pembangunan TPA, Kades : Ini Dilema

Warga Desa Jalupang Tolak Pembangunan TPA, Kades : Ini Dilema

Dejurnal.com, Subang – Warga Desa Jalupang Kecamatan Kalijati menolak rencana Pemerintah Kabupaten Subang memindahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Panembong ke Desa Jalupang.

“Dampak dari pembuangan sampah tersebut akan menjadi dampak negatip bagi warga kami, dan tentunya akan mebuat penyakit baru atau wabah penyakit bagi warga kami terutama bagi warga masyarakat Jalupang ini, karena bau sampah tersebut akan menyengat, sebab sampah tidak dipisahkan mana sampah organik dan mana sampah non organik, tentunya akan di campur,itu sudah jelas akan menimbulkan bau,” tandas salah satu warga Jaupang, Aceng.

Kalau bisa, lanjutnya, kepada pihak Pemerintah Daerah kabupaten Subang tempat pembuangan akhir ( TPA) jangan di wilayah Kalijati sebab di wilayah Subang ini luas dan kalau bisa lebih jauh dari permukiman warga, jangan sampai warga Jalupang terkena wabah penyakit yang di sebabkan dari bau sampah tersebut.

Kepala Desa (Kades) Jalupang Adi Karta SP mengaku kaget dengan dipilihnya Desa Jalupang sebagai TPA.

“Memang dari awal saya sudah mendengar, tapi saya pikir itu hanya wacana doang ,” katanya.

Adi Karta mengatakan bahwa informasi tentang rencana pembangunan TPA di Desa Jalupang ini baru diterima sebulan yang lalu.

“Adapun soal penolakan warga itu adalah hak mereka dan saya tidak bisa menolak hasil keputusan semua warga masyarakat Desa Jalupang,” ujarnya.

Menurutnya, adalah wajar mengingat selama ini Desa Jalupang, khususnya Dusun 1 Tenjolaut (daerah paling dekat terdampak oleh TPA) jauh dari perhatian pemerintah. Bahkan ditahun ini saja, realisasi perbaikan jalan lingkungan tidak sepenuhnya dapat dilaksanakan mengingat terbatasnya anggaran biaya.

“Saya sebagai Kepala Desa itu dilema. Disatu sisi saya itu kepala Desa yang notabene sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah daerah/bupati, tapi disisi lain saya juga sebagai wakil dari rakyat. Terlebih daerah yang akan dijadikan TPA itu lebih dekat dengan kampung Tenjolaut. Jadi kadang kala saya ini bingung,” jelasnya.

Pertemuan yang sekaligus sosialisasi tentang rencana pembangunan TPA ini sedianya akan dihadiri oleh Bupati/Wakil Bupati, namun karena berhalangan hadir jadi pertemuan hanya diwakili oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rona Mediansyah, Kadis Ketahanan Pangan, Hedrawan, Kadis BPBD, Kepala Kantor Kesbang Udin Jazudin dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk anggota DPRD Subang, Asep Hadian.***Asep

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI