Senin, 20 Mei 2024
BerandadeNewsPojok Sunda di Gedung Disarpus Kabupaten Bandung Kenalkan Perkakas Jadul

Pojok Sunda di Gedung Disarpus Kabupaten Bandung Kenalkan Perkakas Jadul

Foto: Kepala Disarpus Kabupaten Bandung, Hj. Tri Heru Setiati.


Dejurnal.com, Bandung – Pojok Sunda di Gedung Disarpus Kabupaten Bandung kenalkan perkakas yang pernah digunakan jaman dulu, belum lama gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bandung diresmikan. Gedung tersebut, dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam literasi. Begitu dikatakan Kepala Disarpus Hj. Tri Heru Setiati ketika dihubungi di kantornya, belum lama ini.

Bukan sekedar menyediakan buku bacaan, di gedung ini juga disediakan ruangan untuk pelatihan dengan fasilitas untuk anak sakolah yang ada hubungannya dengan literasi.

Salah satu fasilitas yang disediakan di gedong Disarpus ini ialah Pojok Sunda. Yang dimaksud Pojok Sunda menurut Tri, yaitu salah satu fasilitas untuk menarik minat masarakat datang ke Disarpus.

“Di Pojok Sunda ada perkakas asal Sunda yang suka dipakai oleh orang dahulu. Ada tètènong, langseng, lisung, halu, hihid dan yang lainnya,” ujar Tri.

Tentu saja tidak semua perkakas jaman dulu ada, sebab kata Tri selain mendapatkannya susah, juga tempatnya tidak mencukupi.

“Ini sakedar mewakili dari sekian banyak barang yang biasa dipakai orang dahulu, agar nanti pengunjung, terutama anak-anak sekolah dikenalkan pada perkakas yang pernah digunakn dulu,” katanya.

Perkakas yang ada di Pojok Sunda bukan barang bekas peninggalan dahulu , tapi barang baru yang dibuat sekarang hanya mungkin sudah jarang digunakan. Seperti langseng sebagai alat untuk menanak nasi, kini sudah diganti dengan magickom, tètènong dan nyiru, juga demikian.

“Ini sekedar contoh wujud barangnya, bukan koleksi saperti di museum. Saperti langseng ini, bukan yang dulu. Dulu ada yang bahannya dari tembaga,” terangnya.

Masuk ke Pojok Sunda, terutama anak-anak sekolah akan penasaran melihat barang-barang yang ditempatkan di satu sudut. Kata Hj. Tri, dari sana diterangkan bahwa perkakas itu perkakas asal Sunda.

Di ruangan itu juga ditempatkan beberapa judul buku bahasa Sunda. “Hanya, masih kurang. Disarpus akan mengupayakan penambahan buku-buku bacaan bahasa Sunda,” pungkas Hj. Tri .***

Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI