Jumat, 12 April 2024
BerandadeNewsPPOB PDAM Garut Diduga Telan Banyak Korban, Siapa Tanggung Jawab?

PPOB PDAM Garut Diduga Telan Banyak Korban, Siapa Tanggung Jawab?

Dejurnal.com, Garut – Layanan PPOB PDAM Tirta Intan yang digulirkan tahun 2017 ternyata tidak berjalan mulus, bahkan menimbulkan masalah yang berujung kepada ranah hukum. Pasalnya, layanan PPOB ini diduga dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi bagi oknum di PDAM dengan menjanjikan akan diangkat dan dipekerjakan menjadi pegawai PDAM.

Salah satu staf PDAM Tirta Intan yang enggan disebutkan namanya mengaku saat ini dirinya sedang berurusan dengan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) karena adanya pelaporan dari orang yang ingin menjadi pegawai di PDAM melalui dirinya dan sudah memberi uang namun tidak diangkat.

“Padahal saya hanya sebagai perantara saja dan yang menerima uang dan bernegosiasi itu atasan saya langsung,” ujarnya.

Persoalan uang yang diminta atasan, lanjutnya, itu langsung diterima oleh atasan, katanya untuk melancarkan orang yang ingin bekerja di PDAM.

“Jujur, saya dikasih otengan saja oleh atasan saya,” ungkapnya.

Sumber pun menerangkan, dirinya tak akan berani untuk mempertemukan orang yang akan dipekerjakan di PDAM jika tak ada instruksi dan peluang yang diberikan oleh atasannya.

“Namun kenapa untuk urusan hukumnya, seakan kami yang kecil yang tanggung jawab, padahal uang besarnya mereka yang terima,” katanya.

Sumber menyebutkan bahwa persoalan uang yang diminta bagi siapapun yang ingin jadi pegawai PDAM Tirta Intan bukan hal yang aneh dan tidak hanya satu dua orang.

“Yang saya tahu, ada 90 orang dan sudah ada yang diangkat menjadi pegawai,” ungkapnya.

Terkait tarif uang yang diterima dari orang yang ingin bekerja di PDAM Tirta Intan, sumber menyebutkan bahwa itu ranah atasannya, namun setahu dia diminta antara Rp 60 sampai Rp 80 juta.

“Saya dengar itu diserahkan pada direksi dan juga ada jatah untuk pejabat tinggi di Garut,” pungkasnya.

Sementara itu, Direksi PDAM Tirta Intan yang didatangi dejurnal.com, Senin (9/3/2020) untuk dikonfirmasi terkait hal itu terkesan enggan ditemui, salah satu staf yang berada di kantor menjawab bahwa Direksi sedang sibuk terima telepon.

Jurnalis dejurnal.com menunggu Direktur Utama PDAM Tirta Intan sampai jam pulang, tak berhasil menemui karena Dirut sibuk terima telepon.

“Gimana ya? Ini masih sibuk terima telepon, saya belum bisa menghadap,” ujarnya.

Demikian juga dengan beberapa pejabat PDAM Tirta Intan yang dihubungi via aplikasi perpesanan enggan berkomentar dengan alasan tidak kompeten untuk menjawab.***Yohannes/Re

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI