• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Parlementaria

Rd. Yayuk : Bupati Garut Gamang dan Ngawur, Anggaran BTT Puluhan Milyar Tak Jelas Peruntukan

bydejurnalcom
Minggu, 12 April 2020
Reading Time: 3 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Gerindra Rd. Yayuk Tien Rahayu menilai Penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut, terkesan kurang serius, lambat dan tidak tepat sasaran. Pasalnya, hal ini pun kini mulai dipertanyakan dan menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen baik masyarakat, media massa, LSM dan Ormas di Kabupaten Garut.

Apa yang menjadi sorotan elemen masyarakat Kabupaten Garut menjadi catatan juga bagi Rd. Yayuk Tien Rahayu selaku anggota DPRD Kabupaten Garut yang memantau langsung di lapangan dengan pola blusukan ke warga masyarakat dan Rd. Yayuk mencurigai adanya penyalahgunaan anggaran pada pelaksanaan Pencegahan Covid-19.

BacaJuga :

Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi,1.1 Ton Diamankan

Mulan Jameela Dorong Konsumen Cerdas di Era Digital, Ingatkan Bahaya Transaksi Online Tanpa Kehati-hatian

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG

“Sedih rasanya ketika saya terus belusukan ke beberapa titik lokasi memantau langsung, saya cukup merasakan bagaimana kondisi masyarakat saat ini, baik yang saya temui diwilayah permukiman warga limbangan – Selaawi, tukang Ojeg Dunguswiru, Sopir Angkot, Tukang Delaman, Pedagang di Pasar, Para Petani. Sungguh miris rasanya ketika saya sengaja sempatkan bertemu sebagian masyarakat, sedikit berbagi sekemampauan saya,” jelasnya sambil meneteskan air mata kepada dejurnal.com, Sabtu (12/4/2020).

Menurut Rd Yayuk, setelah memantau di beberapa titik sambil memberikan arahan / edukasi agar masyarakat tidak panik terhadap pencegahan dan penanganan Covid-19, sambil membagikan masker bantuan sosial berupa beras -telor dan tambahan bagi lansia uang kadeudeuh, dan cara berprilaku hidup sehat dalam kondisi Pandemik Covid -19, cukup merasakan kegelisaan dan kekecewaan warga masyarakat Kabupaten Garut.

“Saya heran padahal sebelumnya Pemda – DPRD Kab. Garut telah mengadakan Rapat tertutup 29 Maret 2020 berkenaan dalam hal Upaya Tahapan Pencegahan dan Penanganan Covid-19, dengan Nota Pimpinan DPRD Kab. Garut Nomor 171.3 /300 – DPRD/2020, yang bersifat penting tertanggal 30 Maret 2020,” ungkapnya.

Seharusnya, lanjut Rd. Yayu, hal itu menjadi arah kebijakan harmonisasi Pemda Garut terhadap kebijakan Pemerintah Pusat, Pempro Jawa Barat. Sebagai upaya penyempurnaan, dalam rangka melakukan tindakan mitigasi faktor risiko di wilayah Kab. Garut pada situasi Kedaruratan Kesehatan terhadap Masyarakat Garut yang memungkinkan terjadinya kematian.

“Diharapkan selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19, Bupati Garut H. Rudy Gunawan SH., MH., MP., dapat melakukan hal sebagai upaya tindakan mitigasi faktor risiko di wilayah Kab. Garut pada Situasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, yang kiranya dapat memungkinkan terjadi Karantina Rumah, Karantina Wilayah, Karantina Rumah Sakit dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar ( PSBB ), Sebagaimana telah diatur oleh UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,” Ungkapnya.

Dikatakan Rd. Yayuk Tien Rahayu, semestinya Bupati Garut selaku Ketua Gugus Tugas Pecegahan dan Penanganan Penyebaran Virus Corona / Covid -19 di Kab. Garut, agar terlebih dahulu melakukan kajian didasarkan pertimbangan epidemologis, pengkajian terhadap kesehatan dan faktor tingkat populasi sebar perwilayah bila dimungkinkan melalui sampling Rapid Test Corona / Covid -19, besarnya ancaman efektivitas dukungan sumber daya teknik operasional, pertimbangan ekonomi, sosial, dan budaya, keamanan dengan kajian melibatkan unsur pejabat pemerintah daerah, perwakilan unsur akademik, perwakilan media massa, perwakilan tokoh masyarakat, budayawan, pemerhati kebijakan publik, perwakilan dunia usaha dan unsur lainnya.

“Hasil kajian dijadikan sebagai data siagaan dan dasar penyempurnaan kebijakan dalam pencegahan dan penanganan Covid – 19 di Kabupaten Garut, yang dapat dipahami sampai kepada ukur tingkat RW RT sebagaimana yang telah dipertimbangkan jika diperintahkan oleh pemerintah daerah kepada jajaran Kecamatan desa kelurahan serta merupakan bagian penyusunan program kegiatan dalam serta merupakan APBD Tahun Anggaran 2020 keputusan Menteri Keuangan,” Tegasnya.

Rd. Yayuk Tien Rahayu mengherankan terhadap tindakan Bupati Garut yang tidak mengedepankan kebutuhan pangan warga Garut dan juga merasa aneh sampai saat ini saja masih belum ada bantuan buat warga, baru pendataan, dan ini berdasarkan keterangan dari sebagian warga masyarakat, kini malah bertanya-tanya, kapan turunnya bantuan dari pemerintah itu?

“Sedangkan yang saya tahu pada Rapim itu, Pak Bupati, telah mengajukan anggaran 60 Milyar terkait penanganan Covid-19. Kini yang menjadi pertanyaan anggaran BTT kemarin kemana, dan untuk apanya kita belum tahu,” tandasnya.

Rd. Yayuk pun menuturkan pengalamannya bertemu dengan tukang delman di Kadungora dan Leles, sampai tidak kuat meneteskan airmata, dan bertanya dalam diri.

“Uang segitu besar, dipakai untuk apa dan dikemanakan oleh Bupati?” cetusnya.

Rd. Yayuk berharap Pemkab untuk segera merealisasikan dan memperhatikan warga masyarakat, berpenghasilan terdampak covid-19 seperti sopir angkot, ojeg, tukang delman, tukang dagang yang di sekolah, masyarakat tidak berpenghasilan dan banyak lagi yang termasuk PDP, ODP, OTG.

“Jadi pertanyaannya, masyarakat mana yang di perhatikan oleh Bupati kenapa jadi Bank Emok lebih diperhatikan, wajar dan pantas jika rekan – rekan dari sosial kontrol baik media, ormas, LSM, aktivis dan pemerhati lainnya mempertanyakan kenapa sikap Ketua Gugus Tugas Covid -19 (Bupati Garut) jadi gamang dan ngawur, ini tidak adil rasanya, dan ini perlu sikap tegas dari DPRD Kabupaten Garut,” Pungkas Rd. Yayuk Tien Rahayu, anggota Fraksi Gerinda DPRD Kab. Garut.***Yohaness.

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ormas Keagamaan LDII Jatiluhur Bagikan 1000 Masker Untuk Pengguna Jalan

Next Post

Ormas Keagamaan LDII Jatiluhur Bagikan 1000 Masker Untuk Pengguna Jalan  Di Jatiluhur

Related Posts

DMI Garut Periode 2026–2031 Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid
deNews

DMI Garut Periode 2026–2031 Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026
Pelepasan Purna Tugas Sekda Garut Dikritik, Puluhan Wartawan Tak Diizinkan Meliput
deNews

Pelepasan Purna Tugas Sekda Garut Dikritik, Puluhan Wartawan Tak Diizinkan Meliput

Kamis, 29 Oktober 2026
Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-0 di Stadion Si Jalaka Harupat
deNews

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-0 di Stadion Si Jalaka Harupat

Kamis, 29 Oktober 2026
Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi,1.1 Ton  Diamankan
Hukum dan Kriminal

Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi,1.1 Ton Diamankan

Kamis, 29 Oktober 2026
Mulan Jameela Dorong Konsumen Cerdas di Era Digital, Ingatkan Bahaya Transaksi Online Tanpa Kehati-hatian
deNews

Mulan Jameela Dorong Konsumen Cerdas di Era Digital, Ingatkan Bahaya Transaksi Online Tanpa Kehati-hatian

Kamis, 29 Oktober 2026
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan  Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG
Hukum dan Kriminal

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG

Kamis, 29 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Diduga Akibat Gorong Gorong Dari PT MPI Tersumbat, Rumah dan Sawah Warga Desa Bunder Tergenang Air

Jumat, 13 November 2020
Emma Dety terpilih menjadi Ketua KORMI Kabupaten Bandung Periode 2025-2029.

Nahkodai KORMI Kabupaten Bandung Periode 2025-2029 Emma Dety Komitmen Kibarkan Panji Olahraga Masyarakat Hingga Pelosok Desa

Jumat, 26 September 2025

DPC GRIB Kabupaten Garut Intruksikan Pengurus GRIB Tiap Kecamatan Investigasi Dugaan Penyelewengan Bansos Di Desa

Senin, 7 September 2020

Rektor UNIGAL Terpilih Canangkan Kampus Konservasi dan Budaya

Selasa, 5 Juli 2022

Kasrem 062/TN Dampingi Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana Banjir Dan Longsor Pameungpeuk

Kamis, 15 Oktober 2020

Pandangan Fraksi PKB terhadap LKPJ Bupati Garut Tahun 2024 : Fokus Dalam Belanja Modal Untuk Peningkatan IPM

Jumat, 16 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste