• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Juli 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Parlementaria

Ada Warga Makan Nasi Aron, Erwin Pertanyakan Kinerja Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung

bydejurnalcom
Sabtu, 2 Mei 2020
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Seorang warga Kampung Babakan Leuwi Bandung, RT. 05 RW. 01 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung harus makan nasi aron ketika berbuka puasa karena tidak memiliki beras.

Ini salah satu potret warga Kabupatem Bandung yang terkena dampak Covid-19, selain berbuka puasa demgan makan nasi aron, juga ada yang mengganti susu anaknya dengan air dicampur gula merah (aren).

BacaJuga :

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga

340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat

Kondisi ini membuat prihatin anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung H. Erwin Gunawan.

“Mereka itu warga Kabupaten Bandung, dan layak dapat bantuan pemerintah. Apalagi Dayeuhkolot kan masuk sebagai wilayah Pembatasan Berskala Besar (PSBB) yang kebutuhan wargamya wajib dipenuhi,” tuturnya saat melakukan Bakti sosial, membagikan 150 nasi bungkus bersama PAUD Al-Hidayah, Jumat (1/5/2020) Sore di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Menurut Erwin, warga yang harus makan nasi aron itu bernama Oleh yang kesehariannya menjadi pemulung dengan penghasilan Rp 40 perhari. Namun, saat hujan dan banjir Oleh dan keluarganya harus puasa, karena tidak ada penghasilan sama sekali.

“Apalagi sekarang dengan terjadinya musibah Covid-19, Oleh tidak berpenghasilan sama sekali. Bankan untuk berbuka puasa anak dan istrinya dia hanya mampu memberinya nasi aron,” kata Erwin.

“Kejadian sama, akibat wabah pandemi Virus Corona menimpa pada Yusmarini, yang di PHK oleh perusahaannya, dengan terpaksa mengganti susu anaknya dengan air yang dicampur gula merah,” imbuh Erwin.

Dengan kejadian ini, Erwin mempertanyakan kinerja Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Kabupaten Bandung, yang dinilainya tidak efektf.

“Percuma anggaran sebesar Rp. 123 milyar, tapi kinerjanya belum terbukti,” tegasnya.

Anggaran untuk pencegahan Covid -19 Pemda Bandung bahkan harus “mengkukud” dari tiap dinas lebih dari Rp 1 miliar. Hal ini diakui oleh Dedeh Yulia, S.Ip Seksi Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Dinas Perarsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung, yang harus membatalkan beberapa rencana belanja pengadaan buku, karena anggarannya “habis”.

“Tapi saya maklum karena ini situasi kejadian luar biasa. Mudah-mudahan segera berlalu,” ujarnya belum lama ini via telepon.

Sementara Erwin kembali menjelaskan, untuk jaring sosial tidak cukup data dari Puskesos, dan BPS, sebab ujar Erwin tidak menutup kemungkinan itu data lama, sehingga warga miskin luput dari bantuan.

Erwin meminta, Pemkab Bandung segera melakukan pemutahiran data, agar pemberian bantuan bisa tepat sasaran. ” Yang saya temukan baru satu Oleh saja, tidak menutup kemungkinan masih ada oleh-oleh yang lainnya,” tuturnya.

Selama ini, jelas Erwin Kabupaten Bandung itu meraih segudang penghargaan, baik dari tingkat nasional dan regional. Tapi kenyataan, di wilayahnya masih ada masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinin dan luput dari jaring sosial.

Menurut Erwin, penghargaan, bukan jaminan keberhasilan suatu daerah, tapi pemenuhan kebutuhan makan masyarakat, terutama warga miskin harus menjadi prioritas.

“Memprihatinkan. Rakyat tidak butuh penghargaan, tetapi warga butuh makan untuk menyambung hidupnya,” pungkasnya. *** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pemda Karawang Gelar Apel Persiapan PSBB 6 Mei 2020

Next Post

Update Covid-19 Purwakarta : PDP Bertambah 2 Orang, Positif 15

Related Posts

Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut  kepada Bupati
deNews

Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut kepada Bupati

Senin, 6 Juli 2026
Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan
deNews

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Senin, 6 Juli 2026
Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah
deNews

Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

Senin, 6 Juli 2026
Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo
deNews

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Senin, 6 Juli 2026
Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga
deNews

Dari Anak Kambing hingga Orang Tua Asuh, Desa Beber Bangun Masa Depan Lewat Deretan Inovasi yang Lahir dari Warga

Minggu, 5 Juli 2026
340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat
deNews

340 Tahun Desa Beber, Milangkala Jadi Momentum Merawat Jejak Leluhur dan Menguatkan Jati Diri Masyarakat

Minggu, 5 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Pertanyakan Potongan TPG 2,5 Persen Untuk Zakat, Disdik Garut Jadi Am(b)ilin?

Selasa, 27 April 2021

KabarDaerah

Dugaan Ada “Siswa Siluman” dan “Mafia Dapodik”, Ini Kata Pejabat Disdik Garut dan Jabar

Kamis, 16 Desember 2021

Pesta Rakyat Garut Berbuah Insiden, Begini Kata Legislator Imas Aan Ubudiyah

Sabtu, 19 Juli 2025

Kapolsek Bungursari : Operasi Yustisi Agar Masyarakat Menerapkan Protkes Setiap saat

Senin, 19 Oktober 2020
Ceng Aam

Isi Maklumat Ramadan, Dibalik Aksi Razia Warung di Garut Berujung Ricuh lalu Viral

Selasa, 11 Maret 2025
Sekjen FPPG, Pian Sopyana saat bersama ayah dan suami Pekerja Saudi asal Pameungpeuk. (Foto : Rachman Esha/dejurnal.com).

Ada Indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang, Forum Pemuda Peduli Garut Advokasi Pekerja Saudi Asal Pameungpeuk

Kamis, 1 April 2021

PGRI Ciamis Adakan Konfrensi Tentukan Langkah Lima Tahun Kedepan

Senin, 18 Oktober 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste