Jumat, 24 Mei 2024
BerandadeNewsGNPK RI Garut Kecam Pengeroyokan Eggi Dan Dalami Dugaan Pungli Oknum Pendamping...

GNPK RI Garut Kecam Pengeroyokan Eggi Dan Dalami Dugaan Pungli Oknum Pendamping PKH Untuk Dilapor Ke APH

Dejurnal.com, Garut – GNPK RI Kabupaten Garut mengecam pengeroyokan yang dilakukan keluarga dan oknum pendamping PKH terhadap seorang warga Barusuda di Kecamatan Cigedug bernama Eggy beberapa waktu lalu.

Baca : Oknum Pendamping PKH Dan Keluarganya Keroyok Warga Barusuda Cigedug Karena Pertanyakan Pungli PKH

Hal itu disampaikan Ketua GNPK RI Kabupaten Garut H. Kinkin Miftah Aqil saat ditemui dejurnal.com di kediamannya, Campaka, Selasa (5/5/2020).

Menurut H. Kinkin, dari awal kasus pengeroyokan itu mencuat di media massa, GNPK RI sudah menangkap sinyal karena selama ini pihaknya memang sedang konsen mengawal program pemerintah pusat seperti program Sembako/BPNT dan PKH.

“Jadi ketika ada berita tersebut, kita sudah sigap untuk mendalami punglinya dan kita laporkan ke APH,” tandasnya.

GNPK RI mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum pendamping PKH dan keluarganya atau siapapun karena itu melanggar aturan.

“Jika memang tak merasa lakukan pungli atau korupsi dana PKH, kenapa harus memukuli, di sini justru sebuah kedunguan, menganiaya ya, kasus punglinya juga harus diusut,” terangnya.

H. Kinkin mengaku bahwa GNPK RI sudah mengumpulkan bukti terkait pungli yang dilakukan para pendamping PKH untuk dilanjutkan ke APH.

Sementara itu, warga Barusuda yang dikeroyok oknum pendamping PKH karena mempertanyakan dugaan pungutan yang dilakukan kepada KPM PKH, Eggy mengaku pasca persoalan itu mencuat beberapa LSM di Kabupaten Garut mendatanginya untuk kroscek terkait hal tersebut.

“Ada beberapa LSM yang datang ke rumah dan meminta kasus ini dikuasakan pada mereka,” ujarnya kepada dejurnal.com melalui aplikasi perpesanan.

Menurut Eggy, jika teman-teman LSM memang penggiat anti korupsi dan peduli terhadap warga miskin yang dipotong dana PKHna silahkan kroscek lapangan.

“Para KPM PKH itu jelas kok, saya saja yang bukan anggota LSM apapun bisa mendapatkan data dari warga yang menerima PKH,” pungkasnya.***Esha

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI