Jumat, 24 Mei 2024
BerandaGerbangDesaKades Berkah Klarifikasi Isu Tentang Viral Video Para Kades : Tak Ada...

Kades Berkah Klarifikasi Isu Tentang Viral Video Para Kades : Tak Ada Nuansa Politis

DeJurnal.com, Kab. Sukabumi -Ramainya perbincangan warganet terhadap video para kepala desa yang mempersoalkan bansos dianggap ada nuansa politik di dalamnya.

Hal tersebut dibantah para kepala desa yang tergabung di video yang menjadi viral tersebut. Salah satunya ialah Kepala Desa Berkah Kecamatan Bojonggonteng Andri yang membantah tentang adanya isu nuansa politik yang di kemas saat itu.

“Kami para kades membuat hal itu secara spontan dan tanpa mempersiapkan narasi sebelumnya, cuma yang saya tahu ada salah satu kades di dalam barisan itu memiliki pandangan politik yang berbeda dengan kami,” ungkap Kades Berkah saat di konfirmasi deJurnal.com, Sabtu (2/5/2020) di kediamannya.

Kades Andri menjelaskan secara menyeluruh, ketika publik menilai bahwasanya hal itu ada kaitan ke area politik kami tegaskan tidak ada,dan jika perspektif masyarakat berbeda wajar, yang jelas point di saat itu kami menolak sistem aja karena data yang di pergunakan di anggap carut marut.

“Kami menyampaikan kepada Bu kadis langsung bahkan bu kadis sendiri setuju dengan misi yang kami sajikan, yaitu untuk memvalidasikan dulu data yang dipaksi pihak pemerintah propinsi,” ujarnya.

Dikatakan Kades Andri, mengacu kepada ada pihak yang menyebutkan ke arah politik, sekali lagi ditegaskan tidak ada, pihaknya mengetahui kondisi saat ini yang mencakup ke aspek politik, karena ada isu bahwa Ketua APDESI di gadang-gadang akan bersanding dengan salah satu calon F1 Kabupaten Sukabumi.

“Itu juga tidak benar dan saya tahu arah itu, karena Ketua Apdesi sendiri belum terpikir ke arah sana,” ujarnya.

Lanjut Kades, kami tentunya akan fokus dulu bagaimana mengemas dari kekurangan yang di butuhkan warga terkait pendistribusian bantuan baik BLT atau hal lain yang sifatnya bantuan dari pemerintah, kami hanya menyayangkan dengan adanya bukti temuan di beberapa kantor pos dan termasuk Desa Berkah sendiri ada beberapa orang yang sudah almarhum mendapatkan bantuan yang di kirim via pos.

“Dengan fakta itu validasi data provinsi di anggap tidak tervalidasi secara benar dan tidak mengacu kepada data yang sekarang ini,” pungkasnya.***Aldy

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI