Rabu, 19 Juni 2024
BerandadeNewsSejak Terbentuknya Dewan Kebudayaan Baru Sekali Ini terima Aspirasi

Sejak Terbentuknya Dewan Kebudayaan Baru Sekali Ini terima Aspirasi

dejurnal.com,Bandung – Sejak terbentuknya Dewan Kebudayaan (DK) Kabupaten Bandung pada 10 Maret 2020 lalu, baru kali ini menerima aspirasi dari para seniman Kabupaten Bandung terkait nasib para seniman yang mengandalkan mata pencaharian dari pertunjukan seni di panggung hajatan di tengah pandemi corona.

“Tadinya, para seniman akan berdemo kepada Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung. Mereka meminta solusi atau diberi ruag untuk berekpresi  berkesenian. Tapi saya katakan jangan demo, kan ada DK, sampaikan saja nanti DK tampung, dan sampaikan ke Disparbud untuk kami bahas. Kan fungsi DK itu sebagai katalisator antara seniman dan pemerintah,” kata Ketua DK Kabupaten Bandung, Dian Hendrayana saat ditemui di sela-sela acara simulasi pagelaran kesenian di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), di Anjungan Kampung Budaya Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Jum’at (26/6/2020).

Aspirasi dari para seniman, menurut Dian direspon dengan baik oleh pemerintah. Saat ini pemerintah sedang membuat regulasi untuk mengatur bagaimana pelaksanaan pagelaran seni di masa AKB.

Sebelum Peraturan Bupati (Perbup) yang rencananya akan keluar pada mimggu kedua Juli ini, Disparbud melakukan simulasi resepsi dan pagelaran seni di masa AKB.

Anjungan Kampung Budaya Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya menjadi tempat simulasi pertama dan menjadi prototif untuk gelar resepsi dan pagelaran kesenian lainnya. Saat itu disimulasikan bagaimana cara menyambut pengantin pria dengan upacara adat, bagaimana menerima para tetamu, bersalaman, sawer pengantin, dan bagaimana personil kesenian menjalankan protokol pencegahan covid-19.

“Pada intinya, ada tiga hal yang harus dipatuhi untuk nanti pemangku hajat dan para seniman yang magelaran, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Sebenarnya ini mudah dilaksanakan, tingga niat yang  kuat dari diri kita masing,” jelsa Dian.

Dian berharap simulasi tersebut menjadi edukasi bagi masyarakat dan para pelaku seni, srta Perbup nanti menjadi i solusi dari permaslahan selama tidak bisa berekpresi .***Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI