Sabtu, 18 Mei 2024
BerandadeNewsWarga Desa Nanjung Kecamatan Margaasih Menanti BLT Tahap 2

Warga Desa Nanjung Kecamatan Margaasih Menanti BLT Tahap 2

dejurnal.com,Kab Bandung – Sejumlah warga penerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Dana Desa ( DD) Desa  Nanjung Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung menanti BLT tahap kedua cair setelah cukup lama mereka menerima BLT tahap pertama yang cair pada bulan Mei lalu.

Kepala Desa Nanjung Dian Irawan mengaku, kemungkinan awal Juli 2020 ini BLT tahap kedua cair. “Mudah-mudahan awal Juli lah,” ujarnya saat bertemu di Kecanmatan Margaaaih, Jum’at (26/6/2020).

Padahall di desa lain, seperti Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu, warga yang menerima BLT tahap pertama awal Juni cair, tak lama tahap keduanya cair pertengahan Juni.

BLT yang diterima warga sebesar Rp 600 ribu/ bulan untuk tiga bulan sebagai jaring pengaman sosial dampak Covid-19 dianggap beberapa kepala desa lebih tepat sasaran karena data warga penerima langsung melibatkan RT dan RW.

Namun, karena kuota penerima terbatas, maka wajar bila masih ada warga yang layak menerima tetapi tidak mendapatkan. Karena alasan tersebut, beberapa RW inisiatif meminta kepada warga yang mendapatkan BLT untuk berpartisipaalsi mengumpulkan benerapa persen untuk diberilan kepada warga yang tidak mendapatkan.

Hal itu terjadi di desa Sayati dan Sukamenak Margahayu. Malahan di Desa Suka Sukamukti.Kataoang, Kepala desanya, Agus Tajudin memyarankan kepada penerima untuk bebagi rizki. Begitu pun di Desa Sukamenak, meski kepala desanya H. Adji Ahmad mengaku tidak menyarankan kepada warganya untuk melakukan hal yang sama dengan desa lain. Tapi jika ada warga penerima BLT, inisiatif menyisihkan uang dari BLT untuk diberbagi dengan yang tidak mendapatkan bantuan imenurut Adji itu urusan mereka, yang penting tidak ada tekanan dari pihak desa.

Kepala Desa Nanjung Dian Irawan mengaku, di desanya ada 250 warga penerima BLT, dirinya tidak mendengar di desanya ada RW atau RT inisiatif menyarankan kepada warga penerima BLT untuk menyisihkan dan menghimpuan uang untuk.diberikan kepda yang tidak menerima.

“Saya tidak mendengar itu di Desa Nanjung. Kalau disebut ada warga yang.layak menerima tetapi tidak mendaoatkan mungkin saja ada. Saya kan hanya mengikuti statemen pejabat di atas yang katanya semua yang terdanpak harus didata. Kalau yang tersampak, sebetulnya kita juga terdampak, tapi kan kuotanya terbatas,” katanya.

Dengan kondisi.pandemi Covid-19, Dian mengaku sejumlah pembangunan insfrastuktur dari Dana Desa ( DD)’ ditangguhkan. Namun, ia sudah memusyawarahkan hal tersebut dengan BPD dan peramgkat terkait.**** Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI