Jumat, 19 Juli 2024
BerandadeNewsYosep Nugraha:Perbup Keluar Bulan Juli,Dapur Pelaku Seni Ngebul Kembali

Yosep Nugraha:Perbup Keluar Bulan Juli,Dapur Pelaku Seni Ngebul Kembali

dejurnal.com,Kab. Bandung – Pelaku seni  di Kabupaten Bandung yang mengandalkan pencaharian dari panggung  hajatan selama diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi Cobid-19,  dapur mereka terancam tidak ngebul.

Namun, kini ada asa karena Peraturan Bupati Bandung tentang  regulasi yang membolehkan masyarakat menggelar resepsi hajatan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), minggu kedua di bulan Juli sudah beres.

” Sekarang sedang dibuat regulasinya bagaimana nanti aturan pelaksanaan resepsi di masa AKB. Insyaalloh minggu kedua bulan Juli sudah beres. Biasanya kita kan stay at home, sekarang moop on. Yang biasa nembang nembang deui, yang biasa ngadegung ngadegung deui, yang biasa ngadangdut ngadangdut deui. Dengan catatan tiga hal diperhatikan, cuci tangan, memakai masker, jaga jarak,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, H. Yosep Nugraha saat dihubungi disela-sela simulasi menggelar resepsi dan pentas seni di Anjungan Kampung Budaya, Desa Wangisagara, Kecanatan Majalaya, Jum’at (26/6/2020).

Simulasi resepsi yang melibatkan pelaku seni dan beberapa komunitas seni di Kecamatan Majalaya serta Dewan Kebudayaan Kabupaten Bandung tersebut memperagakan bagaimana menyambut pengantin dengan upacara adat, menyambut tamu, bagaimana bersalaman dengan keluarga dan pemgantin, sampai bagaimana posisi berjoged saat ada hiburan di tempat resepsi.

Semua orang mencuci tangan dan memakai masker, termasuk pengantin. Personil seni yang jika memakai masker tidak nyaman, seperti MC maka memakai fashil.

Di Anjungan tersebut disediakan tiga panggung berukuran 3×4, 4×6, dan 6×6, masing untuk organ tunggal, dangdut dan karawitan.

Melihat simulasi tersebut, Yosep menilai sudah sesuai 95 persen dari protokol pencegahan Cobid-19. “Yang 5 persennya tinggal bagaimana tidak henti-hentinya MC  nanti mengingatkan kepada orang-orang di tempat resepsi yang sebenarnya. MC kalau bisa didamping oleh petugas dari wedding organizer. Karena nanti kita berhadapan dengan banyak orang yang berbagai karakter. Ada yang tidak tahu, ada yang tahu tapi tidak peduli. Di sini kita mudah karena teriroganisir,” terang Yosep.

Yosep menambahkan, tak hanya pertunjukan kesenian di resepsi pernikahan saja yang harus melakukan simulasi  stadar pencegahan Covid-19, setiap usaha kepariwisataan dan kebudayaan, termasuk kesenian di luar resepsi pernikahan pun sama.

“Demikian pun dengan  konser musik. Namun caranya apakah nanti seperti ini atau  drive on, penonton di dalam mobil. Yang penting kesenian bisa diaktivasi,” pungkas Yosep.*** Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI