Senin, 20 Mei 2024
BerandadeNewsDampak Proyek Kereta Cepat 50 Hektar Sawah Tidak Teraliri Air, Kontraktor PT...

Dampak Proyek Kereta Cepat 50 Hektar Sawah Tidak Teraliri Air, Kontraktor PT WIKA Lakukan Investigasi dan Mitigasi

dejurnal.com, Purwakarta – Pengembang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melalui kontraktor PT Wika (persero) Tbk, Section 3 Walini akan melakukan investigasi dan mitigasi terhadap wilayah yang dianggap terdampak oleh pengerjaan proyek tersebut di wilayah Kecamatan Plered, Purwakarta.

Hal itu dilakukan menyusul beredarnya informasi bahwa terdapat 50 hektar areal persawahan tepatnya di sekitar Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered yang ditenggarai terdampak pengerjaan proyek tersebut.

“Kami telah menurunkan tim untuk investigasi wilayah tersebut agar langkah-langkah mitigasi bisa segera dilakukan,” kata Manajer Konstruksi PT Wika (persero) Tbk, Section 3 Walini, Ervianto kepada awak media, Jumat (17/7) di Purwakarta.

Menurutnya, terdapat dua dampak yang dapat ditimbulkan dari pengerjaan proyek tersebut, pertama dampak secara permanen dan dampak yang sipatnya temporer.

“Jika dampaknya bersipat permanen, ada kajian ulang yang akan dilakukan oleh pihak investor, kontraktror dan para steakholder dalam hal ini pemerintah daerah dan jajarannya. Tapi, jika dampaknya hanya bersipat temporer, hal itu bisa langsung kami tindaklanjuti dengan perbaikan,” ujarnya, didampingi Humas PT Wika Section 3 Walini, Suswono.

Namun demikian, pihaknya juga mengharapkan adanya eviden atau bukti-bukti yang disampaikan kepada kontraktor perihal adanya wilayah yang terdampak, bukan hanya klaim.

“Tidak mungkin warga yang sawahnya terdampak sudah berlangsung dua tahun, wong proyek kita saja mulai berjalan belum ada setahun, apalagi dengan luas mencapai 50 hektar. Kita sudah lakukan visualisasi menggunakan drone pada wilayah tersebut. Jika memang ada jalur irigasi yang terputus akan langsung dilakukan perbaikan secepatnya,” katanya

Pihaknya juga meminta agar warga yang mengalami dampak dari pembangunan kereta cepat ini bisa langsung menyampaikannya agar dapat langsung ditindaklanjuti. Bisa melalui pemerintahan desa atau pihak terkait lainnya.

“Secepatnya kita akan melakukan rekayasa engineering berupa perencanaan desain supaya dampak tersebut bisa teratasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV, DPR RI,Dedi Mulyadi sempat bertemu dengan warga sekitar Desa Cibogohilir yang menyuarakan adanya urugan proyek kereta api cepat yang menyumbat saluran air sehingga berakibat seluas 50 hektare sawah tak teraliri air dan mengaku sudah dua tahun tak bisa menanam padi.***budi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI