Dejurnal.com, Garut – Sepertinya, Keluarga Enung Nurcahyani, Pekerja Migran Indonesia asal Pameungpeuk yang bekerja di Saudi jangan terlalu berharap banyak kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk bisa membantu kepulangan Enung ke kampung halamannya. Pasalnya, anggaran pemerintah daerah kabupaten Garut untuk memulangkan pekerja migran yang bermasalah sangat minim bahkan nyaris tidak ada.
Enung Nurcahyani diketahui sebagai pekerja migran indonesia asal Pameungpeuk Garut yang diduga bekerja di Saudi dan menerima tindak kekerasan dari majikannya hingga ngesot. Enung pun dikabarkan bisa terbang ke Saudi Arabia melalui jalur unprosedural dikarenakan visa yang dipakainya adalah visa kunjungan, pihak keluarga telah meminta bantuan pemulangan kepada Pemkab Garut melalui Dinas Sosial.
Minimnya anggaran untuk mengurus pekerja migran indonesia di Kabupaten Garut disampaikan Kasi TPKPM Dinas Sosial Kabupaten Garut, Rendy Mhirza kepada dejurnal.com saat menerima kuasa keluarga Enung Nurcahyani, Senin (5/4/2021).
Dikatakan Rendi, korban human trafiking di Kabupaten Garut sebenarnya sangat banyak dan pihak Dinas Sosial sudah membantu pemulangan korban trafiking puluhan orang, dan jika dilihat sepintas dari informasi yang diterima, Enung Nurcahyani pun sudah termasuk korban trafiking karena unprosedural.
“Untuk tahun 2020, hampir 30 orang pekerja yang sudah dibantu pemulangan, dan tahun 2021 medio Januari – Maret sudah 6 orang,” tuturnya.
Ironisnya, tambah Rendi, hal ini tidak didukung dengan anggaran yang memadai karena tiap tahun hanya dijatah lebih kurang Rp 20 jutaan, bahkan untuk tahun 2021 nyaris tidak ada karena habis oleh pemangkasan untuk pandemi covid-19,
“Akang bisa bayangkan, untuk pemulangan korban trafiking yang sudah menjadi jenazah di Bali saja, menghabiskan anggaran sampai Rp 30 jutaan dan itu pakai uang pribadi dulu serta belum diganti,” ungkapnya.
Lebih lanjut Rendi mengungkapkan, kasus trafiking seharusnya diurus oleh pihak Disnakertans sebagai leading sektor, Dinas Sosial tupoksinya mengurus bagian rehabilitasinya. ” Namun pada prakteknya semua dikerjakan oleh kami dari Dinas Sosial dengan anggaran yang sangat minim,” tukasnya.
Kendati demikian, kata Rendi, Dinsoa tetap akan menerima permohonan keluarga Enung Nurcahyani dan semaksimal mungkin diproses. “Namun saya pun berharap pimpinan memahami kondisi faktual di lapangan terkait anggaran,” pungkasnya.***Raesha
Discussion about this post