Selasa, 23 Juli 2024
BerandadeHumanitiBudayaPengelola Wisata di Kabupaten Bandung Keluhkan Tumpang Tindih Aturan

Pengelola Wisata di Kabupaten Bandung Keluhkan Tumpang Tindih Aturan

Dejurnal.com, Bandung – Pengelola objek wisata di Kabupaten Bandung dengan kondisi sekarang banyak yang mengalami kerugian. Salah satu pengelola objek wisata kolam renang (Victory Water Park), di Desa Sadu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Donny mengaku, pasca liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 H (13 – 16 Mei 2021), mengalami kerugian hampir 90 persen, sehingga investasi di bidang pariwisata seakan menjadi ‘momok’ di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Donny, sejak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Sosial) Pandemi Covid-19 tahun lalu, pengunjung di kolam renang menjadi jauh berkurang.

“Dengan adanya peraturan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung tentang pembatasan-pembatasan tersebut, kami lebih selektif dan ketat terhadap pengunjung, diantaranya selain harus membatasi pengunjung sekitar 50 persen dari kapasitas yang ada, juga menerapkan 3M (Mencek Suhu tubuh, Memakai Masker dan Menjaga Jarak), hal tersebut sudah pasti berdampak kepada penghasilan dari tiket masuk,” terang Donny.

Donny memaklumi kondisi di tengah pandemi Covid-19 ini, kesehatan masyarakat lebih diutamakan oleh para pengelola wisata, termasuk di Vactory Water Park.

Diakui Donny, untuk normalnya aja pengunjung ke kolam renang yang dikelolqnya tidak terlalu banyak, sehingga untuk menutupi operasional saja kami sudah tenang. “Tapi setelah diberlakukan adanya PSBB, kami cukup kelimpungan, jangankan untuk keuntungan, untuk biaya operasionalnya tidak tertutup.” kilahnya.

Harapan para pengelola wisata yaitu pada liburan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Mengingat pemerintah telah mengeluarkan peraturan pelarangan mudik dan membolehkan pembukaan objek wisata.

“Jadi untuk menambah daya tarik dan memuaskan liburan pengunjung di Victory Water Park, jauh sebelumnya, pihaknya telah menambah berbagai wahana arena permainan air, tentunya kami bontang banting cari modal untuk itu,” terang Donny.

Pada hari H+1 lebaran pengunjung masih sedikit. Hari Jum’at (14/05) pengunjung mulai banyak. Puncaknya pada hari Sabtu (15/05) pengunjung mulai membludak sejak pagi, “Jam 10.00 kami sudah tutup karena kapasitas 50 persen pengunjung sesuai dengan aturan. Kami buka lagi sekitar jam 14.00 karena sudah ada rotasi atau pengunjung yang pulang.” tambah Donny.

Untuk hari Minggu (16/05/2021) Victory Water Park tutup, hal itu sesuai dengan himbauan dari Pa Bupati, Kapolres, Dinas Pariwisata serta jajaran Forkompimcam setempat yang menindak lanjuti Peraturan yang dikeluarkan Gubernur pada Sabtu (15/05) malam, untuk menutup objek wisata di wilayah Pasirjambu, Ciwidey dan Ranca Bali (PACIRA).

“Sebelumnya kami para pengelola wisata mempunyai secercah harapan dengan adanya kebijakan gubernur Jawa Barat terkait pelarangan mudik tapi objek wisata diperbolehkan dibuka. Tapi kenyataannya, peraturan tersebut berubah dalam hitungan hari.” kata Donny.

Donny berharap, dengan kebijakan pemerintah, satu sisi harus memperhatikan kesehatan, sisi lainnya ekonomi juga harus tetap berjalan. “Aturan yang sudah ada jangan tumpang tindih, kalau memang aturan sudah memperbolehkan, ya pemerintah harus konsekuen dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan, kita sebagai pengelola harus mentaati dan melaksanakannya. Tapi jangan secara tiba-tiba ada aturan baru yang membuat pengusaha merugi,” tandasnya.***Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI