Kamis, 20 Juni 2024
BerandadeNewsWabup Bandung Sahrul Gunawan Ingatkan Warga Nanjung Agar Waspada Banjir di Musim...

Wabup Bandung Sahrul Gunawan Ingatkan Warga Nanjung Agar Waspada Banjir di Musim Hujan

Dejurnal. com, Bandung – Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan mengingatkan masyarakat Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung agar jangan menganggap enteng sampah dengan membuang sembarangan, dan diimbau terus meningkatkan kewaspadaan di musim hujan ini.

Hal ini dikatakan Sahrul Gunawan usai melakukan kunjungan ke Desa Nanjung, dan melakukan shalat Juma’at di Masjid Jami Nurul Huda RW XI desa setempat, Juma’at (12/11/2021).

Sahrul mengatakan, sebelum dirinya berkunjung ke Desa Nanjung beberapa hari sebelumnya ia ke memantau banjir di daerah Solokanjeruk, Panyadap, dan Majalaya.

Kejadian banjir di sana, kata Sahrul karena ada balok kayu yang menyumbat sungai sehingga air meluber. “Jadi ini peringatan untuk kita bedhari-hati, jangan menganggap enteng sampaih, ” katanya.

Selain mengingatkan masyarakat agar jangan membuang sampah, Sahrul juga mengajak masyarakat Nanjung untuk menyukseskan vaksinasi yang ditargetkan 80 persen oleh pemerintah pada bulan Desember 2021.

Menurut Sahrul, Vaksinasi di Kabupaten Bandung saat ini baru mencapai 50 persen. “Mudah-mudahan pandemi yang sudah dua tahun ini segera berlalu, biar gerak ekonomi mulai lagi, ” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Margaasih Asep Ruswandi yang mendampingi Sahrul Gunawan mengatakan, titik langganan banjir di Kecamatan Margaasih yakni di Jalan Rancamalang, Desa Margaasih yang diakibatkan dari meluapnya Sungai Cilember karena tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke jalan dan perkampungan.

“Selain itu, yang ada potensi banjir yakni di Desa Cigondewah Hilir dan Desa Rahayu, ” kata Asep.

Sedangkan di Desa Nanjung, sudah jarang terjadi banjir. Menurut Kepala Desa Nanjung Dian Irawan, di Desa Nanjung banyak lokasi, hampir di tiap gang diberi serapan air dengan memasang serapan air dengan kedalaman 3 meter, tiap pemasangan vaping blok, dipasang serapan air dengan jarak per 5 meter.

“Paling-paling yang masih terjadi banjir cai leuncang, kerena ada solokan mampet di RT 01/RW 02 Kp Jati. Karena belum teranggarkan, ” tutup Dian.***Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI