Kamis, 20 Juni 2024
BerandadeNewsJoget Tiktok Bupati Garut, Diklaim Memicu Dukungan Eksekutif dan Legislatif Kepada Aliansi...

Joget Tiktok Bupati Garut, Diklaim Memicu Dukungan Eksekutif dan Legislatif Kepada Aliansi D’Ragam

Dejurnal.com, Garut – Aliansi Dekrit Rakyat Garut Menggugat (D’RAGAM) mengklaim jelang Forum Group Discussion (FGD) sesi kedua, dukungan dari jajaran eksekutif dan legislatif kepada D’RAGAM semakin menguat.

“Saat ini dinamika kita terus menguat, menjelang FGD episode kedua dukungan terus berdatangan dari unsur legislatif dan eksekutif. Ini pertanda baik untuk demokrasi di Garut,” ujar juru bicara D’RAGAM, Zamzam Zainulhaq.

Lanjutnya, pihaknya menyongsong langkah KPK, Kemendagri, Ditjen Gakkum KLHK dan Ombudsman RI dengan pelaksanaan FGD untuk mempertajam apa yang telah kita sampaikan ke DPRD.

“Di perjalanan kita bersyukur diberikan kelancaran dan dukungan yang semakin meluas, kami apresiasi semua pihak yang telah memberikan perhatian untuk perbaikan Garut,” ujarnya.

Zamzam mengungkapkan, menguatnya dukungan untuk D’RAGAM didorong oleh perilaku Bupati Garut yang kurang empatik dengan mempertontonkan jogetnya di Lombok melalui aplikasi Tiktok bersama jajaran manajemen RSUD dr. Slamet Garut di saat masih berlangsung masa tanggap darurat bencana banjir bandang Sukawening-Karangtengah Garut.

“Sebelumnya dua hal isu terkait desakan mundur Bupati dan Wakil Bupati Garut, yaitu tentang pembiaran perusakan lingkungan dan pencegahan bencana alam yang buruk.

“Pas kita sedang olah itu bersama DPRD, kejadian lagi bencana banjir bandang yang ketiga di Sukawening dan Karangtengah. Hal ini membenarkan apa yang sudah kita tuduhkan, bahwa Bupati tidak melakukan penertiban penggunaan lahan sekaligus tidak melakukan upaya pencegahan bencana alam,” ungkapnya.

Menurut Zamzam hal itu sudah disampaikan ke Ditjen Gakkum KLHK dan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Kang Dedi Mulyadi.

“Alhamdulillah langsung direspon dengan kunjungan spesifik beserta beberapa dirjen dan kepala institusi yang berkaitan. Ini pertanda bahwa apa yang kita laporkan segera ditindak lanjut,” terangnya.

Zamzam menegaskan, secara umum masyarakat Garut menganggap bahwa joget maut Pak Bupati di Lombok tidak elok di saat masih tanggap darurat bencana Sukawening – Karangtengah masih berlangsung dimana harusnya beliau ada di tengah warga korban, bahu membahu melakukan tindakan penanggulangan.

“Ini malah piknik ke Lombok, bahkan sepulangnya Pak Bupati dalam kesempatan apel pagi malah memerintahkan staf-stafnya untuk menghabiskan sisa anggaran dengan berwisata. Ini kan jelas kontraproduktif. Saya rasa itu yang memicu menurunnya popularitas Bupati saat ini dan menguatnya dukungan kepada kita,” “pungkasnya.***Raesha

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI