Dejurnal.com, Garut – Ketua Apdesi Kecamatan Karangpawitan, Dedi mengaku heran atas adanya isu tak berdasar yang terus ditujukan ke Apdesi. Padahal, beberapa waktu lalu sudah dilakukan islah dengan beberapa rekan wartawan yang berisi tiga poin.
“Islah pada waktu ada tiga poin yang disepakati, pertama saling meminta maaf, kedua tidak memberitakan lagi hal negatif tanpa dasar dan ketiga mengangkat hak jawab yang disampaikan,” ujar Dedi yang juga menjabat kepala desa Situ Gede kepada dejurnal.com, Sabtu (5/11/2022).
Menurutnya, hak jawab yang disampaikan pada pertemuan islah itu tak ada satu pun yang diangkat. “Padahal setahu saya menurut UU Pers, hak jawab itu harus tersampaikan kepada publik agar menjadi berimbang,” ujarnya.
Kendati demikian, selaku Ketua Apdesi, pihaknya tidak melakukan protes terkait hak jawab yang tidak terakomodir namun dirinya kaget ketika pasca islah isu semakin digulirkan. “Dan semakin kaget lagi ketika ada salah satu oknum wartawan yang meminta uang untuk menyelesaikan persoalan berita,” ungkapnya.
Dedi menyesalkan jika ujung pelemparan isu ini justru mengarah kepada indikasi pemerasan dengan meminta sejumlah uang untuk menutup pemberitaan. “Pihak kami sudah berkoordinasi dengan pengacara Apdesi dan polres untuk melaporkan dugaan pemerasan ini,” ungkapnya.
Lanjut Dedi, pihaknya tidak pernah anti untuk dikritik selama itu membangun dan mengingatkan demi kebaikan. “Namun ketika dituding tanpa dasar dan ujung-ujungnya minta duit, yaa kita pun tentu tak terima,” pungkasnya.***Adesya/Red