• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Januari 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Bencana Hidro Meteorologi Mengintai, Ampibi : Pemkab Garut Harus Serius Lakukan Upaya Preventif Penanggulangan Bencana

bydejurnalcom
Kamis, 3 November 2022
Reading Time: 3 mins read
Bencana Hidro Meteorologi Mengintai, Ampibi : Pemkab Garut Harus Serius Lakukan Upaya Preventif Penanggulangan Bencana
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Bencana hidro meteorologi dan geologi di Kabupaten Garut semakin mengkhawatirkan karena mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat seiring masifnya kerusakan alam Kabupaten Garut dimana hutan lindung jadi kebun sayuran, bukit sebagai tanggul alami dikeruk untuk pariwisata yang tanpa konsep, hal ini sangat meningkatkan risiko dan ancaman bencana alam.

Hal itu dikemukan Ketua Bidang Advokaai Aliansi Masyarakat Peduli Penanggulangan Bencana Indonesia (AMPIBI) Garut, Andri Hidayatulooh dalam rilis tertulis kepada dejurnal.com, Kamis (3/11/2022).

Terjadinya kerusakan alam di wilayah Pasirwangi dapat disebabkan faktor peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Faktor alam memang tidak bisa dihindari sedkitpun tetapi faktor manusia bisa diminimalisir.

BacaJuga :

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Kerusakan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem. Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan seperti daerah kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut.

Potensi dan ancaman bencana longsor dan banjir bandang di kecamatan Pasirwangi sangat tinggi, salah satunya di kampung Sintok, bekas bencana longsor tahun 2019 belum di perbaiki sama sekali oleh pemerintah daerah Kabupaten Garut, sedangkan potensi ancaman bencana alam yang akan mengancam warga masyarakat desa sekitar masih begitu tinggi dan menyangkut ratusan rumah.

Ancaman bencana tersebut akan menjadi rutinitas jika rusaknya lingkungan tidak segera di perbaiki. Meskipun jika ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan tegakan di tumbangkan untuk ekplorasi panas bumi, hutan di jadikan lahan pertanian, daerah rawan gerakan tanah di jadikan pariwisata

“Pantauan kami di lapangan melihat terus ada pergerakan tanah setiap hujan terjadi dan bisa saja gerakan tanah terjadi manakala kendaraan berat melewati lintasan jalan menuju Kawasan panas bumi,” ujar Ketua Ampibi, Andri Hidayatullah.

Karena itu, AMPIBI akan terus mengawal proses penyelenggaraan penanggulangannya baik pra, saat dan pasca bencana.

“Kami, AMPIBI sangat menanti keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Pihak Star Energi, BKSDA, dan Perum Perhutani dan BBWS untuk menanggulangi kejadian bencana alam di Pasirwangi,” tandasnya.

Menurut Andri, pihaknya juga meminta KLHK mengevaluasi kebijakan kebijakan yang bisa menurunkan daya dukung lingkungan, BBWS Cimanuk-Cisanggarung harus turun tangan atas terjadinya perubahan sempadan sungai, sedimentasi, abrasi dan mengevaluasi kondisi Bendung Copong terutama saluran tersiernya.

“Pemerintah daerah kabupaten Garut harus serius dalam menangani persoalan lingkungan yang menyebabkan terjadinya bencana, apalagi kabupaten Garut satu-satunya kabupaten yang memiliki Perda Tataruang berbasis mitigasi bencana, harus diimplementasikan bukan hanya sekedar dokumen normatif,” tandasnya.

Pihak DPRD pun harus mendorong dari sisi kebijakan politik yang pro keberlanjutan ekologi, keselamatan lingkungan dan masyarakat. “Siapakah yang harus bertanggungjawab Ketika potensi ancaman bencana alam akibat pasca bencana tidak ada tindak lanjut?” ujarnya dengan nada tanya.

Lanjut Andri, AMPIBI sangat menantikan keseriusan pemangku kebijakan untuk menjamin keselamatan masyarakat Garut dari ancaman bencana. “Sesuai dengan amanat Undang Undang No 24/ 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan pemerintah No. 22/2008 tentang Pendanaan Dan Pengelolaan Bantuan Bencana,” pungkasnya.***Red

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: GarutHidrometeorologi
Previous Post

Kuantitas Budidaya Maggot di Kabupaten Sumedang Terus Meningkat, Bisa Jadi Solusi Tangani Kebersihan

Next Post

Polri Gelar Latihan Pengamanan KTT G20 di Bali

Related Posts

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras
Hukum dan Kriminal

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras

Kamis, 1 Januari 2026
deNews

Proyek Rekonstruksi Jalan Pasirwangi-Darajat Senilai Rp 1,9 Milyar Disoal, 2025 Berlalu Pekerjaan Belum Tuntas?

Kamis, 1 Januari 2026
Parlementaria

Di Penghujung Tahun, DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Laporan Kinerja 2025

Kamis, 1 Januari 2026
Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan
dePolitik

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Rabu, 31 Desember 2025
Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?
deNews

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Rabu, 31 Desember 2025
Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga
GerbangDesa

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Rabu, 31 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

KabarDaerah

Pemdes Sukatani Upayakan Warga Terima Bantuan Dari Berbagai Pintu, Bukan Dengan Dipotong

Minggu, 17 Mei 2020

Dedi Mulyadi Menyapa Warga Ciamis Sukses Digelar

Kamis, 15 Agustus 2024
Foto : Ist/ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanggap Darurat Bencana bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Keagamaan di Asrama Haji Islamic Center Ciamis pada Rabu (20/11/2024).

BPBD Ciamis Gelar Bimtek Tanggap Darurat Bencana Bersama Baznas dan KPU

Kamis, 21 November 2024

Mayat Wisatawan yang Tenggelam di Pantai Karangpapak Ditemukan Sat Polairud

Jumat, 4 April 2025

PPDB SMPN 3 Garut Tahun 2023/2024 Berjalan Kondusif, 390 Siswa Diterima

Rabu, 26 Juli 2023

Longsor dan Pohon Tumbang Landa Desa Loji Simpenan

Senin, 17 Februari 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste