Jumat, 19 April 2024
BerandadePolitikLegislatorIni Yang Disampaikan Legislator Fraksi Golkar Provinsi Jabar Ahmad Hidayat, S.I.KOM Saat...

Ini Yang Disampaikan Legislator Fraksi Golkar Provinsi Jabar Ahmad Hidayat, S.I.KOM Saat Reses di Kelurahan Kencana

DeJurnal.com, Kab.Bandung- Angota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar Ahmad Hidayat, S.I.KOM menemui konstituennya dalam reses yang digelar di Gedung Aula Kelurahan Kencana Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu(22/02/2023).

Reses ini dihadiri oleh Ketua PK Golkar kecamatan Rancaekek Uus, Sekcam Rancaekek, Lurah Kencana, dan para tokoh serta masyarakat setempat.

Kelurahan Kencana di 2019 menurut Ahmad merupakan beterfil, atau medan tempur bagi semua caleg.

“Bukan hanya dari Partai Golkar, di Partai Golkar sendiri hampir semua caleg provinsi masuk ke Kencana. Saya sendiri memilih untuk tidak masuk, ” ujar Ahmad kepada awak media seusai reses.

Oleh karena itu, lanjut Ahmad suara yang besar di Kelurahan Kencana beberapa caleg dari Golkar. Ahmad menyebut nama Yoga, Dadang Supriatna dan Ny Cucu.

“Tetapi ketika menjabat sebagai anggota dewan kita tidak bisa lantas memilah-milah wilayah mana yang mendukung kita dulu dan mana yang belum.Saya kira ketika saya maju lagi, idealnya dari Kelurahan Kencana harus dapat dukungan, ” terang Ahmad.

Ahmad mengaku, ia membuktikan, di tahun 2019 dirinya di Kelurahan Kencana punya 2 program yang sudah berjalan selama 2021, yakni jalan lingkungan dan PSU..”Untuk PSU Rp 150 juta dan jalan lingkungan Rp. 150 juta, Jadi 2 program Rp 300 juta, ” katanya.

Namun, Ahmad jujur mengaku di 2023 belum ada, “Memang di Kelurahan Kencana ada kendala, Saya selama jadi anggota Dewan, penyaluran aspirasi lewat bantuan keuangan ke Kabupaten, maka yang turun ke daerah, yang jadi lokus itu pasti Dinas Perkimtan atau PUTR, dan pelaksananya pihak ke tiga, ” ujar Ahmad.

Dengan begitu, lanjut Ahmad, ia mendengar, dari mayoritas kepala Desa punya keluhan ketika pola yang digunakan menyalurkan aspirasi seperti itu. ” Mulai dari pelaksana yang bukan dari orang lokal, sementara kepala Desa sebagai yang punya wilayah selalu kateumbleuhan, ” katanya.

Karenanya, Ihtiar Ahmad di tahun 2023 dan 2024 ingin menyalurkan bantuan melalui keuangan desa. “Jadi dari provinsi langsung ke Desa Desa swakelola dengan masyarakat, Harapan saya dengan begitu tidak ada lagi kendala teknis, pembangunan lebih maksimal karena yang pembangunannya pasti swakelola dari warga Desa,” terangnya.

Ahmad berpesan untuk masyarajat Kabupaten Bandung agar bersabar, “Hari-hsri ini di Kabupaten Bandung agak kurang nyaman. Pak Bupati berstatemen bahwa sudah menyiapkan usulan untuk play oper Bojongsoang dan untuk SMA dikembalikan ke Kabupaten. Sama Pak Gubernur sulit bertemu. Saya kira semua bisa diselesaikan dengan komunikasi politik yang baik, ” pungkasnya. ***Deri Acong

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI