Dejurnal.com, Sukabumi – Warga masyarakat Cikidang dibuat terheran-heran dengan adanya SMK yang memiliki jumlah siswa di Dapodik banyak namun faktualnya sedikit, sehingga data siswa di Dapodik yang diduga fiktif itu diperbincangkan warga menjadi sebutan “siswa siluman”.
Salah satu mantan Kepala SMK ALM tersebut, AA mengakui adanya pergunjingan tentang adanya siswa siluman beberapa pekan lalu, bahkan sudah masuk ke ranah KCD.
“Karena sudah tidak menjabat lagi di sekolah itu, saya hanya bisa mendengar saja informasi tentang adanya hal itu,” ungkapnya.
Menurut AA, adanya sebutan “siswa siluman” yang dimaksud adalah nama siswa yang terdaftar di Dapodik tapi siswanya sendiri tidak ada di luang lingkup sekolah dan atau nama siswanya yang terdaftar itu tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah itu.
“Tentunya, selaku mantan penanggung jawab di sekolah itu saya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut,” ujarnya.
Lanjut AA, perilaku memanipulasi data bersifat patal karena hal itu tidak layak dan tidak lazim. “Dalam masa kepemimpinan saya tidak pernah hal itu terjadi, bahkan kami dengan segenap hati menjaga dengan seksama wasiat peninggalan pendiri sekolah yang sudah almarhum,” tuturnya.
AA menyebutkan, sepengetahuan dirinya dari hasil koordinasi dengan KCD, tindakan yang di lakukan oleh pihak sekolah seperti itu, dana yang di anggap keterkaitan dengan kesiswaan harus di kembalikan pada negara.
“Itu yang saya tahu dan kelanjutan dari kabar itu saya tidak tahu,” pungkasnya.
Terpisah, operator sekolah mengakui adanya hal tersebut, ia bahkan menyebutkan jumlah siswa yang digadang siluman itu sebanyak 23 orang, itupun setelah ada rapat koordinasi dengan pihak Pengawas KCD.
“Pak Abdi mah janten bingung soalna abdi mung padamel anu di piwarang ku kepala sekolah, sareng pan abdi te tiasa nolak upami di piwarang kepala mah, naha ayena jadi kie pan ti awal dicarioskeun ka abdi bahwa iye teh di tanggung jawab ku kepala sekolah sareng ketua PPDB,” tutur operator sekolah dengan gugup dan terlihat bingung.