Dejurnal.com, Bandung – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Bandung, Asep Kusumah mengatakan, masalah sampah yang menggunung di Pasar Baleendah karena dipengaruhi oleh kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti KBB yang secara teknis selama musim hujan ada kerusakan infrastruktur.
“Karena licin beberapa armada kita sampai terbalik. Keterlambatan ini pasti berpengaruh ketika lebih satu hari, satu minggu. Tronton kalau opsin biasa satu hari dua sampai tiga rit sekarang satu hari hanya satu rit. Itu pun begitu terlambat ke TPA jam 5 oprasional sudah ditutup, ” kata Asep Kusumah di kantornya, Rabu (17/5/2023).
Asep menjelaskan, akumulasi ini menambah beban. “Jadi sebetulnya ini hanya hitungan matematis. Kalau dulu bisa ditangani begitu cepat, sekarang terpengaruh oleh kondisi infrastruktur,” ujarnya.
Menurut Asep, pihaknya sedang menunggu pihak pemerintah provinsi sedang mengaktivasi zona 1. “Jadi nanti ada zona buangnya 2. sekarang kan di zona 3. Nanti zona 1 diaktivasi . Mudah- mudahan kondisi ini segera bisa diselesaikan, ” harapnya.
Asep menjelaskan, dalam menangani sampah, Pemkab Bandung melakukan dua langkah. Pertama melakukan pendekatan yang bisa dikatakan bersifat darurat.” Dalam arti timbulan sampah yang sudah lahir itu pasti dibawa ke TPA. Yang kedua kita sudah membangun sistem bagaimana penangan sampah berbasis individu dalam bentuk pengurangan berbasis rumah tangga,” terangnya.
Tiap rumah pumya dua tempat untuk orhanik nergabung ke bank sampah, untuk anorganik itu ada intruksi bupatinya.
Sedsngkan untuk skala RW , tambah Asep Kusumah ada bank sampah tematik berbasis serkular ekonomi , serta di level desa punya 157 TPS 3R . “Kita bangunn 5 tahun terakhir 50 unit, berikut ada kawasan dipuspa. Jadi kondisi hari ini dipengaruhi oleh kondisi TPA tadi, ” pungkas Asep Kusumah. *** Sopandi