Dejurnal.com, Bandung – Kerusakan lingkungan tentunya akan berdampak negatif bagi makhluk hidup. Perubahan iklim dan perubahan alam akibat ulah manusia serta kejahatan yang mengganggu keanekaragaman hayati, seperti penggundulan hutan, perubahan penggunaan lahan, pertanian intensif dan produksi ternak atau perdagangan satwa liar ilegal yang berkembang, dapat mempercepat kecepatan kehancuran planet ini.
Baca juga : MaHari Lingkungan Hidup Sedunia : Makara Universitas Indonesia Gelar Sedekah Hutan dan Kirab Budaya
Menyikapi hal itu, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendeklarasikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environtment Day sebagai perayaan global yang jatuh pada 5 Juni.
Latar belakang Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai program global untuk menginspirasi perubahan positif terhadap lingkungan. Hari internasional PBB ini merayakan aksi lingkungan untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dipimpin oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Environment Programme (UNEP) sejak didirikan pada tahun 1973. Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1973 dengan slogan “Only One Earth”.
Baca juga : Dipercaya Menggelar Ritus Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DKKG : Tradisi Garut Bagi Dunia
Majelis Umum PBB menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Penetapan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia menandai hari pertama Konferensi Stockholm tentang Lingkungan Hidup Manusia.
Tujuan dari peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat serta ajakan untuk melestarikan bumi.
Laman World Environtment Day menyebutkan untuk tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 adalah “Beat Plastic Pollution”. Tema ini sebagai pengingat bahwa tindakan masyarakat terhadap polusi plastik adalah hal yang penting.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 akan menunjukkan bagaimana negara, bisnis, dan individu belajar untuk menggunakan bahan secara lebih berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian plastik serta mencegah terjadinya polusi plastik.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023 akan didukung oleh Pemerintah Belanda, salah satu negara yang mengambil tindakan ambisius dalam siklus pemakaian plastik.
“Polusi plastik dan dampaknya yang merugikan bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan tidak dapat diabaikan. Tindakan mendesak diperlukan. Pada saat yang sama, kami membutuhkan solusi yang benar, efektif dan kuat,” kata Vivianne Heijnen, Menteri Lingkungan Hidup Belanda.
“Sebagai bagian dari beberapa kebijakan yang ditujukan untuk plastik, Belanda dan masyarakat Eropa pada umumnya berkomitmen penuh untuk mengurangi produksi dan konsumsi plastik sekali pakai, yang dapat dan harus diganti dengan alternatif yang tahan lama dan berkelanjutan,” ujarnya.***Red