Dejurnal.com, Bandung – Dalam rangka milangkala Desa Gunungleutik Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung ke 140 tahun. mengelar gerak jalan santai yang dipusatkan di lapang sepak bola Gunungleutik, Minggu (10/9/2023) pagi.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh kepala desa Gunungleutik, Agus Hamdani, beserta jajaran dan dihadiri Tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, H. Dadang M Naser, Caleg DPR RI dari Partai Golkar Dapil Jabar 2 Kabupaten Bandung – Bandung Barat.
Selesai acara gerak jalan santai dilanjutkan acara hiburan pentas kreasi seni serta pemberian doorprize untuk peserta gerak jalan santai.
Dadang M Naser turut berbahagia atas Milangkala desa gunungleutik yang ke 140 digabungkan dengan HUT RI yang ke 78 tahun.
“Tentu ini evaluasi harus kita lakukan terus dimana dalam pikiran saya desa itu pelayanan terdepan dimana desa merupakan tolak ukur kemajuan sebuah Negara terutama Republik Indonesia yang terdiri dari desa – desa kalau bahasa Qur,an nya dari Qoriyah – Qoriyah. Qoriyah maju pada bagus itu akan terjadi Negara maju jadi kalau Indonesia ingin maju maka anggaran ke desanya harus besar dan SDM di desa harus siap untuk bawa dana untuk kesejahteraan masyarakat desa di desa itu pada masyarakat Indonesia 80% ada di desa termasuk kabupaten bandung, Kelurahan nya ada 10 kelurahan 270 desa dari 3, 7 juta orang masyarakat kabupaten Bandung,” terangnya.
H Dadang M Naser, oleh karenanya perhatikanlah pola pembangunan desa yang berorentasi yang sebesar – besarnya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.Itu ditekankan kita sudah dewasa sudah 140 tahun dan desa gunungleutik terus melakukan penataan perkembangan – perkembangan pembangunannya.
“Diantaranya, ada lapang yang ditata lebih bagus lagi jadi PADes dijadikan lapang bola yang modern. Tidak hanya lapang bola yang biasa. Itu saran saya kepada pa kades yang sekarang masih manggung Pa kades Agus, jadi perhatikan ekonomi desa dari UMKM itu tingkatkan UMKM nya. di desa gunungleutik masyarakatnya banyak berkasab atau berbisnis didalam UMKM. dan UMKM ini harus ditata dengan baik sehingga bumdesnya harus muncul dengan baik, penataan bagaimana perekonomian rakyat jadi 3 hal yang harus diperhatikan dan seluruh pembangunan. Pertama; Ilman Nabiyan, ilmu tinggi yang bermanfaat, Keduanya; Ridqon Wasi,an , Ekonomi yang maju ekonomi yang bagus berdampak kegiatan rakyat inkam berkapital rakyat perhatikan. Yang berikutnya Kesehatan ini harus seimbang pembangunan. ini 3 hal yang dinamakan dalam bentuk alat ukur pembangunan yaitu IPM (indek Pembangunan Manusia ) pendidikan ekonomi daya beli dan kesehatan ini alat ukur sejauh mana desa Gunungleutik di kala ulang tahun yang ke 140 tentang IPM nya semoga tambah maju,” terangnya.
Apalagi indonesia juga memperingati baru saja 78 tahun harus di evaluasi kekayaan rakyat kekayaan Negara itu dibutuhkan untuk kemakmuran rakyat bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya harus di kuasai oleh Negara.dan sebesar – besarnya diperuntukan untuk kemakmuran rakyat. Itu amanat undang -undang dasar 45 sekarang nyatanya seperti apa 60% di kuasai Negara UMD, BUMN bicara tentang kekayaan alam Emas kita punya, biji besi kita punya, Uranium ada,Nikel, Minyak diatas dibawah. Indonesia sangat kaya tapi kenapa masyarakatnya belum sejahtera itu pekerjaan besar kita lakukan evaluasi dari tahun Ketahun agar kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara bukan dikuasai oleh swasta oleh kolongmerat.
“Mari kita ciptakan kedepan sumber keuangan Negara itu dari kekayaan alam Indonesia haturnuhun Merdeka,” Pungkas H Dadang M Naser Caleg DPR RI dari Partai Golkar dapil Jabar 2 Kab Bandung – Bandung Barat.***Agus Rachmat
Discussion about this post