Dejurnal.com, Garut – Pernyataan Bupati Garut beberapa waktu lalu yang mengajak para ASN pindah dari BJB ke BRI mencuri perhatian publik. Saat dikonfirmasi terkait pernyataan itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menjelaskan kepada dejurnal.com.
“Jadi BJB itu begini, sekarang ini yang saya sudah minta perhatian itu jangan terlalu agresif lah menawarkan hutang kepada PNS, begini jadi ada PNS yang hutangnya besar, dia hanya dapat 400 ribu satu bulannya, living cost nya nggak cukup,” tandasnya saat ditemui pasca malam Grand Final Mojang Jajaka Garut.
Menurut Rudy, itu akan menimbulkan hal yang berhubungan dengan produktivitas, itu duitnya sudah dipinjamin 10 tahun yang akan datang, banyak P3K yang hanya dapat 400 ribu. “Makanya saya minta paling besar lah 50%, kalau gajinya 4 juta, ya 2 jutalah cicilannya, ya kalau 2 juta itu misalnya dia minjam untuk 10 tahun dengan 150 juta, ini malah dipaksakan harus 250 juta ya habislah kalau begitu,” tegasnya.
Ketika disinggung bahwa BJB juga masih bank pemerintah, Bupati Garut menegaskan persoalannya buka. soal itu.
“Kita sahamnya kecil dan itu dikelola oleh mereka (BJB) tapi jangan begitu dia itukan (Bank BJB), bank pembangunan, bunganya jangan terlalu gede – gede, ya mestinya bank pembangunan itukan untuk membangun, ini mah bukan untuk membangun malah merusak, jadi Bank BJB itu benar – benar merusak, mental para pegawai negeri sipil yang konsumtif akhirnya,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Rudy, banyak yang cerai karena pinjam ke bank, suami istri jadi cerai, yang pinjam itu PNS istrinya, dipakai suaminya gagal malah jadi cerai.
“Dan tidak logis lah kalau hidup dengan 400 ribu, jadi kita ini tidak ada apa – apa, cuma saya ini hanya minta jangan diganggu PNS dengan marketing yang agresif itu aja, kemarin itu sepotong,” ujarnya dengan nada ketus.
Bupati menegaskan jika pernyataannya itu bukan karena suku bunga BJB tinggi. “Engga, sebenarnya engga begitu ya, bukan begitu, itu kemarin sepotong, jadi akhirnya bukan begitu, itu kan ada PNS hanya sisa terima gajinya itu 400 ribu dan itu kan sebelumnya ada juga kaya begitu, pokoknya saya minta jangan diganggu PNS dengan marketing yang agresif,” pungkasnya.***Yohaness