Dejurnal.com, Garut – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut melakukan langkah strategis dalam mempersiapkan Pemilihan Umum Tahun 2024. Dalam upaya memastikan kualitas saksi peserta pemilu, Bawaslu Garut menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Training of Trainer (TOT) Saksi Peserta Pemilu pada Jumat (22/12/2023).
Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan pelatihan dan pemahaman mendalam kepada saksi peserta pemilu. “Kami mengundang perwakilan saksi dari berbagai partai politik dan pihak capres-cawapres. Harapannya, para saksi ini lebih memahami tugas dan tanggung jawab mereka di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing,” kata Ahmad Nurul Syahid.
Dalam keterbatasan jumlah peserta yang dapat diundang, Bawaslu hanya menghadirkan perwakilan saksi. Menurut Ahmad, hal ini menjadi tantangan karena total TPS yang akan diawasi mencapai 8.000 dan saksi yang sangat banyak. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan ada tindak lanjut dari rekan-rekan di kecamatan. Sebab, pelatihan saksi pemilu seharusnya juga dilakukan oleh pabwaslu kecamatan,” tambahnya.
Ahmad Nurul Syahid juga menyebut bahwa partisipasi perwakilan dari enam partai politik di Kabupaten Garut menjadi fokus gelombang pertama pelatihan ini. “Kami mengundang semua perwakilan partai politik yang ada di Kabupaten Garut. Untuk saat ini, ada enam partai yang mengikuti pelatihan ini. Partai lainnya akan dilibatkan pada dua gelombang berikutnya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan TOT ini, Bawaslu Garut berupaya memberikan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh saksi peserta pemilu. Hal ini mencakup pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab, tata cara pengawasan, serta pengetahuan mendalam terkait regulasi pemilu.
Mengingat pentingnya peran saksi dalam menjaga integritas pemilu, Bawaslu Garut berkomitmen untuk terus melakukan upaya peningkatan kapasitas dan kesiapan mereka. Langkah-langkah proaktif seperti ini diharapkan dapat menciptakan pemilu yang lebih adil, transparan, dan demokratis di Kabupaten Garut.***Fatih