Rabu, 19 Juni 2024
BerandadePolitikLegislatorDr. Praniko Imam Sagita Aktif di SLM Palembang, Tiga Periode...

Dr. Praniko Imam Sagita Aktif di SLM Palembang, Tiga Periode Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bandung

Dejurnal.com, Bandung – Dr. Praniko Imam Sagita, SH., M.H. sudah 2 periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung. Dengan terpilih lagi pada Pileg 2024, ia melakinu jadi anggota DPRD Kabupaten Bandung ke -3 periodenya.

Latar belakang pendidikan dii bidang hukum dan memimipin beberapa Lembaga Swadaya Masyarajat (LSM) di tempatt ia dilahurkan , di Libuk Linggau Palembang, 25 November 1979 Praniko tertaril terjun ke dunia politik.

Tegapi justru memulai aktif di politik setelah ia hijrah ke Kabupaten Bandung tahun 2005.

Mulai tertarik jadi anggota DPRD Kabupaten Bandung itu terdorong oleh keinginan berkarya dan membela masarakat dengan berkendaraan sebuah partai politik.

Tahun 2014 Pramiko terlilih jadi anggota DPRD Kabupaten Bandung. Tahun 2019 terpilih kedua periodenya.

Begutu juga tahun 2024 ini yang ketiga periodenya , ia anggota DPRD Kabupten Bandung dari Dapil 3 yang mencakup Kecamatan Cileunyi, Cimenyan,Cilengkrang, dan Kecamatan Bojongsoang.

Kiprah terakhir Praniko selama di DPRD Kabupaten Bandung selain sebagai Ketua fraks partai yang jadi kendaraannya juga sebaagai Ketua Komisi B.

Selama jadi Kerua Komisi B, Praniko mengaku banyak tanggung jawab utamanya dalam persoalan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyaakat.

“Komisi B itu bidang perekonimian rakyat. Hubungannya dengan UMKM, PKL, paledagang kecil dan para petani. Sektor lainnya yang berkaitan dengan pendpatan asli daerah (PAD), termasuk perkembangan pariwisata, ” kata man Sagita belum lama ini.

Untuk menungkatjan paèkonomian masyarakat sekakugus mengembangkan pariwisata di Kabupaten Bandung, Praniko memoerkenalkan pariwisata di Kabupaten Bandung baik di dalam negri paupun ke luar negri.

“Ini penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan PAD, ” katab Praniko.

Namun, Praniko meminta pemarèntah pusat supaya membangun tol atau memperlebar jalan ke arah Ciwidey. Sebab kasihan masyarakat terkena dampak macet.

Atau, menurut Praniko kerèta api yang pernah ada taun 1930 sampai 1992 supaya diaktifkan lagi. “Ini bisa jadi kereta wisata tuajuan Ciwidey. Kalau dulu oleh masyarakat itu digunakan mengangkut hasil pertanian, ” pokana,” katanya.*  Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI