• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Februari 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Regional

Wamen Pertanian Puji Bupati Bandung. Bisa Jadi Tuan Rumah GPTPN IX/ 2024 yang Baik dan Perhatikan Petani untuk Ketahanan Pangan

bydejurnalcom
Minggu, 28 Juli 2024
Reading Time: 2 mins read
Wamen Pertanian Puji Bupati Bandung. Bisa Jadi Tuan Rumah GPTPN IX/ 2024  yang Baik dan Perhatikan Petani untuk Ketahanan Pangan
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam penyelenggaraan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) IX/ 2024 di Komplek Gedong Budaya Soreang ( GBS) Kabupaten Bandung.

“Terima kasih atas semuanya. Venue, kemudian penyelenggaraan yang baik. Luar biasa, dari sambutan tadi Pak Bupati. Kalau semua bupati seperti bapak saya kira swasembada ketahanan pangan akan bisa kita pakai, ” kata Sudaryono.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat membuka GPTPN IX/ 2024 di GBS Kabupaten Bandung, Sabtu (27/7/2024),
bertujuan untuk mewujudkan kemandirian benih tanaman pangan untuk kedaulatan pangan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, dari tanggal 27 hingga 29 Juli 2024.

BacaJuga :

Bupati Bandung Ajak ASN Tingkatkan Kompetensi dan Kekompakkan Organisasi

Pastikan Penanganan Cepat, Bupati Bandung Tinjau Lokasi Banjir di Bojongsoang dan Baleendah

Bupati Bandung Dorong Percepatan Sertifikasi Higiene Sanitasi Dapur MBG Lewat Kerja Sama dengan APKASI dan HAKLI

Pernyataan Bupati Bandung yang mendapat pujian Wamen Pertanian itu yakni, bahwa upaya Pemda Bandung dalam menjaga ketahanan pangan dengan kebijakan di antaranya lahan sawah abadi dibebaskan dari pajak untuk setiap tahunnya. Kemudian tidak boleh memperjual belikan lahan sawah tersebut untuk digunakan perumahan atau industri, kecuali masih untuk lahan pertanian.

Pernyataan Dadang Supriatna lainnya yang mendapat pujian Wamen Pertanian yaitu dari taun 2021 pasca Covid 19, 2022 Bupati Bandung sudah memberi kebijakan berupa insuren. Bagi petani yang gagal panen diberi Rp 6 juta / hektar, dan jika ternak sapi mati diberi Rp 10 juta / ekor.

Dalam kesempatan itu pula, Sudaryono mengatakan, bahwa pangan pertanian itu menyangkut kelangsungan hidup dan kelangsungan kedaulatan bangsa.

“Karena pertanian inilah yang menyediakan pangan.Sektor pangan ini tidak boleh bisnis
biasa-biasa saja, tapi harus sentuhannya luar biasa, ” kata Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, bahwa sektor pangan harus menjadi satu komando. Pupuk harus menjadi bagian dari sektor yang betul -betul diawasi, dikuasai dan harus betul-betul sampai kepada orang yang membutuhkan pupuk itu, yakni para petani.

“Begitu pun benih, bibit dimana pada hari ini kita melaksanakan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional adalah urusan pupuk dan urusan benih. Ini juga harus sesuai, harus sampai tepat waktu,” kata Sudaryomo.

Karena, jelas Sudaryono sektor pertanian itu tidak cukup yang menyediakan sudah menyediakan selesai, yang menyediakan pupuk sudah sampai selaesai.

“Begitupun yang mengurus irigasi yang penting airnya sudah sampai, tidak cukup begit, karena hasil yang diharapkan itub adalah hasil panen. Kalau semua orang hanya memikirkan sektor masing-masing, Kepala Dinas Pertanian ya sudah Kepala Dinas Pertanian, maka tujuan itu tidak pernah tercapai karena ini holistik dari hulu ke hilir harus terpenuhi, ” ujar Sudaryono.

Karena, menurut Sudaryono yang mempengaruhi hasil panen itu banyak faktor. “Bibit dan lahannya harus sesuai, airnya harus cukup, pupuk bukan sekedar cukup tapi harus digunakan tepat waktu. Jangan sampai ibarat obat baru datang orangnya sudah engga ada, ” katanya.

Maka Kementerian Pertanian, menurut Sudaryoni dalam jangka pendek ini sangat fokus terhadap antisipasi kemarau elnino. “Oleh karena itu kita ada program pompanisasi bagaimana tanah- tanah yang kemungkinan akan terdampak elnino itu bisa mendapatkan pengairan. Sehingga produktifitas kita naik. Jadi tujua ini semua tak lain adalah bagaimana hasil dari penenan kita cukup untuk memberi pangan, makan cukup bagi rakyat Indonesia,” pungkas Wamen Pertanian. * Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: bupati bandungketahanan pangan
Previous Post

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional IX 2024, Bupati Sampaikan Upaya Pemkab Bandung dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Next Post

Silaturahmi Sadudulur Cilokotot Sambil Nostalgia di Rancabali

Related Posts

Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi  Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah
Kalam

Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah

Selasa, 30 Desember 2025
Kuota Calhaj Berkurang Drastis, Bupati Bandung Perjuangkan Tambahan Lagi
deNews

Kuota Calhaj Berkurang Drastis, Bupati Bandung Perjuangkan Tambahan Lagi

Rabu, 12 November 2025
Bupati Bandung Imbau Guru dan Kepala Sekolah Fokus Mengajar
deNews

Bupati Bandung Imbau Guru dan Kepala Sekolah Fokus Mengajar

Rabu, 12 November 2025
Bupati Bandung Ajak ASN Tingkatkan Kompetensi dan Kekompakkan Organisasi
dePraja

Bupati Bandung Ajak ASN Tingkatkan Kompetensi dan Kekompakkan Organisasi

Senin, 3 November 2025
Pastikan Penanganan Cepat, Bupati Bandung Tinjau Lokasi Banjir di Bojongsoang dan Baleendah
deNews

Pastikan Penanganan Cepat, Bupati Bandung Tinjau Lokasi Banjir di Bojongsoang dan Baleendah

Sabtu, 1 November 2025
Bupati Bandung Dorong Percepatan Sertifikasi Higiene Sanitasi Dapur MBG Lewat Kerja Sama dengan APKASI dan HAKLI
deNews

Bupati Bandung Dorong Percepatan Sertifikasi Higiene Sanitasi Dapur MBG Lewat Kerja Sama dengan APKASI dan HAKLI

Jumat, 31 Oktober 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Demokrasi Garut Menggeliat, Dadan Nugraha Desak Dialog Objektif Antara NGO dan Pemerintah

Rabu, 11 Juni 2025

TNI–POLRI Laksanakan Pengamanan dan Penanganan Pasca Insiden Disposal Amunisi di Garut

Selasa, 13 Mei 2025

Klinik Khasanah Ciamis Adakan Gebyar PROLANIS Meriahkan HUT BPJS ke-56

Minggu, 14 Juli 2024

Baznas Purwakarta Kembali Adakan Khitan Massal Gratis

Jumat, 25 Juni 2021
Muhammad Agung (kiri) saat di Kantor Kecamatan Banyuresmi bersama salah satu jurnalis dan Sekcam Banyuresmi (kanan), Rabu (26/7/2023). (Foto : Rachman Esha/dejurnal.com)

Cerita Pilu Seorang Remaja di Garut Datangi Kantor Kecamatan, Mengadu Dirinya Ingin Sekolah

Kamis, 27 Juli 2023

Mobil Ambulance Desa Cihuni Pangatikan Digadaikan, Nunggak, Ditarik Leasing, Kok Bisa?

Senin, 7 Desember 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste