• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Januari 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Lika-Liku Jalur Kereta Api Garut-Cikajang, Dari Pembangunan Sampai Rencana Reaktivasi

bydejurnalcom
Selasa, 13 Mei 2025
Reading Time: 4 mins read
Lika-Liku Jalur Kereta Api Garut-Cikajang, Dari Pembangunan Sampai Rencana Reaktivasi

Stasiun Cikajang yang memiliki ketinggian +1.246 meter diatas permukaan laut, merupakan stasiun tertinggi di Indonesia

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Jalur Kereta Api Garut-Cikajang merupakan bagian pembangunan jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang di Priangan di masa Hindia Belanda, termasuk kepada pembangunan jalur cabang atau jalur simpang. Sementara jalur utama merupakan jalur lintas raya yang dibangun dari barat hingga timur membelah kota dan daerah yang ada di Priangan seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, serta Ciamis.

Dimasanya, pengerjaan jalur kereta api Garut-Cikajang termasuk memakan waktu lama, terhitung dari tahun 1921 sampai 1930. Betapa tidak, jalur Kereta api dengan panjang 28 km ini melintasi pegunungan.

Kondisi geografis berbukit dengan lembah yang dalam dan luas memerlukan jalur rel berkelok-kelok dan berliku, pembangunan jembatan untuk melintasi sungai dan lembah, serta penggalian dan penimbunan tanah untuk menjadikan jalur tersebut landai dan dapat dilalui oleh kereta api, membuat pembangunan jalur kereta api Garut Cikajang memerlukan waktu hampir 9 tahun.

BacaJuga :

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Kendati demikian, pembangunan jalur kereta api Garut-Cikajang harus dirampungkan karena merupakan jalur yang penting untuk distribusi hasil bumi di Garut terutama Garut bagian Selatan yang memang terdapat banyak perkebunan teh milik perseorangan yang berasal dari luar.

Segmen jalur kereta api Cibatu-Garut–Cikajang dimulai dengan menyeberangi Ci Manuk di barat laut Stasiun Garut. Jalur kemudian berbelok dan menanjak ke barat hingga Stasiun Cireungit.
Selepas Cireungit, jalur berbelok ke selatan dan menanjak dengan kemiringan maksimum hingga 40‰ sebelum sampai di Stasiun Kamojan yang memiliki elevasi 921,9 meter di atas permukaan laut.

Menuju Cioyod, jalur relatif datar, bahkan sedikit menurun hingga elevasi 921,9 meter. Setelah melalui Stasiun Bayongbong, jalur memasuki segmen berkelok-kelok sepanjang 6,5 km.

Untuk menyeberangi lembang Ci Manuk yang dalam di selatan Stasiun Cisurupan, jalur kereta sempat sedikit menurun sebelum kembali menanjak dengan jarak horizontal sejauh 700 meter. Jalur kereta api berakhir di Stasiun Cikajang yang memiliki ketinggian +1.246 meter diatas permukaan laut.

Stasiun Cikajang adalah stasiun terakhir Stasiun ini merupakan stasiun tertinggi di Indonesia, sehingga kereta api harus melewati tanjakan panjang setelah Stasiun Garut untuk mencapainya. Lokasinya berada di Perkebunan Cisurupan, dekat dengan Gunung Cikuray dan Pasar Cikajang.

Peresmian Stasiun Cikajang dilakukan bersamaan dengan pembukaan jalur Cibatu-Garut-Cikajang pada tanggal 1 Agustus 1930 oleh Staatspoorwegen (SS). Upacara ini dihadiri oleh perwakilan dari Gouvernement Bedrijven Bandung, Residen Priangan Timur, dan Bupati Garut.

Tranportasi kereta api jalur Cibatu-Garut-Cikajang beroperasi sampai tahun 1980-an, bahkan di tahun 1970-an jalur ini mencapai masa kejayaan karena banyak didokumentasikan oleh pecinta-pecinta kereta api luar negeri.

Sementara itu, lokomotif yang dipakai untuk jalur ini berupa lokomotif mallet bermassa besar seperti DD52, CC10, D14, atau CC50, semuanya dari peninggalan SS. Sejak era kejayaannya, kondisi lokomotif uap yang melayani jalur ini mulai turun dan satu persatu pun pensiun.

Karena sudah tidak ada lagi lokomotif yang siap beroperasi, ditambah dengan adanya letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982, yang mengakibatkan sarana serta prasarana kereta rusak serta adanya abu vulkanik yang berdampak pada air yang digunakan untuk lokomotif uap, maka jalur segmen Garut-Cikajang ditutup pada tahun 1982 dan segemen Cibatu-Garut ditutup tahun 1983.

Sejak jalur ini ditutup, trase jalur ini kebanyakan menjadi sawah dan perkebunan, sebagian lagi dipakai pemukiman penduduk terutama trase yang terletak dekat kota.

Untuk mendukung pariwisata Jawa Barat, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI memberikan hak konsesi yang berlaku 30 tahun kepada PT Kereta Api Indonesia untuk melakukan reaktivasi dan mengoperasikan jalur kereta api ini. Pada 26 September 2018, Edi Sukmoro, Dirut PT KAI, meninjau kondisi jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang sebelum dilakukan proses reaktivasi, dengan menelusuri jalur rel mati tersebut menggunakan sepeda motor.

Jalur rel yang sudah mati tersebut sebagian masih utuh, serta sebagian lainnya telah padat oleh permukiman penduduk terutama di Kecamatan Garut Kota. Reaktivasi ini menjadi proyek percontohan reaktivasi jalur kereta api mati lainnya.

Reaktivasi kemudian dilakukan dengan penggantian rel R25 dan bantalan kayu/baja yang selama ini terkubur di dalam tanah dengan rel tipe R42 dengan bantalan beton, lalu sinyal tebeng “Krian” yang selama ini digunakan juga diganti dengan sinyal mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis, serta peningkatan fasilitas di setiap stasiunnya.

Dua stasiun antara dipilih untuk dihidupkan kembali, yaitu Pasirjengkol dan Wanaraja. Satu unit sinyal tebeng “Krian” di dekat viaduct Ciwalen juga telah dipreservasi berkat kolaborasi PT Kereta Api Indonesia (Persero), Indonesian Railway Preservation Society, dan Yayasan Kereta Anak Bangsa.

Pada tanggal 29 September 2019, dilakukan uji coba di segmen pertama, Cibatu–Wanaraja, dengan menggunakan Lokomotif CC201, setelah sebelumnya dilakukan pemadatan. Uji coba kembali dilakukan menggunakan kereta api angkutan kricak. Sementara itu, Kereta Inspeksi 3 yang membawa jajaran direksi PT KAI turut melakukan kunjungan dalam rangka uji coba. Beberapa waktu kemudian, dilakukan kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh kereta api Rail Clinic di Stasiun Wanaraja.

Pertengahan Januari 2020, reaktivasi jalur kereta api segmen kedua (Wanaraja–Garut) sudah tersambung sepenuhnya dan telah dilakukan pemadatan oleh mesin pecok.

Pada 12 Maret 2020, telah dilakukan uji coba rangkaian kereta api di jalur ini, Uji coba ini sekaligus bertujuan untuk mengecek kesiapan persinyalan, wesel, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya sebelum jalur ini dapat resmi digunakan. Namun, akibat pandemi Covid-19, peresmian jalur ini harus tertunda hingga 2022.

Per tanggal 24 Maret 2022, reaktivasi segmen Cibatu–Garut diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan serta jajaran PT KAI Daop II Bandung. Upacara peresmian reaktivasi ini dilaksanakan di Stasiun Garut. Satu hari sesudahnya, dua layanan kereta api yang diberi nama Garut Cibatuan dan Cikuray berjalan reguler di segmen ini. Total biaya Rp400 miliar telah digelontorkan untuk reaktivasi jalur ini.

Baca juga :
Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut-Cikajang Bergulir, Ini Kata Legislator Luqi Sa’adilah Farindani

Tenangkan Warga Bakal Terdampak Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut-Cikajang, H. Rudy Gunawan : Ada FS Dulu, Tidak Ujug-Ujug

Pertengahan April 2025, reaktivasi jalur kereta api Garut-cikajang mencuat ketika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan potensi pariwisata melalui pemanfaatan transportasi umum massal kereta api yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perkeretaapian bertema “Rencana Reaktivasi dan Pembangunan Jalur Kereta Api Baru” di Bale Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Di balik optimisme aktifnya kembali jalur kereta api Garut-Cikajang dapat menghidupkan kembali roda ekonomi, memberikan dampak positif dalam mengurangi kemacetan yang semakin parah, mempercepat distribusi barang, serta membuka peluang baru di sektor pariwisata khususnya Garut.

Muncul juga keresahan dari sekitar 5000 rumah tangga telah lama menempati lahan jalur kereta api Garut-Cikajang. Resah dan gelisah menghantui mereka atas potensi terusir dari tempat tinggal yang telah bertahun-tahun ditempati dan telah menjadi rumah mereka, membuat mereka tak memiliki pilihan lain kecuali menyuarakan kata “menolak”.

Bupati Garut ke-26, H. Rudy Gunawan yang memiliki pengalaman pada saat reaktivasi jalur Kereta Api Cibatu-Garut “turun gunung” untuk ikut menjelaskan kepada warga masyarakat yang menempati lahan jalur Garut-Cikajang untuk tetap tenang karena mereaktivasi jalur kereta api tentu tidak terjadi secara ujug-ujug. Perlu adanya feasibility study ) atau studi kelayakan untuk dapat mereaktivasi jalur kereta api, yang menyangkut investasi, prediksi jumlah penumpang, harga dan keuntungan.

Selain tenang, H. Rudy Gunawan menghimabu kepada warga yang tinggal sepanjang bantaran rel kereta api Garut-Cikajang untuk tetap mengikuti perkembangan, kalaupun reaktivasi ini jadi, semua ada prosesnya dan tentunya pemerintah tahu mana yang lebih baik dengan efek manfaatnya.***Raesha

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Dedi MulyadiGarutgarut-cikajanggubernur jabarH. Rudy Gunawanjalur kereta apireaktivasi
Previous Post

Ledakan Saat Pemusnahan Amunisi di Garut Makan Korban Jiwa, Kadispenad Jelaskan Kronologi

Next Post

TNI–POLRI Laksanakan Pengamanan dan Penanganan Pasca Insiden Disposal Amunisi di Garut

Related Posts

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras
Hukum dan Kriminal

Gaspol ! Momen Pergantian Tahun Baru 2026, Satpol PP Garut Sita Ratusan Botol Miras

Kamis, 1 Januari 2026
deNews

Proyek Rekonstruksi Jalan Pasirwangi-Darajat Senilai Rp 1,9 Milyar Disoal, 2025 Berlalu Pekerjaan Belum Tuntas?

Kamis, 1 Januari 2026
Parlementaria

Di Penghujung Tahun, DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Laporan Kinerja 2025

Kamis, 1 Januari 2026
Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan
dePolitik

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Rabu, 31 Desember 2025
Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?
deNews

Reforma Agraria di Garut Terancam Mandek, Dampak Ketakutan Berlebihan Birokrat?

Rabu, 31 Desember 2025
Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga
GerbangDesa

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Rabu, 31 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

KabarDaerah

RSUD Ciamis Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Bukan Sekadar Menyikat Gigi Soal Edukasi dan Kesadaran Diri

Kamis, 13 November 2025

Belajar ke Ciamis, Pusdal Kalimantan Kagum pada Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Gotong Royong Masyarakat

Kamis, 13 November 2025
Foto : Pendidikan Partai Politik Demokrat di Saung Sawah Ciamis . Senin (24/03/2025)

Pendidikan Politik Partai Demokrat Bahas Kekosongan Wabup Ciamis

Senin, 24 Maret 2025

Kisah Adnan, Pedagang Ayam Dibegal Tengah Malam

Rabu, 27 Mei 2020

Polsek Leles Gelar Kerja Bakti Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Rabu, 5 Maret 2025

Ratusan Alumni APDN Jabar Gelar Reuni Akbar di Ciamis, Silaturahmi Lintas Generasi Penuhi Hotel Tyara

Sabtu, 15 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste