• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Terapi Musik “Laras Jiwa”, Tradisi dan Alam Bersatu Pulihkan Kesehatan Mental

bydejurnalcom
Senin, 14 Juli 2025
Reading Time: 2 mins read
Terapi Musik “Laras Jiwa”, Tradisi dan Alam Bersatu Pulihkan Kesehatan Mental
ShareTweetSend

Dejurnal, TASIKMALAYA,- Yayasan Sanggar Seni Asta Mekar sukses menggelar pagelaran terapi musik bertajuk “Laras Jiwa” di Shelter Galunggung, kawasan wisata Gunung Galunggung, Rabu (9/7/2025).

Acara diikuti oleh 47 orang mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya yang sebelumnya menjalani skrining kecemasan menggunakan metode Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan dikategorikan dalam tingkat kecemasan sedang hingga berat.

Menggabungkan musik tradisional dengan suasana alam, terapi ini dirancang sebagai proses penyembuhan jiwa yang bersumber dari kearifan lokal.

BacaJuga :

No Content Available

“Kami percaya musik tradisi bukan sekadar hiburan, tapi juga media penyembuhan,” kata Tomi Ahmad Saputra, Pembina Yayasan Asta Mekar, Senin (14/07/2025).

Dijelaskannya, Konsep “Laras Jiwa” terinspirasi dari praktik penyembuhan Abah Oman, maestro Calung Tarawangsa asal Desa Cigelap, Cibalong, yang dikenal menggunakan musik sebagai sarana pemulihan bagi pasien yang tak kunjung sembuh secara medis.

Melalui ritual “Meuncit Tarawangsa”, Ia memainkan musik secara khusus yang dipercaya mampu membangkitkan energi penyembuhan.

Menurutnya, untuk menguatkan konsep tersebut, Yayasan Asta Mekar menggelar workshop lintas disiplin yang melibatkan akademisi musik, komposer, psikiater, dan dokter neurologi. Bersama-sama, mereka merancang struktur terapi berdasarkan filosofi Sunda Opat Kalima Pancer, yang mengajarkan keseimbangan unsur alam: tanah, air, cahaya, dan udara, dengan manusia sebagai pusatnya (Pancer).

Rangkaian terapi melibatkan lima tahap ritual alami diantaranya, Nyeker, Berjalan tanpa alas kaki untuk koneksi dengan bumi. Susuci, Penyucian pancaindra dengan air. Nyeuseup Jagat, Latihan pernapasan untuk menenangkan jiwa. Rasukma, Penyerapan energi matahari.

Hipnoterapi Sugesti positif melalui afirmasi dan narasi terpandu.

Tomy Ahmad juga mengatakan, dalam inti pagelaran, disajikan empat karya musik tradisional dengan laras berbeda yaitu, Madenda (Tanah), Melepaskan kesedihan dan beban masa lalu. Salendro (Air), Menumbuhkan ketenangan dan kebahagiaan. Degung (Cahaya), Menghidupkan semangat dan harapan. Lindu (Udara), Menanamkan rasa syukur dan kedamaian.

Uniknya, acara ini menggunakan pendekatan “Metode Senyap”, tanpa pengeras suara. Musik dan narasi disalurkan lewat headphone, menciptakan pengalaman mendalam dan personal.

“Setelah mengikuti semua tahapan, saya merasa lebih tenang, ringan, dan sedih saya seperti luruh,” ungkap Elva, salah satu peserta.

Pagelaran ini menjadi ikhtiar Yayasan Asta Mekar dalam menyatukan seni, ilmu, dan tradisi untuk mendukung pemulihan mental secara holistik. Mereka berharap pendekatan ini bisa membuka mata banyak pihak bahwa musik tradisional juga memiliki kekuatan sebagai terapi jiwa. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Terapi musik
Previous Post

Disdukcapil Ciamis Resmi Tutup Rangkaian PASTI MANIS, Layanan Adminduk Langsung ke Desa Disambut Antusias

Next Post

Ratusan Warga Dua Desa di Kecamatan Ciparay Gembira Terima Sertipikat Elektronik PTSL Gratis dari BPN

Related Posts

No Content Available

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Jelang Idul Adha 1446 H, Disnakan Ciamis Siapkan Tim Khusus dan Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syari’at

Rabu, 7 Mei 2025

Kunjungan Silaturahmi Bidang OKK,PEKAT IB DPW Jabar ke DPD PEKAT IB KOKAB Sukabumi

Minggu, 5 Juli 2020

Berawal Saling Ejek di Medsos Berujung Tawuran di Subang, Satu Orang Tewas

Rabu, 17 September 2025

Pelantikan DPK IARMI Kabupaten Sukabumi Periode 2024-2028, Wabup Optimis IARMI akan Dorong Kemajuan Daerah

Kamis, 26 Juni 2025

Leuwi Tonjong, Kawasan Wisata Lokal Kelas Dunia

Rabu, 29 Agustus 2018

Dishub  Purwakarta Berikan Tips Berkendara Saat Puasa

Kamis, 15 April 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste