• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Mei 31, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Terapi Musik “Laras Jiwa”, Tradisi dan Alam Bersatu Pulihkan Kesehatan Mental

bydejurnalcom
Senin, 14 Juli 2025
Reading Time: 2 mins read
Terapi Musik “Laras Jiwa”, Tradisi dan Alam Bersatu Pulihkan Kesehatan Mental
ShareTweetSend

Dejurnal, TASIKMALAYA,- Yayasan Sanggar Seni Asta Mekar sukses menggelar pagelaran terapi musik bertajuk “Laras Jiwa” di Shelter Galunggung, kawasan wisata Gunung Galunggung, Rabu (9/7/2025).

Acara diikuti oleh 47 orang mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya yang sebelumnya menjalani skrining kecemasan menggunakan metode Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan dikategorikan dalam tingkat kecemasan sedang hingga berat.

Menggabungkan musik tradisional dengan suasana alam, terapi ini dirancang sebagai proses penyembuhan jiwa yang bersumber dari kearifan lokal.

BacaJuga :

No Content Available

“Kami percaya musik tradisi bukan sekadar hiburan, tapi juga media penyembuhan,” kata Tomi Ahmad Saputra, Pembina Yayasan Asta Mekar, Senin (14/07/2025).

Dijelaskannya, Konsep “Laras Jiwa” terinspirasi dari praktik penyembuhan Abah Oman, maestro Calung Tarawangsa asal Desa Cigelap, Cibalong, yang dikenal menggunakan musik sebagai sarana pemulihan bagi pasien yang tak kunjung sembuh secara medis.

Melalui ritual “Meuncit Tarawangsa”, Ia memainkan musik secara khusus yang dipercaya mampu membangkitkan energi penyembuhan.

Menurutnya, untuk menguatkan konsep tersebut, Yayasan Asta Mekar menggelar workshop lintas disiplin yang melibatkan akademisi musik, komposer, psikiater, dan dokter neurologi. Bersama-sama, mereka merancang struktur terapi berdasarkan filosofi Sunda Opat Kalima Pancer, yang mengajarkan keseimbangan unsur alam: tanah, air, cahaya, dan udara, dengan manusia sebagai pusatnya (Pancer).

Rangkaian terapi melibatkan lima tahap ritual alami diantaranya, Nyeker, Berjalan tanpa alas kaki untuk koneksi dengan bumi. Susuci, Penyucian pancaindra dengan air. Nyeuseup Jagat, Latihan pernapasan untuk menenangkan jiwa. Rasukma, Penyerapan energi matahari.

Hipnoterapi Sugesti positif melalui afirmasi dan narasi terpandu.

Tomy Ahmad juga mengatakan, dalam inti pagelaran, disajikan empat karya musik tradisional dengan laras berbeda yaitu, Madenda (Tanah), Melepaskan kesedihan dan beban masa lalu. Salendro (Air), Menumbuhkan ketenangan dan kebahagiaan. Degung (Cahaya), Menghidupkan semangat dan harapan. Lindu (Udara), Menanamkan rasa syukur dan kedamaian.

Uniknya, acara ini menggunakan pendekatan “Metode Senyap”, tanpa pengeras suara. Musik dan narasi disalurkan lewat headphone, menciptakan pengalaman mendalam dan personal.

“Setelah mengikuti semua tahapan, saya merasa lebih tenang, ringan, dan sedih saya seperti luruh,” ungkap Elva, salah satu peserta.

Pagelaran ini menjadi ikhtiar Yayasan Asta Mekar dalam menyatukan seni, ilmu, dan tradisi untuk mendukung pemulihan mental secara holistik. Mereka berharap pendekatan ini bisa membuka mata banyak pihak bahwa musik tradisional juga memiliki kekuatan sebagai terapi jiwa. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Terapi musik
Previous Post

Disdukcapil Ciamis Resmi Tutup Rangkaian PASTI MANIS, Layanan Adminduk Langsung ke Desa Disambut Antusias

Next Post

Ratusan Warga Dua Desa di Kecamatan Ciparay Gembira Terima Sertipikat Elektronik PTSL Gratis dari BPN

Related Posts

No Content Available

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

KabarDaerah

Calon Bupati Bandung Hj. Kurnia Agustina (Teh Nia).

Janji Cabup Bandung Teh Nia Permudah Akses Kesehatan Bagi Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2020

Beberapa Titik Garut Banjir dan Longsor, Libas Sebut Dampak Pemanfaatan Lingkungan Tanpa Kajian Komprehensif dan Daya Dukung

Senin, 11 November 2024

Rakorcab PGRI 2024, Kang DS: IPM Kabupaten Bandung Meningkat Karena Peran Guru

Sabtu, 20 Juli 2024

Aksi Heroik Anggota Sat Lantas Polres Purwakarta Berhasil Gagalkan Aksi Pencurian Motor

Selasa, 11 Februari 2025

Resmikan Masjid Al-Quds, Pj. Bupati Ciamis Berpesan Agar Makmurkan Masjid

Minggu, 16 Februari 2025

Bupati Garut : Besok, 760 TPS Siap Gelar Pilkades Serentak 2023

Minggu, 14 Mei 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste