• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Januari 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Potret Masyarakat Kampung Pondok Beureum Kabandungan, Cermin Kemiskinan Ekstrim?

bydejurnalcom
Minggu, 28 September 2025
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Sukabumi – Sebagian besar warga Kampung Pondok Beureum Desa Kabandungan merupakan buruh yang berpenghasilan rendah sehingga untuk dikatakan sejahtera masih jauh panggang dari api.

Salah satu warga bernama Jumin mengungkapkan, penghasilannya sebagai buruh di perkebunan teh dengan upah Rp 33.000 per hari, untuk makan dan lauk pauk pun masih terasa kurang apalagi untuk memperbaiki rumah yang mereka tempati.

Hal senada pun disampaikan warga lainnnya, semntara bekerja berangkat kerja jam 5 subuh hingga siang hari menjelang duhur, dan itu sudah dijalani selama bertahun tahun.

BacaJuga :

Festival Eksplorasi Pariwisata Kabupaten Sukabumi 2025. Sekda : Bukan Sebatas Destinasi Tapi Industri Kreatif

Bupati Sukabumi Tegaskan Kesehatan adalah Pondasi Utama Membangun SDM Unggul

Tiga Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Diterjang Banjir, Beberapa Rumah Hilang

Diketahui warga Kampung Pondok Beureum bekerja sebagai pekerja di sebuah peusahaan perkebunan dan pabrik teh yang telah berdiri sejak tahun 1911. Perusahaan yang telah ada sejak masa kolonial Belanda ini letaknya tidak berapa jaun dari perusahaan Star Energy dan INDONESIA POWER.

Kepala Desa Kabandungan, Bedi, membenarkan kondisi warga Kampung Pondok Beureum yang termasuk warga dengan kondisi miskin ekstrem.

“Akan tetapi kami pihak desa bukan membiarkan hal yang dimaksud terhadap masyarakat yang ada di Pondok Beureum tadi, pemdes selama ini ingin memberikan bantuan kepada mereka akan tetapi terbentur masalah administrasi dan status tanah yang menjadi tempat tinggal mereka,” terangnya.

Lanjut Bedi, memang benar mereka adalah karyawan PT dan rumah rumah bedeng itu adalah rumah yang sudah disediakan oleh perusahaan.

“Secara pribadi saya mengelus dada dan gak tega melihat kondisi itu, tapi gak mungkin juga kami dari pemdes mengalokasikan perbaikan rumah di bedeng-bedeng itu, hanya ada satu cara untuk bisa diambil langkah yaitu membebaskan lahan dari perusahaan tersebut, dan ini peluang ke depan saat PT tersebut sedang berproses mengajukan perpanjangan HGU, secara administrasi bahwa lahan itu ada 9 RT yang dianggap dengan katagori moskin ekstrim dan itu warga kami dengan status mereka warga Kabandungan,” paparnya.

Bedi menandakan bahwa pihaknya konsen untuk bisa merubah itu semua, terutama agar anggaran dari pemerintah bisa diserap ke Kampung Pondok Beureum setelah tanahnya masuk dalam pengajuan pelepasan hak atas dasar PP Nomer 18 tahun 2021 dengan acuannya reforma agraria,

“Disana terang benderang bahwa perusahaan berkewajiban menyisihkan minimal 20% sebagai pasos pasum, jika menganalisa kalimat di atas minimal tentu bisa di ajukan dengan jumlah luasan tidak terbatas,” katanya.

Bedi mengaku sudah melakukan pendekatan dengan perusahaan tersebut bahkan dalam waktu dekat ini kerangka itulah yang akan menjadi konsen pemerintah desa kedepan.

“Mudah-mudahan tidak sampai ke bulan Desember ini, dan ke depan kami akan undang sejumlah tokoh tokoh Kabandungan untuk membahas hal tersebut dengan seksama tentunya akan melibatkan pihak-pihak terkait dan butuh dukungan dari teman-teman juga untuk terpublikasi,” pungkas Bedi, Kepala Desa Kabandungan.***Aldy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: kabandunganSukabumi
Previous Post

BKMM Masjid Agung Ciamis Salurkan Bantuan Rutilahu, Jadi Garda Sosial

Next Post

Elsa Wiganda Menyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua FK PKBM Kabupaten Garut

Related Posts

deBisnis

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

Rabu, 24 Desember 2025
Geger ! Tokoh Masyarakat Kabandungan Dibuat Tak Nyaman dengan Beredarnya Voice Note Diduga Oknum Wartawan.
deNews

Geger ! Tokoh Masyarakat Kabandungan Dibuat Tak Nyaman dengan Beredarnya Voice Note Diduga Oknum Wartawan.

Selasa, 23 Desember 2025
Bupati Sukabumi  Lantik 78 Orang PPPK Paruh Waktu
deNews

Bupati Sukabumi Lantik 78 Orang PPPK Paruh Waktu

Jumat, 5 Desember 2025
Festival Eksplorasi Pariwisata Kabupaten Sukabumi 2025. Sekda : Bukan Sebatas Destinasi Tapi Industri Kreatif
deWisata

Festival Eksplorasi Pariwisata Kabupaten Sukabumi 2025. Sekda : Bukan Sebatas Destinasi Tapi Industri Kreatif

Sabtu, 22 November 2025
Bupati Sukabumi Tegaskan Kesehatan adalah Pondasi Utama Membangun SDM Unggul
dePraja

Bupati Sukabumi Tegaskan Kesehatan adalah Pondasi Utama Membangun SDM Unggul

Sabtu, 22 November 2025
Tiga Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Diterjang Banjir, Beberapa Rumah Hilang
deNews

Tiga Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Diterjang Banjir, Beberapa Rumah Hilang

Selasa, 28 Oktober 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

KabarDaerah

Foto : Kapolres Ciamis memeriksa ratusan kendaraan roda dua yang diamankan karena tidak sesuai standar dan memakai knalpot bising

Ciptakan Situasi Kondusif Selama Ramadhan, Polres Ciamis Amankan Knalpot Bising

Selasa, 11 Maret 2025
Ilustrasi.

Gapermas Pertanyakan Tanggung Jawab Distan Garut Atas Raibnya 13 Ton Pupuk Bantuan

Kamis, 6 Mei 2021

Cegah Covid-19, Pemdes Sukatani Suplai Masker Dan Vitamin Bagi Warga

Senin, 4 Mei 2020

PWI Gelar Seminar Kehumasan dalam Rangka HPN 2025 dan Hari Jadi ke 384 Kabupaten Bandung

Kamis, 15 Mei 2025

Buka Musrenbang, Bupati Herdiat Tegaskan Pemangku Kebijakan Pikirkan Strategi Tingkatkan Pendapatan

Senin, 28 April 2025
Ema Eti sudah 15 tahun di Cipeuyeum jadi pengelola Pepetek belum pernah mendapat bantuan pemerintah

Dana Bansos Perikanan Dipotong dan Jadi Bancakan, DKPP Cianjur Tidak Peduli?

Senin, 19 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste