Dejurnal.com, Bandung – Bupati Bandung, Dadang Supriatna secara resmi membuka Launching Pemberian Telur bagi Sasaran Stunting pada wilayah pilot project Kecamatan Soreang, di Pendopo Kecamatan Soreang, Jumat (28/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bandung. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, terutama melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, para ASN, serta unsur masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa program pemberian telur ini merupakan bagian dari gerakan bersama menurunkan angka stunting yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah ASN Kabupaten Bandung melalui BAZNAS. Ia meminta para camat, Kepala Desa, serta unsur TNI–Polri untuk memperkuat sinergi dan memastikan program berjalan optimal hingga tingkat desa.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran TP Posyandu dalam pendataan, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak dan ibu hamil. Ia meminta agar program Gerakan Bersama Tuntaskan (Geber Tuntas) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan seiring, sehingga intervensi gizi bagi ibu hamil dan balita dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Ketua TP Posyandu Kabupaten. Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, menegaskan bahwa stunting merupakan isu masa depan generasi yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kecamatan. Soreang ditetapkan sebagai pilot project dengan sasaran 510 balita stunting dan 48 ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) melalui intervensi pemberian telur, dukungan gizi, serta pemantauan kesehatan oleh tim pendamping keluarga dan puskesmas.
TP Posyandu akan memperkuat edukasi gizi, pola asuh, dan sanitasi keluarga melalui gerakan Geber Tuntas, yang akan dievaluasi dalam tiga bulan sebelum diperluas ke kecamatan lain sebagai langkah penurunan stunting yang terukur dan berkelanjutan.(**AR)













