Ciamis, deJurnal,- Langkah PSGC Ciamis di kompetisi Liga Nusantara musim ini kian mantap. Posisi tim yang kokoh di papan klasemen tidak hanya membuka peluang besar menuju babak semifinal, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempercepat regenerasi pemain.
Bupati Ciamis yang juga merupakan CEO PSGC Dr. H Herdiat Sunarya, menyebut capaian poin yang telah diraih memberi ruang bagi manajemen dan tim pelatih untuk mulai memberikan kesempatan lebih luas kepada pemain muda, khususnya yang berusia di bawah 21 tahun dan minim jam terbang di laga resmi.
Dengan menyisakan tiga pertandingan, PSGC dinilai berada di jalur aman menuju fase delapan besar. Secara matematis, tambahan poin dari sisa laga akan semakin mengokohkan posisi tim dalam persaingan menuju babak lanjutan.
“Secara klasemen kita sudah cukup aman. Karena itu, di sisa pertandingan ini kami ingin memberi ruang kepada pemain-pemain muda agar merasakan langsung atmosfer pertandingan kompetisi,” ujar Herdiat, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan semata rotasi pemain, melainkan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang klub. PSGC ingin memastikan keberlanjutan prestasi dengan menyiapkan generasi penerus yang matang secara mental, fisik, dan pengalaman bertanding.
Herdiat mengungkapkan, raihan poin yang menembus angka 25 hingga saat ini merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen tim. Konsistensi permainan dan disiplin tinggi para pemain disebut menjadi kunci utama performa positif PSGC sepanjang musim.
“Mencapai poin sebanyak ini tentu tidak mudah. Ini hasil kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh tim pendukung. Kita patut bersyukur atas pencapaian ini,” katanya.
Dalam pengelolaan skuad, PSGC mendaftarkan sekitar 30 pemain dan menerapkan sistem rotasi sesuai kebutuhan pertandingan.
Beberapa pemain sempat kembali ke Ciamis, sementara lainnya harus absen karena akumulasi kartu maupun faktor teknis lainnya.
Herdiat menilai kehadiran jajaran pelatih berpengalaman, termasuk figur senior seperti Herry Kiswanto, berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara target prestasi dan proses pembinaan pemain muda.
“Karakter kompetisi Liga Nusantara memang menekankan pembinaan. Sejauh ini, penanganan tim berjalan baik dan seimbang,” jelas Herdiat.
Dengan optimisme yang terus dijaga, Herdiat Berharap PSGC mampu menuntaskan kompetisi dengan hasil maksimal sekaligus semakin mendekatkan diri pada target promosi ke Liga 2, yang telah menjadi cita-cita klub dalam beberapa musim terakhir.
“Mudah-mudahan tahun ini menjadi momentum. Target lolos selalu ada, dan semoga bisa kita wujudkan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)













