Ciamis, deJurnal,- Peristiwa tragis kembali terjadi di Kabupaten Ciamis. Seorang pelajar berusia 16 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Leuwi Pamipiran, Dusun Sukawening, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban diketahui bernama Heri Supriatna, warga Dusun Sembawa, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara. Insiden nahas ini terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya tengah beraktivitas di sekitar aliran sungai tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang, namun ikut melompat dari tebing sungai bersama teman-temannya.
“Korban ikut melompat ke sungai, namun setelah masuk ke air langsung tenggelam. Diduga korban tidak bisa berenang,” ujar Ani saat dikonfirmasi.
Melihat korban tenggelam, rekan-rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus dan kondisi sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Puskesmas Sadananya. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter jaga. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelas Ani.
Ani menambahkan setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Lebih lanjut Ani menuturkan BPBD Kabupaten Ciamis bersama unsur terkait, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat, telah melakukan pendataan korban dan saksi serta menyampaikan laporan resmi kepada pimpinan.
Atas kejadian tersebut, Ani mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan kalangan remaja, agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun kawasan wisata alam.
“Kami mengingatkan agar tidak berenang di sungai tanpa pengawasan serta memastikan kemampuan berenang. Kondisi alam bisa berubah sewaktu-waktu dan sangat berisiko bagi keselamatan,” pungkasnya (Nay Sunarti)















