• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

BEM IPI Garut Soroti Proyek Jalan Samanggen–Wanajaya: Bantuan Penanganan Banjir Diduga Picu Banjir Lebih Parah

bydejurnalcom
Kamis, 26 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
BEM IPI Garut Soroti Proyek Jalan Samanggen–Wanajaya: Bantuan Penanganan Banjir Diduga Picu Banjir Lebih Parah

BEM IPI Garut Soroti Proyek Jalan Samanggen–Wanajaya.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Ketua BEM Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Azhar Gifari, menyampaikan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Samanggen–Wanajaya di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dejurnal.com usai audiensi bersama Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Wanaraja dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Garut di Kantor DPRD, Kamis (26/2/2026).

Menurut Azhar, proyek yang sejatinya digulirkan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir justru menimbulkan persoalan baru. Ia menilai, pelaksanaan di lapangan tidak mencerminkan solusi yang diharapkan masyarakat.

“Seharusnya bantuan dari pemerintah menjadi solusi untuk penanganan banjir. Tapi yang terjadi hari ini justru sebaliknya, malah menimbulkan banjir yang lebih besar. Ini tentu menjadi persoalan serius yang harus diinvestigasi lebih lanjut,” tegasnya.

BacaJuga :

PSGC Ciamis Dibantai Adhyaksa FC 0-4, VAR Warnai Laga

Kemenag Ciamis Dukung INU Siapkan Lulusan Berkompetensi dan Berkarakter

Rektor INU Ciamis Tegaskan: S2 Terjangkau, Mutu Unggul, Gelar Bermartabat

Kekecewaan atas Ketidakhadiran Pejabat dan Pengembang

Azhar juga mengungkapkan kekecewaan atas tidak hadirnya Bupati, Wakil Bupati, maupun pihak pengembang dalam audiensi tersebut. Ia menyebut, masyarakat dan mahasiswa datang membawa persoalan dan harapan agar ada solusi konkret, namun justru tidak mendapatkan jawaban langsung dari para pemangku kebijakan.

“Kami datang membawa masalah dan berharap pulang membawa solusi untuk masyarakat. Tapi hari ini yang bersangkutan tidak hadir. Bahkan perwakilan yang dijanjikan pun tidak datang. Ini menjadi kekecewaan besar,” ujarnya.

Ia menilai, ketidakhadiran tersebut memperlihatkan kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Azhar mengingatkan agar pemerintah daerah lebih responsif dan tidak terkesan menghindari setiap kali mahasiswa melakukan audiensi.

“Jangan sampai pemerintah terkesan hanya menerima gaji tanpa benar-benar memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan. Ini menyangkut hak hidup dan kenyamanan warga,” tambahnya.

Jadwal Ulang Audiensi dan Pengumpulan Bukti

Audiensi tersebut dijadwalkan ulang pada 9 Maret mendatang. Azhar menyatakan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan mempersiapkan bukti-bukti yang lebih kuat guna memperjelas dugaan adanya kesalahan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.

“Kami akan mengumpulkan bukti yang lebih lengkap. Harapannya, pada pertemuan berikutnya semua pihak hadir dengan komitmen yang jelas, sehingga kita bisa mencari solusi bersama. Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, tapi bagaimana masalah ini bisa diselesaikan,” jelasnya.

Dugaan Konflik Kepentingan dan Desakan Audit

Lebih lanjut, Azhar menyoroti dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu dalam pengelolaan proyek melalui badan usaha atau CV. Jika dugaan tersebut benar dan melibatkan pihak yang seharusnya berfungsi sebagai pengawas, menurutnya hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap etika dan tata kelola pemerintahan.

“Kalau benar ada pihak yang seharusnya mengawasi justru terlibat langsung dalam pelaksanaan teknis proyek, ini jelas menyalahi fungsi. Pemerintah seharusnya mengawasi dan memfasilitasi, bukan menjadi pelaksana teknis di lapangan. Itu tugas pihak ketiga,” tegasnya.

Ia juga menyinggung perbedaan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan yang justru memperparah situasi banjir. Hal ini, menurutnya, mengindikasikan adanya masalah dalam perencanaan maupun pengerjaan proyek.

Atas dasar itu, BEM IPI Garut berkomitmen mengawal proses audit. Azhar menegaskan, apabila Inspektorat Kabupaten Garut dinilai lalai atau tidak serius menangani persoalan ini, pihaknya tidak segan untuk membawa laporan tersebut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Garut.

“Kami akan kawal proses audit ini. Jika memang ada kelalaian atau pembiaran, maka kami siap meningkatkan laporan ke ranah hukum. Ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Azhar berharap pemerintah daerah melakukan introspeksi dan menjadikan persoalan ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perencanaan dan pengawasan proyek pembangunan, khususnya yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan keselamatan warga.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sekda Ciamis Pastikan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Banjir Dari Gubernur Jabar Tersalurkan Utuh

Next Post

Di Tengah Tekanan Fiskal, Pajak Jadi Penopang Pembangunan Kabupaten Bandung

Related Posts

NasDem Kabupaten Purwakarta Gelar Nikah Massal, Lima Pasangan Ikuti Prosesi Akad
GerbangDesa

Safari Cinta Hadir di Desa Cilangkap, Warga Terima Bantuan Rutilahu

Sabtu, 10 Oktober 2026
NasDem Kabupaten Purwakarta Gelar Nikah Massal, Lima Pasangan Ikuti Prosesi Akad
deHumaniti

NasDem Kabupaten Purwakarta Gelar Nikah Massal, Lima Pasangan Ikuti Prosesi Akad

Sabtu, 10 Oktober 2026
Sosialisasi Pengawasan Pemerintahan di Gajahmekar, Humaira Zahrotun Noor Serap Aspirasi Warga
deNews

Sosialisasi Pengawasan Pemerintahan di Gajahmekar, Humaira Zahrotun Noor Serap Aspirasi Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026
PSGC Ciamis Dibantai Adhyaksa FC 0-4, VAR Warnai Laga
deNews

PSGC Ciamis Dibantai Adhyaksa FC 0-4, VAR Warnai Laga

Sabtu, 10 Oktober 2026
Kemenag Ciamis Dukung INU Siapkan Lulusan Berkompetensi dan Berkarakter
deNews

Kemenag Ciamis Dukung INU Siapkan Lulusan Berkompetensi dan Berkarakter

Sabtu, 10 Oktober 2026
Rektor INU Ciamis Tegaskan: S2 Terjangkau, Mutu Unggul, Gelar Bermartabat
deNews

Rektor INU Ciamis Tegaskan: S2 Terjangkau, Mutu Unggul, Gelar Bermartabat

Sabtu, 10 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

DPRKPLH Ciamis Perketat Pengelolaan Limbah Dapur MBG, Dorong SPPG Dukung Target Adipura

Kamis, 7 Agustus 2025

Optimalisasi Transformasi Posyandu Melalui Sipandu Bedas Digelar di Kecamatan Pacet

Kamis, 25 September 2025

Warga Netizen Geger, Surat Permohonan Pengunduran Diri Wakil Bupati Indramayu Beredar

Senin, 13 Februari 2023

Terlibat Langsung Dalam Perang 10 November 1945, KH. Abbas Abdul Jamil Diperjuangkan Jadi Pahlawan Nasional

Sabtu, 17 Mei 2025

Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta Akan Buka Seleksi Calon Pengurus

Kamis, 9 Juli 2020
Ilustrasi e-KTP.

Disdukcapil Cianjur Terbitkan e-KTP Status Perkawinan Cerai Tanpa Dasar Akta, Kok Bisa?

Selasa, 13 April 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste