Ciamis, deJurnal,- Keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama Kabupaten Ciamis dalam menarik minat investor. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis memilih memperkuat branding daerah berbasis kebersihan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan daya tarik daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Aksi Nyata “Ciamis Lebih Bersih: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” di Stadion Galuh Ciamis, Jumat (06/02/2026).
Dalam amanatnya, Herdiat secara terbuka mengakui bahwa Kabupaten Ciamis masih menghadapi kesulitan dalam menggaet investor, terutama untuk pengembangan sektor industri.
Menurutnya, ketiadaan bandara, pelabuhan, serta akses jalan tol membuat mobilitas dan distribusi menjadi terbatas, sehingga berdampak langsung pada minat investasi.
“Investor sulit datang ke Ciamis karena keterbatasan akses. Kita tidak punya bandara, tidak punya pelabuhan, dan belum ada jalan tol,” ungkap Herdiat.
Kondisi tersebut, lanjutnya, juga berdampak pada upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
Meski demikian, Herdiat menuturkan keterbatasan infrastruktur tidak boleh menjadi penghambat semangat pembangunan.
Ia menilai Ciamis masih memiliki nilai jual kuat yang dapat ditawarkan kepada investor, yakni lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman, yang didukung oleh karakter masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong.
“Kita memang sulit mengenalkan Ciamis lewat industri besar. Tapi kita punya kesempatan melalui Ciamis yang bersih. Ini bisa kita angkat tanpa uang, dengan kebersamaan dan kolaborasi,” tegasnya.
Herdiat menambahkan, budaya kebersihan yang tumbuh dari swadaya masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif daerah.
Lingkungan yang bersih dan aman, menurutnya, merupakan salah satu pertimbangan utama bagi investor sebelum menanamkan modal.
“Investor juga melihat kenyamanan dan keteraturan daerah. Kalau lingkungannya bersih, orang akan betah dan percaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herdiat menekankan bahwa gerakan Ciamis Bersih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun kepercayaan publik dan memperkuat daya saing daerah.
Ia menyebut, keberhasilan Ciamis meraih predikat sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara harus dijaga dan dipertahankan, sekaligus dijadikan modal branding untuk menarik perhatian pihak luar.
Selain itu, Herdiat menerangkan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menjaga konsistensi kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya meraih dan mempertahankan penghargaan Adipura.
Melalui Apel Aksi Nyata “Ciamis Lebih Bersih”, Herdiat berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat semangat gotong royong, sehingga Ciamis tidak hanya dikenal sebagai daerah yang bersih, tetapi juga sebagai daerah yang siap dan layak dilirik investor.
“Kalau kita tidak bisa menjual Ciamis dengan infrastruktur besar, maka kita jual dengan karakter dan kebersihan. Ini kekuatan kita,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














