Dejurnal.com, Bandung – Legislator F PKS H. Dadang Suryana, S.Ip menilai keadaan fiskal sekarang sedang tidak baik-baik saja. Karenanya ia mengajak pemerintahan untuk bisa menyiasati fiskal yang darurat ini dengan menjalankan program yang betul-betul harus yang menyentuh langsung terhadap kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai programnya besar tapi dampaknya kecil bagi masyarakat, seharusnya meskipun program kecil tapi berdampak besar dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Bandung ini seusai bertemu dengan konstituennya pada reses hari terakhir Reses Masa Sidang II Tahun 2026 DPRD Kabupaten Bandung di GOR Desa Rahayu Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu 24 Februari 2026.
“Jadi harus pintar-pintar menyiasati anggaran yang ada ini. Karena penganggaran sekarang sudah mengkhawatirkan,” katanya.
H. Dadang mencontohkan, sekarang desa saja anggaran yang masuk dari asalnya Rp2 miliar lebih sekarang hanya Rp370 juta, karena dilarikan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
” MBG-nya ada prokontra, banyak masalah yang sekarang jadi perbincangan tingkat nasional.
Jadi fiskal baik di daerah maupun di pusat sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Pengaruh terhadap perjalanan dinas juga. Menurut mantan Kepala Desa Rahayu, anggaran perjalanan dinas sekarang sangat dikurangi. Dalam setahun hanya sekali. Kemungkinan tahun ini luar provinsi itu hanya bisa melaksanakan 1 kali, Sisanya dalam provinsi dan tidak menginap.
” Selain itu, kalau dulu anggarannya buntel. Biaya hotel, bensin dan lainnya diberikan ke kita atau langsam, penggunaannya tergantung kita, mencari hotel dan lain sebagainya. Kalau sekarang kita dulu yang mengeluarkan biaya kalau tidak ada notanya tidak dibayar,” pungkasnya.* Sopandi



















