Ciamis, deJurnal,- Proses seleksi calon Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi memasuki tahapan awal.
Tes Computer Assisted Test (CAT) digelar pada Selasa (3/2/2026) di MAN 1 Darussalam, sebagai bagian dari mekanisme seleksi terbuka untuk menjaring pimpinan BAZNAS periode selanjutnya.
Tahapan diikuti oleh para peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, termasuk Drs. H. Lili Miftah, M.BA, Ketua BAZNAS aktif (incumbent) yang kembali mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Pelaksanaan tes CAT berlangsung tertib, disiplin, dan berbasis sistem komputerisasi, sehingga menjamin objektivitas dan kesetaraan bagi seluruh peserta.
Sistem ini sekaligus menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara profesional tanpa membedakan latar belakang maupun status peserta.
Usai mengikuti tes, Lili menyampaikan apresiasi terhadap kinerja tim seleksi dan panitia pelaksana yang dinilainya mampu menjaga integritas dan kredibilitas proses seleksi sejak tahap awal.
“Yang paling harus diapresiasi adalah tim seleksi dan panitia. Mereka bekerja sangat profesional. Dengan panitia yang profesional, peserta juga dituntut untuk bersikap profesional,” ujarnya.
Lili menuturkan, peserta seleksi kali ini merupakan figur-figur dengan pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni di bidangnya.
Meski demikian, seluruh peserta tetap ditempatkan pada posisi yang sama, tanpa adanya perlakuan khusus, termasuk bagi peserta yang berstatus incumbent.
“Walaupun sudah memiliki pengalaman panjang, tetap saja dalam seleksi ini semua peserta diposisikan setara. Tidak ada yang diistimewakan, semuanya dinilai berdasarkan kemampuan dan hasil tes,” tegasnya.
Tes CAT berlangsung selama dua jam dengan total 150 soal yang mencakup berbagai aspek kompetensi.
Lili mengaku mampu menyelesaikan seluruh soal dalam waktu sekitar satu jam lebih. Ia menilai strategi terpenting dalam tes adalah mengisi seluruh soal secara optimal.
“Yang penting diisi semua. Untuk soal pajak, Alhamdulillah saya cukup yakin bisa menjawab dengan baik. Kalau ada satu dua yang kurang tepat, itu masih dalam batas kewajaran,” ujarnya.
Tahapan seleksi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026, yakni penulisan makalah yang dilanjutkan dengan sesi wawancara.
Tema makalah berkaitan dengan visi, arah kebijakan, serta penguatan tata kelola BAZNAS ke depan.
Sebagai incumbent Ketua BAZNAS, Lili menyebut pengalaman memimpin lembaga tersebut selama lima tahun terakhir menjadi bekal penting dalam menyusun gagasan yang berbasis evaluasi kinerja dan kebutuhan riil lembaga.
“Makalah itu berbicara tentang visi ke depan. Karena saya incumbent, saya mengetahui apa saja yang sudah berjalan, apa yang perlu diperkuat, dan apa yang harus dibenahi. Semua berbasis sistem, terukur, dan jelas tahapannya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penyusunan makalah dilakukan secara objektif dan realistis, berdasarkan pengalaman lapangan serta hasil evaluasi selama masa kepemimpinannya, bukan sekadar normatif atau spekulatif.
Lili menekankan pentingnya ikhtiar maksimal dalam setiap proses, sembari menyerahkan sepenuhnya hasil seleksi kepada kehendak Allah SWT.
“Optimisme itu urusan Allah. Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin. Soal hasil, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Nay Sunarti)












