• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, April 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Hujan Deras, Jembatan Cirahong Rawan Tanpa Penjaga Warga Khawatir

bydejurnalcom
Minggu, 5 April 2026
Reading Time: 2 mins read
Hujan Deras, Jembatan Cirahong Rawan Tanpa Penjaga Warga Khawatir
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- – Kondisi Jembatan Cirahong di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, berubah drastis setelah viral dugaan pungutan liar (pungli) di media sosial.

Sejak Sabtu (4/4/2026) siang, tidak ada lagi warga yang berjaga untuk mengatur arus lalu lintas di jalur penghubung Ciamis–Tasikmalaya tersebut.

Sejumlah petugas kepolisian sempat disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi dampak pasca viralnya isu pungli.

BacaJuga :

Kades Pawindan Turun Tangan Amankan Jalur Cirahong Tanpa Upah

Silaturahmi Akbar Mantan Disnak Ciamis, 99 Persen Anggota Hadir, DPRD Pangandaran Turut Meriahkan

Di Acara Halalbihalal Yayasan Bani Syech Nuryayi, Bupati Garut Ajak Kolaborasi Membangun Daerah

Namun, penjagaan tersebut hanya berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga pada malam hari jembatan kembali tanpa pengawasan.

Pantauan Minggu (5/4/2026) petang, suasana di sekitar jembatan terlihat sepi dan minim penerangan. Guyuran hujan yang turun menjelang malam membuat kondisi jalan di dalam jembatan menjadi licin, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Tidak adanya penjagaan menyebabkan arus kendaraan roda dua dari dua arah langsung berpapasan tanpa pengaturan. Para pengendara terlihat lebih berhati-hati, terutama saat melintas di bagian tengah jembatan yang sempit.

Sejumlah pengendara sempat tampak kebingungan. Mereka berhenti sejenak di pintu masuk jembatan. Namun setelah mengetahui tidak ada penjaga, mereka langsung melanjutkan perjalanan.

Kondisi tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai keberadaan penjaga sebelumnya justru membantu kelancaran dan keselamatan lalu lintas, terutama saat malam hari atau kondisi cuaca buruk.

Nasta (28), karyawan asal Manonjaya yang setiap hari melintasi Jembatan Cirahong untuk bekerja freelance di Ciamis, mengaku kondisi saat ini lebih mengkhawatirkan dibanding sebelumnya.

“Setiap hari saya lewat sini, sudah paham kondisi jembatan yang sempit. Kalau dua arah langsung jalan itu rawan, apalagi habis hujan jadi licin. Dulu ada yang jaga, kendaraan diatur bergantian, jadi lebih aman,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan penjaga bukan semata soal pungutan, tetapi memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.

“Padahal cuma Rp1.000 atau Rp2.000, saya tidak masalah. Itu sebanding dengan rasa aman, apalagi kalau lewat malam hari,” katanya.

Namun setelah tidak ada penjagaan, ia mengaku lebih waswas saat melintas.

“Sekarang malah jadi takut. Gelap, sepi, tidak ada yang mengatur. Kalau terjadi sesuatu di tengah jembatan juga bingung harus bagaimana,” ucapnya.

Ia juga menyayangkan dampak viralnya isu pungli yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan secara menyeluruh.

“Yang membuat viral itu seharusnya melihat kondisi di sini juga. Jangan hanya menilai dari satu sisi. Sekarang kami pengguna jalan yang merasakan dampaknya,” tegasnya.

Ahmad Himawan, salah seorang warga Pawindan menyebut keberadaan penjaga selama ini cukup membantu mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat kendaraan berpapasan di jalur sempit.

“Sekarang tidak ada yang jaga, mungkin karena takut dipidanakan atau dampak viral. Padahal di lapangan banyak yang merasa terbantu. Kalau berpapasan risikonya besar, apalagi saat hujan,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret, seperti penempatan petugas resmi atau pemasangan rambu lalu lintas.

“Kalau memang dihentikan, harus ada solusi. Ini jalur penting bagi warga Ciamis dan Tasikmalaya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, membenarkan bahwa sejak Sabtu siang tidak ada lagi warga yang berjaga di lokasi jembatan sebagai respons atas situasi yang berkembang.

“Betul, sejak kemarin sudah tidak ada yang berjaga. Kami tidak ingin ada persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.

Namun ia mengakui, kondisi di lapangan kini menjadi perhatian serius, terutama terkait keselamatan pengguna jalan.

“Tadi malam saya turun langsung ke lokasi. Kondisinya gelap, sepi, dan tidak ada aktivitas. Ini tentu menjadi perhatian kami,” katanya.

Pemerintah desa, lanjut Kartoyo, tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik, baik melalui penempatan petugas resmi, peningkatan penerangan, maupun pemasangan rambu lalu lintas. (Nay Sunarti)
“Yang jelas, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Silaturahmi Akbar Mantan Disnak Ciamis, 99 Persen Anggota Hadir, DPRD Pangandaran Turut Meriahkan

Next Post

Kades Pawindan Turun Tangan Amankan Jalur Cirahong Tanpa Upah

Related Posts

Suasana Haru Iringi Pemakaman Korban Pengeroyokan  Sekelompok Preman di Purwakarta
Hukum dan Kriminal

Suasana Haru Iringi Pemakaman Korban Pengeroyokan Sekelompok Preman di Purwakarta

Minggu, 5 April 2026
Pemprov Jabar Pasang Lampu Lalu Lintas di Jembatan Cirahong, Target Rampung Bulan Ini
deNews

Pemprov Jabar Pasang Lampu Lalu Lintas di Jembatan Cirahong, Target Rampung Bulan Ini

Minggu, 5 April 2026
Sekda Ciamis Tegaskan Peran Perempuan di Pelantikan Muslimat NU
deNews

Sekda Ciamis Tegaskan Peran Perempuan di Pelantikan Muslimat NU

Minggu, 5 April 2026
Kades Pawindan Turun Tangan Amankan Jalur Cirahong Tanpa Upah
deNews

Kades Pawindan Turun Tangan Amankan Jalur Cirahong Tanpa Upah

Minggu, 5 April 2026
Silaturahmi Akbar Mantan Disnak Ciamis, 99 Persen Anggota Hadir, DPRD Pangandaran Turut Meriahkan
deNews

Silaturahmi Akbar Mantan Disnak Ciamis, 99 Persen Anggota Hadir, DPRD Pangandaran Turut Meriahkan

Minggu, 5 April 2026
Di Acara Halalbihalal Yayasan Bani Syech Nuryayi, Bupati Garut Ajak Kolaborasi Membangun Daerah
deNews

Di Acara Halalbihalal Yayasan Bani Syech Nuryayi, Bupati Garut Ajak Kolaborasi Membangun Daerah

Minggu, 5 April 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Ribuan ASN dan Guru Garut Merasa Dirugikan BJB Atas Pemblokiran Dana Kredit, KPK dan APH Diminta Segera Turun

Jumat, 1 Oktober 2021

Pemkab Garut Kucurkan Dana Hibah, LSM dan Ormas Garut Diharap Berbenah

Sabtu, 2 Oktober 2021

Unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi Hadiri Gelar Pasukan Apel Kesiapan Ketupat Lodaya 2025

Kamis, 20 Maret 2025

Pelayanan Disdukcapil Garut Dikritik, Iskandar KLB : Bupati Turun Tangan Baru Sibuk Layani Dengan Prima

Sabtu, 2 Oktober 2021
Foto : Ketua PPDI Kabupaten Ciamis Ahmad Himawan melantik PK PPDI Sadananya di Aula Desa Tanjungsari Jumat (25/04/2025)

PPDI Ciamis Lantik Pengurus Kecamatan Lakbok dan Sadananya, Fokus Tingkatkan Kualitas Perangkat Desa

Jumat, 25 April 2025

BAZNAS Bantu Warga dari Bogor dan Cianjur, Terdampar di Alun-alun Ciamis

Kamis, 1 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste