Ciamis, deJurnal,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melontarkan peringatan keras kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis agar tidak melupakan jati diri sebagai pelayan masyarakat.
Di tengah kondisi APBD yang sedang mengalami tekanan dan keterbatasan anggaran, Herdiat juga meminta para pegawai tetap menjaga integritas, etika pelayanan, serta loyalitas terhadap masyarakat dan negara.
Pesan itu disampaikan Herdiat saat melantik dan mengambil sumpah jabatan ratusan ASN di Gedung KH Irfan Hielmy, Komplek Islamic Center Ciamis, Selasa (26/5/2026).
Jangan sampai ASN malah ingin dilayani masyarakat. Kalau itu terjadi, saya tidak akan segan-segan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegas Herdiat di hadapan pejabat yang baru dilantik.
Pelantikan tersebut mengacu pada sejumlah Keputusan Bupati Ciamis tertanggal 30 April dan 25 Mei 2026 terkait pengangkatan, mutasi, promosi, serta pengambilan sumpah PNS di lingkungan Pemkab Ciamis.

Sebanyak 203 pejabat dan ASN resmi dilantik dengan rincian dua pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), 39 pejabat administrator, 137 pejabat pengawas, dua kepala UPTD Puskesmas, serta 23 pejabat fungsional.
Dua pejabat tinggi pratama yang dilantik yakni Dr. Aef Saefuloh sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis dan Dr. Giyatno sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Dalam sambutannya, Herdiat menegaskan pelantikan bukan sekadar agenda formal pemerintahan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada negara maupun masyarakat.
Ia meminta seluruh ASN, khususnya yang baru diangkat dari CPNS menjadi PNS, benar-benar memahami makna sumpah jabatan yang telah diucapkan.
“Ini bukan seremoni biasa. Ada tanggung jawab besar di dalamnya. ASN harus menjaga marwah profesi, menjaga nama baik pemerintah, dan bekerja dengan penuh integritas,” ujarnya.
Herdiat juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang menurutnya sedang tidak dalam situasi ideal. Ia mengakui APBD Kabupaten Ciamis saat ini mengalami defisit dan keterbatasan fiskal. Namun demikian, ia menekankan agar kondisi tersebut tidak menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
“APBD kita sedang tidak baik-baik saja, sangat terbatas bahkan defisit. Tapi saya minta jangan sampai semangat kerja ikut turun. Justru dalam keterbatasan kita harus bekerja lebih sungguh-sungguh,” katanya.
Kepada para camat, lurah, dan kepala desa, Herdiat memberikan penekanan khusus terkait pelayanan masyarakat di wilayah. Menurutnya, pejabat kewilayahan merupakan garda terdepan pemerintah daerah yang langsung berhadapan dengan kebutuhan warga setiap hari.
“Kadang masyarakat datang tengah malam, dini hari, mengetuk rumah kepala desa, lurah, atau camat karena butuh bantuan. Itu harus dilayani. Tidak ada kata lelah untuk melayani masyarakat,” ucapnya.
Di bagian akhir sambutannya, Herdiat turut menyinggung arah pembangunan Kabupaten Ciamis ke depan. Ia menilai Ciamis memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, hingga sumber daya alam yang harus dijaga keberlanjutannya.
Menurutnya, potensi tambang maupun minyak yang dimiliki sejumlah wilayah di Ciamis tidak boleh dieksploitasi secara serampangan hingga merusak lingkungan dan sumber mata air masyarakat.
“Kita punya kekayaan alam luar biasa, tapi jangan sampai dirusak. Pembangunan harus tetap menjaga alam demi anak cucu kita nanti,” tandasnya.
Herdiat pun menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh ASN untuk memperkuat sinergi dan bekerja dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Ciamis yang lebih maju, merata, dan berkelanjutan. (Nay Sunarti)















