Dejurnal.com, Garut – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat sekaligus Anggota DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si., menegaskan pentingnya membangun kekuatan organisasi sejak dini melalui pendidikan politik, konsolidasi kader, serta pembentukan saksi yang berkualitas sebagai langkah strategis menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2029.
Hal tersebut disampaikan Anton saat menghadiri kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Garut di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut. Turut hadir mendampingi Ketua DPD Demokrat Jawa Barat, di antaranya Penasehat Partai Demokrat H. Dudung Sudiana, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut H. Aman Nurjaman, Ketua BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat Ahmad Bajuri, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, H. Nurodin.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan serius sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader sekaligus menyamakan persepsi mengenai arah perjuangan Partai Demokrat dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Dalam sambutannya, Anton Sukartono Suratto menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun organisasi partai yang kuat, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan demokrasi.
Menurutnya, pendidikan politik bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kader agar mampu menjalankan tugas-tugas politik secara profesional, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa waktu menuju Pemilu 2029 memang masih cukup panjang. Namun justru kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan berbagai persiapan secara matang sehingga seluruh struktur partai memiliki kesiapan yang maksimal ketika tahapan pemilu dimulai.
Salah satu fokus utama yang disampaikan Anton adalah mengenai pentingnya menyiapkan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut memiliki sekitar 8.000 TPS, sehingga kebutuhan saksi dalam jumlah besar tidak mungkin dipenuhi secara mendadak menjelang hari pemungutan suara.
“Pemilu memang masih beberapa tahun lagi, tetapi persiapan harus dilakukan dari sekarang. Jangan sampai ketika waktunya tiba kita kebingungan mencari ribuan saksi. Mereka harus dipersiapkan, dibina, dan diberi pemahaman sejak dini agar mampu menjaga suara partai di setiap TPS,” tegas Anton.
Menurutnya, keberadaan saksi merupakan salah satu elemen paling penting dalam proses demokrasi. Saksi bukan hanya bertugas hadir di TPS, tetapi juga harus memahami seluruh mekanisme pemungutan dan penghitungan suara, mengawasi jalannya proses sesuai ketentuan, serta memastikan setiap suara yang diperoleh Partai Demokrat tercatat dan terjaga dengan baik.
Anton menilai bahwa kemenangan partai tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan masyarakat, tetapi juga bergantung pada kesiapan organisasi dalam mengawal hasil suara hingga proses penghitungan selesai.
“Saksi memiliki peranan yang sangat strategis. Mereka adalah ujung tombak yang menjaga hasil perjuangan seluruh kader di lapangan. Tanpa saksi yang terlatih dan memahami tugasnya, suara yang sudah diperoleh bisa saja berkurang bahkan hilang dalam proses penghitungan,” katanya.
Selain menyoroti kesiapan saksi, Anton juga mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat melalui kerja-kerja nyata, pelayanan, dan komunikasi yang baik. Ia menilai kepercayaan publik hanya dapat diraih apabila kader hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya ketika momentum pemilu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan seluruh jajaran Partai Demokrat mulai dari tingkat cabang, PAC, ranting hingga para simpatisan. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi modal utama dalam membangun kekuatan politik yang mampu memenangkan kontestasi demokrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Anton mengajak seluruh kader menjadikan pengalaman pada pemilu-pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki strategi perjuangan ke depan. Ia mengingatkan bahwa Partai Demokrat pernah menjadi partai pemenang di tingkat nasional, sehingga semangat tersebut harus terus dipelihara dan dijadikan inspirasi dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Kita pernah menjadi partai pemenang. Dari pengalaman itu kita harus belajar. Dengan semangat kebersamaan, kerja nyata, dan persiapan yang lebih baik, saya optimistis Partai Demokrat dapat kembali berjaya pada Pemilu 2029,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaksanaan pendidikan politik ini menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat dalam memperkuat kualitas sumber daya kader, meningkatkan pemahaman mengenai sistem demokrasi, tata kelola organisasi, hingga strategi pemenangan pemilu secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh kader Partai Demokrat Kabupaten Garut semakin solid, memiliki wawasan politik yang lebih luas, serta mampu menjalankan peran sebagai penggerak organisasi di tengah masyarakat. Dengan konsolidasi yang dilakukan sejak dini, Partai Demokrat optimistis dapat menghadapi seluruh tahapan Pemilu 2029 dengan kesiapan yang lebih matang serta mampu meraih hasil yang lebih baik.***Willy















