CIAMIS, deJurnal,- Predikat Kabupaten Ciamis sebagai salah satu daerah dengan tata kelola lingkungan terbaik di tingkat ASEAN kembali mendapat pengakuan dari masyarakat.
Kali ini, kesan positif datang dari seorang wisatawan asal Kota Bandung yang mengaku takjub setelah merasakan langsung suasana Kota Ciamis yang bersih, hijau, dan nyaman.
Pengusaha muda asal Kota Bandung, Ghea Chandrawinata (28), mengaku sengaja menyempatkan diri berhenti di Alun-Alun Ciamis saat melakukan perjalanan touring menuju Pangandaran bersama sejumlah rekannya.
Rasa penasaran terhadap predikat ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award kategori Clean Land yang diraih Kabupaten Ciamis menjadi alasan utama dirinya ingin melihat langsung kondisi kota.
“Tadinya saya hanya sering mendengar Ciamis mendapat penghargaan sebagai kota kecil terbersih di ASEAN. Karena kebetulan melintas, saya ingin membuktikan sendiri seperti apa kondisi kotanya,” ujar Ghea, Rabu (8/7/2026).
Meski hanya singgah dalam waktu singkat, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam. Menurutnya, kondisi yang ditemui di lapangan bahkan melampaui ekspektasi.
“Awalnya saya mengira penghargaan itu hanya sebatas predikat. Tetapi setelah melihat langsung, ternyata memang benar. Jalanan bersih, lingkungannya asri, dan suasananya sangat nyaman,” katanya.
Alun-Alun Ciamis menjadi lokasi pertama yang dikunjunginya. Kawasan ruang terbuka publik itu dinilai mampu merepresentasikan wajah Kabupaten Ciamis yang tertata dengan baik.
Ia mengamati hampir seluruh area terlihat bersih, mulai dari jalan lingkungan, taman, hingga berbagai fasilitas publik yang tersedia bagi masyarakat.
“Kalau orang Sunda bilang, benar-benar resik. Semua terlihat terawat, sehingga siapa pun yang datang pasti merasa nyaman,” ungkapnya.
Tidak hanya kebersihan kawasan, Ghea juga memberikan apresiasi terhadap kelengkapan fasilitas umum yang dinilai mendukung kenyamanan pengunjung.
Menurutnya, tempat sampah mudah ditemukan di berbagai titik kawasan Alun-Alun. Selain itu tersedia pula fasilitas air siap minum, toilet umum yang bersih, hingga area food court dengan sanitasi yang terjaga.
“Fasilitas seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah benar-benar memperhatikan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan,” tuturnya.
Namun, hal yang paling membekas dalam ingatannya justru bukan hanya kondisi fisik kota, melainkan budaya masyarakat yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
Ia mengaku sempat menyaksikan seorang anak kecil yang dengan sadar membuang bungkus permen ke tempat sampah tanpa harus diingatkan.
“Bagi saya, itu pemandangan yang luar biasa. Artinya budaya menjaga kebersihan sudah ditanamkan sejak usia dini. Kalau masyarakatnya sudah memiliki kesadaran seperti itu, kebersihan kota tentu akan lebih mudah dipertahankan,” ujarnya.
Menurut Ghea, keberhasilan sebuah daerah meraih penghargaan lingkungan bukan semata karena program pemerintah, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang sama-sama memiliki komitmen menjaga kebersihan.
Ia juga menilai suasana Kota Ciamis terasa lebih sejuk dibanding sejumlah daerah yang pernah dikunjunginya. Arus lalu lintas yang relatif lancar turut memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman.
Meski hanya singgah beberapa saat, Ghea mengaku ingin kembali datang ke Kabupaten Ciamis dengan waktu yang lebih lama untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang belum sempat dikunjungi.
“Saya pasti akan kembali lagi. Kali ini hanya mampir karena sedang touring menuju Pangandaran. Ke depan saya ingin mengeksplorasi lebih banyak destinasi wisata di Ciamis bersama teman maupun rekan bisnis,” katanya.
Ia pun mengaku tidak ragu merekomendasikan Kabupaten Ciamis kepada keluarga, sahabat, maupun kolega sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang layak dikunjungi.
“Kalau ada yang bertanya daerah yang bersih, nyaman, dan enak untuk disinggahi di Jawa Barat, saya akan merekomendasikan Ciamis. Kesan saya sangat positif,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Ghea berharap budaya menjaga kebersihan yang telah tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Ciamis terus dipertahankan sehingga prestasi yang telah diraih tidak hanya menjadi penghargaan di atas kertas, tetapi benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah mempertahankan kesadaran masyarakat. Apa yang saya lihat hari ini membuktikan bahwa menjaga kebersihan sudah menjadi kebiasaan, bahkan bagi anak-anak. Budaya baik seperti ini harus terus dijaga,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















