Dejurnal.com, Garut – Semangat gotong royong, kemanusiaan, dan kepedulian sosial kembali digaungkan dalam kegiatan donor darah yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Garut, sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat dan dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha Puja Turnawan mengajak seluruh masyarakat Garut untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan solidaritas sosial melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama, salah satunya dengan menjadi pendonor darah.
Menurutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan rutin atau seremonial belaka, melainkan sebuah bentuk kepedulian kemanusiaan yang memiliki dampak langsung terhadap keselamatan dan keberlangsungan hidup banyak orang.
“Kenapa hari ini kita menggelar donor darah? Karena ini merupakan bagian dari semangat gotong royong dan solidaritas kepada sesama. Banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan transfusi darah secara rutin, seperti penderita thalasemia, pasien yang sedang menjalani operasi, korban kecelakaan, maupun pasien dengan berbagai kondisi medis lainnya. Kehadiran para pendonor menjadi harapan bagi mereka untuk tetap menjalani hidup dengan lebih baik,” ujar Yudha kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah di berbagai rumah sakit terus berlangsung setiap hari. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan donor darah menjadi sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok darah agar selalu mencukupi kebutuhan pasien.
Yudha menegaskan bahwa aksi donor darah merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai luhur Pancasila, khususnya sila kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila ketiga tentang Persatuan Indonesia.
“Pancasila mengajarkan kita untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama. Sebagai warga negara dan sesama anak bangsa, kita memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Donor darah adalah salah satu bentuk nyata kepedulian yang bisa dilakukan oleh siapa saja,” katanya.
Menurutnya, satu kantong darah yang didonorkan dapat memberikan harapan hidup bagi orang lain. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah perlu terus ditingkatkan dan dijadikan sebagai budaya sosial yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Yudha mengingatkan bahwa banyak pasien yang harus menjalani transfusi darah secara berkala. Ada yang membutuhkan transfusi setiap minggu, dua minggu sekali, hingga satu bulan sekali. Kondisi tersebut membuat kebutuhan darah tidak pernah berhenti.
“Karena itu stok darah harus selalu tersedia. Jangan sampai ketika ada pasien yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan darah. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya untuk membantu menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan donor darah tersebut, Yudha mengaku merasa bersyukur karena mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari dengan banyaknya warga yang datang untuk mendaftarkan diri sebagai pendonor.
Yang lebih membanggakan, kata Yudha, adalah hadirnya banyak pendonor pemula dari kalangan generasi muda dan mahasiswa. Ia menilai hal tersebut menjadi pertanda baik bagi masa depan gerakan donor darah di Kabupaten Garut.
“Saya sangat senang melihat banyak pendonor pemula yang ikut berpartisipasi. Tadi ada mahasiswa Universitas Garut, Kang Andes dari semester dua Ilmu Komunikasi, serta mahasiswa lainnya yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. Ini menjadi harapan besar bagi keberlangsungan gerakan donor darah karena regenerasi pendonor sangat penting,” ungkapnya.
Menurut Yudha, keterlibatan anak muda dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan harus terus didorong. Generasi muda merupakan aset bangsa yang memiliki energi, semangat, dan kepedulian tinggi untuk membantu sesama.
“Kita ingin semakin banyak anak muda yang menjadikan donor darah sebagai kebiasaan positif. Selain bermanfaat bagi kesehatan pendonor, donor darah juga dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize menarik. Beragam hadiah seperti mesin cuci, kompor gas, dispenser, rice cooker, dan perlengkapan rumah tangga lainnya disiapkan sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang ikut mendonorkan darah.
Meski bertepatan dengan hari libur, kegiatan tersebut tetap dipadati masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut. Kehadiran warga dari sejumlah kecamatan menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan.
“Alhamdulillah walaupun hari ini hari libur, masyarakat tetap datang dengan antusias. Saya melihat ada yang datang dari Karangpawitan, dari berbagai desa dan kelurahan di Garut. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Garut masih sangat kuat dan terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Yudha berharap jumlah pendonor terus bertambah hingga kegiatan berakhir. Ia optimistis semakin banyak masyarakat, termasuk mahasiswa yang telah selesai mengikuti kegiatan perkuliahan, akan datang dan berpartisipasi.
Selain sebagai aksi kemanusiaan, kegiatan donor darah tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni. Bagi Yudha, peringatan Hari Lahir Bung Karno tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni atau kegiatan simbolis semata, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kita sedang memperingati Hari Lahir Bung Karno. Warisan terbesar Bung Karno adalah Pancasila. Kita mewarisi api perjuangan beliau dan harus membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kegiatan donor darah yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan gotong royong,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa semangat perjuangan Bung Karno harus terus hidup dalam tindakan nyata yang mampu memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Mungkin kegiatan donor darah ini terlihat sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi penyelamat bagi orang lain. Inilah semangat gotong royong, kemanusiaan, dan solidaritas sosial yang diajarkan Bung Karno dan harus terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Yudha.
Melalui kegiatan donor darah tersebut, Yudha Puja Turnawan berharap kesadaran masyarakat Garut untuk menjadi pendonor darah semakin meningkat. Ia juga berharap semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai Pancasila yang diwariskan Bung Karno dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Garut.***Red















