Ciamis, deJurnal,- Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Ngobras (Ngobrol Asyik Ngobrol Santai Sareng Kapolres Ciamis) yang digelar di Pendopo Inggil Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Senin (1/6/2026).
Program yang menjadi sarana komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat tersebut dihadiri unsur Muspika, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda, serta warga setempat.
Berbeda dengan forum formal, Ngobras dikemas dalam suasana santai sehingga masyarakat leluasa menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, maupun persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah mengatakan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif sangat ditentukan oleh kuatnya komunikasi antara warga dengan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa.
“Polisi membutuhkan dukungan masyarakat. Semakin baik komunikasi dan kebersamaan yang terjalin, maka semakin mudah kita mencegah berbagai potensi gangguan keamanan. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk terus menjalin sinergi dengan kepolisian,” ujar Kapolres.
Dalam dialog tersebut, AKBP Hidayatullah juga mendorong agar kegiatan yang mempertemukan masyarakat dengan aparat kepolisian dapat dilaksanakan secara rutin hingga tingkat desa dan dusun.
Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pembinaan maupun pemecahan persoalan yang muncul di lingkungan warga.
“Kebersamaan harus terus dibangun. Tidak harus menunggu ada masalah. Saya berharap Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa dan masyarakat dapat secara rutin mengadakan kegiatan bersama, minimal satu kali dalam seminggu atau sesuai kebutuhan wilayah masing-masing,” katanya.
Selain membahas isu keamanan, Kapolres juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Ia mengingatkan bahwa wilayah Lakbok, Purwadadi, dan Banjarsari merupakan kawasan pertanian strategis sekaligus lumbung padi Kabupaten Ciamis yang perlu mendapat perhatian bersama.
Menurutnya, potensi dampak fenomena El Nino harus diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu produktivitas sektor pertanian.
“Kita harus mulai bersiap menghadapi musim kemarau. Wilayah selatan Ciamis merupakan sentra pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian bersama BBWS telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung sistem irigasi. Secara umum kondisinya cukup baik, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan agar dampak El Nino bisa diminimalkan,” ungkapnya.
Kapolres mengajak para petani, kelompok tani, pemerintah desa dan instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan air serta melakukan langkah-langkah antisipatif apabila terjadi penurunan debit air di saluran irigasi.
Pada kesempatan itu, AKBP Hidayatullah juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini aktif membantu tugas kepolisian.
Ia menegaskan bahwa Polres Ciamis akan memberikan penghargaan kepada warga yang berperan dalam menjaga keamanan lingkungan, memberikan informasi yang membantu pengungkapan kasus, maupun mendukung berbagai program kepolisian.
“Bagi masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan lingkungan dan membantu tugas kepolisian, tentu akan kami berikan apresiasi. Ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Melalui kegiatan Ngobras tersebut, Polres Ciamis berharap hubungan kemitraan antara polisi dan masyarakat semakin erat.
Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara cepat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)
















