CIAMIS, deJurnal,- Semangat membangun generasi berakhlak dan berprestasi bergema dari Aula Pondok Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Sabtu (4/7/2026), saat Pekan Olahraga, Seni, dan Pendidikan Agama Diniyah (PORSADIN) VIII Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ciamis resmi dibuka.
Ajang yang mempertemukan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari 27 kecamatan ini menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter sekaligus melahirkan bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama daerah.
Pembukaan PORSADIN VIII dilakukan oleh Asisten Daerah III Setda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., mewakili Bupati Ciamis. Kegiatan yang diselenggarakan DPC FKDT Kabupaten Ciamis tersebut mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi.”
Dalam sambutannya, Wawan Ruhyat menyampaikan apresiasi kepada jajaran FKDT Kabupaten Ciamis yang terus konsisten menghadirkan ruang pembinaan bagi santri melalui kegiatan olahraga, seni, dan pendidikan agama.
Menurutnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pendidikan agama menjadi benteng utama dalam menjaga moral dan akidah anak-anak kita. Karena itu, keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun karakter generasi penerus,” ujarnya.
Ia menegaskan PORSADIN bukan sekadar kompetisi untuk mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembinaan mental, mempererat silaturahmi antarlembaga diniyah, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Ciamis.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap ajang tersebut mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu agama, memiliki wawasan yang luas, beriman, bertakwa, serta mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat.
“Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah perlombaan. Yang paling penting adalah menjaga sportivitas, disiplin, kejujuran, dan akhlakul karimah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” pesan Wawan kepada para peserta.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para ustaz, ustazah, pengurus FKDT, dan seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga serta pikiran demi suksesnya penyelenggaraan PORSADIN VIII.
Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Ciamis, Drs. Abdul Wahab Syahroni, mengatakan PORSADIN merupakan agenda pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter santri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarlembaga pendidikan diniyah.
“PORSADIN menjadi ruang bagi para santri untuk menggali potensi, bakat, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki. Harapan kami, melalui kegiatan ini lahir generasi yang berbudi pekerti luhur serta mampu berprestasi di berbagai bidang,” katanya.
PORSADIN VIII FKDT Kabupaten Ciamis tahun ini diikuti peserta dari 27 kecamatan dengan mempertandingkan 14 cabang lomba yang meliputi bidang olahraga, seni, dan pendidikan agama.
Untuk cabang olahraga dipertandingkan tenis meja, bulu tangkis, dan lari sprint, sementara cabang lainnya menguji kemampuan seni Islami dan kompetensi keagamaan para santri.
Abdul Wahab mengajak seluruh peserta menjadikan PORSADIN sebagai ajang belajar dan memperkuat persaudaraan, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Prestasi memang penting, tetapi yang jauh lebih utama adalah bagaimana para santri mampu menunjukkan sikap santun, jujur, disiplin, dan menghormati sesama. Nilai-nilai itulah yang ingin kita bangun melalui PORSADIN,” tegasnya.
Melalui PORSADIN VIII, FKDT Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya dalam memperkuat eksistensi Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai salah satu pilar pendidikan karakter di daerah.
Ajang ini juga diharapkan mampu melahirkan peserta-peserta terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Ciamis pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi bagian dari lahirnya generasi religius, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sesuai tema yang diusung, PORSADIN VIII menjadi pengingat bahwa dari Madrasah Diniyah lahir generasi berakhlak mulia yang siap mengabdi untuk negeri melalui ilmu, prestasi, dan keteladanan. (Nay Sunarti)














